Carinfomu: Contoh ASKEB
News Update
Loading...
Showing posts with label Contoh ASKEB. Show all posts
Showing posts with label Contoh ASKEB. Show all posts

Saturday, 13 August 2016

Contoh ASKEB KB Suntik 3 Bulan

ASUHAN KEBIDANAN KELUARGA BERENCANA 
AKSEPTOR KB SUNTIK 3 BULAN PADA Ny.    USIA 19 TAHUN P1 A0
DI BPM SIWI NASTITI, S.ST 
SLENDRO, GESI, SRAGEN 


Disusun Oleh :
Dwi Meitiya Fatimah
A 2012023


DIII KEBIDANAN
SEKOLAH TINGGI KESEHATAN (STIKES) AISYIYAH SURAKARTA
2014


LANDASAN PENDAHULUAN 
KISTA OVARII


PENGERTIAN 

Kista adalah kantung berisi cairan, kista balon berisi air , dapat tumbuh dimana saja dan jenisnya bermacam-macam Kista adalah suatu bentukan yang kurng lebih bulat dengan dinding tipus, berisi cairan

MEKANISME KERJA 

Mencegah ovulasi 
Lendir serviks menjadi kental dan sedikit, sehingga merupakan barier terhadap spermatozoc
Membuat endometrium menjadi kurang baik/layak untuk implantasi dari ovum yang telah dibuahi
Mungkin mempengaruhi kecepatan transport ovum di dalam tubefallopi
 
EFEKTIVITAS
Sangat efektif sebagai metode kontrasepsi kurang dari 1 per 100 wanita akan mengalami kehamilan dalam 1 tahun pemakaian DMPA

CARA PEMBERIAN 
Waktu pasca persalinan (past Parfum)
Dapat diberikan pada hari ke 3-5 past parfum atau 6-8 minggu past partum, dan dipastikan ibu tidak hamil 
Pasca keguguran
Dapat diberikan setelah kuretase atau 30 hari pasca abortus asal ibu tidak hamil

KEUNTUNGAN
Sangat efektif 
Metode kontrasepsi jangka panjang (3 bulan) 
Tidak berpengaruh pada hubungan suami-istri 
Tidak memiliki pengaruh terhadap produksi ASI 
Efek samping sedikit


KERUGUAN
Gangguan  haid (siklus haid yang mendel/memanjang, perdarahan banyak/sedikit, perdarahan tidak teratur/bercak, tidak haid sama sekali)
Tidak dapat dihentikan sewaktu-waktu 
Tidak melindungi terhadap infeksi menular seksual 
Terlambat kembalinya kesuburan setelah penghentian pemakaian


EFEK SAMPING DAN PEMASANGANNYA 

Gangguan haid
Penanganan : beri pil KB hari ke I-II masing-masing 3 tablet, selanjutnya hari ke IV 1x1 selama 4-5 hari (Amenora)
Jika perdarahan berikan lynolar 2x1 sehari sampai perdarahan berhenti
Keputihan
Penanganan : berikan anti cilioniergi seperti extract belladoma 100 mg 2x1 tablet
Jerawat
Penanganan : vitamin A dan E
Perubahan berat badan
Penanganan : anjurkan diet dan olahraga teratur
Pusing/sakit kepala
Penanganan : berikan paracetamol 3x1 tablet
Hematoma
Penanganan : kompres dingi 2 hari, lalu kompres hangat

YANG DAPAT MENGGUNAKAN
Perempuan usia reproduksi
Telah/belum memiliki anak
Menyusui dan membutuhkan alat kontrasepsi yang sesuai
Tidak dapat memakai kontrasepsi yang mengandung estrogen
Sering lupa menggunakan pil

YANG TIDAK BOLEH MENGGUNAKAN
Hamil/dicurigai hamil
Perdarahan pervaginam yang belum jelas penyebabnya
Memiliki tekanan darah tinggi
Menyusui kurang dari 6 minggu
Memiliki kondisi kesehatan serius, misalnya penyakit jantung, ginjal, DM dengan komplikasi, kanker payudara

DAFTAR PUSTAKA
Mochtar, Rustam. 1998 Sinopsis Obstetri Jilid 2. EGC : Jakarta
Manuaba, Ldc Nagus Gde 1998. Ilmu Kebidanan, Panyakit Kandungan dan Keluarga Berencana untuk Pendidikan Bidan. EGC : Jakarta
Prawirohardjo, Sarwono. 1994 Ilmu Kandungan. YB R-SP : Jakarta
Hartanto, Hanafi, 2002 Keluarga Berencana dan Kontrasepsi. Jakarta: Pustaka Sinar Harapan
ASUHAN KEBIDANAN KELUARGA BERENCANA 
AKSEPTOR KB SUNTIK 3 NULAN PADA Ny. S USIA 19 TAHUN P1 A0
DI BPM SIWI NASTITI, S.ST 
SLENDRO, GESI, SRAGEN

Tanggal Masuk : 16 Juli 2014
Pukul : 16.30 WIB
Tempat : BPM SIWI NASTITI, SST
PENGKAJIAN
Tanggal Pengkajian : 16 Juli 2014
Pukul : 16.30 WIB
Tempat : BPM SIWI NASTITI, SST
DATA SUBYEKTIF
Identitas
Nama Istri : Ny. S Tn. S
Usia  : 19 Tahun  28 Tahun
Agama : Islam Islam
Pendidikan : SMP SD
Pekerjaan : IRT Petani
Penghasilan : - Rp. 1.200.000
Alamat : Srigit, RT. 03 Tangan, Sragen
Alasan Datang
Ibu mengatakan ke bidan ingin mendapatkan informasi tentang kontrasepsi KB suntik 3 bulan dan ingin menggunakan kontrasepsi KB suntik 3 bulan
Data Kebidanan
Riwayat Menstruasi
Menarche : 13 tahun
Teratur/Tidak teratur : teratur
Warna : Merah
Konsistensi : Cair
Siklus : 30 hari
Banyaknya : 3 kali ganti pembalut (penuh) per
hari
Lama Haid : ± 4-5 hari
Dismenore/tidak : Dismenore
Riwayat Perkawainan
Sudah / belum : sudah
Usia saat perkawinan : 2 tahun
Istri : 1 dan sah
Riwayat Kontrasepsi
Ibu mengatakan belum pernah menggunakan kontrasepsi jenis apapun
Riwayat kehamilan, persalinan dan nifas yang  lalu
No
G P A
Umur
Persalinan
Tgl/Thn
Partus
Tempat
Persalinan
Penolong
Persalinan
Penyakit Persalinan
P2 A0
39 +4 Minggu
01 Juni 2014
BPM
Bidan
Tidak ada
Anak
Nifas
Jenis
BB
PB
Keadaan
Keadaan
Laktasi
perdarahan
Infeksi
keterangan
Kelamin
1(gr)
(cm)
Lahir
Sekarang

Perempuan
3450
48
Sehat normal
Sehat normal
ASI eksklusif
Normal
Tidak ada
Data Kesehatan
Riwayat kesehatan sekarang
Ibu mengatakan saat ini dalam keadaan sehat dan tidak ada keluhan apapun. Ibu mengatakan baru melahirkan bayinya pada tanggal 01 Juni 2014 dan saat ini sedang menyusui bayinya secara eksklusif
Ibu mengatakan tidak sedang menderita penyakit kanker rahim dengan gejala perdarahan pasca senggama, keluar cairan berbau dari jalan lahir, perdarahan diluar siklus haid, infeksi panggul dengan gehala nyeri hebat di bagian panggul, penyakit menular seksual , tidak menderita penyakit menurun seperti hipertensi tekanan darah tinggi (>140/90 mmHg), pusing, pandangan mata kabur. Asma dengan gejala sesak nafas, nafas berbunyi dan dada terasa sesak. Diabetes Mellitus dengan gejala mudah lapar, haus, berat badan menurun, bila luka sulit sembuh, penyakit menular seperti TBC dengan gejala batuk > 1 bulan disertai dengan darah, keringat dingin, Hepatitis dengan gejala kuning pada seluruh tubuh, penyakit menahun seperti jantung dengan gejala berdebar-debar, mudah lelah, sering berkeringat (bila beraktivitas), Ginjal dengan gejala nyeri punggung, sakit saat berkemih.
Riwayat kesehatan yang lalu
Ibu mengatakan tidak pernah dirawat di rumah sakit dan tidak pernah dioperasi, Ibu mengatakan tidak pernah menderita penyakit kanker rahim dengan gejala perdarahan pasca senggama, keluar cairan berbau dari jalan lahir, perdarahan diluar siklus haid, infeksi panggul dengan gehala nyeri hebat di bagian panggul, penyakit menular seksual , tidak menderita penyakit menurun seperti hipertensi tekanan darah tinggi (>140/90 mmHg), pusing, pandangan mata kabur. Asma dengan gejala sesak nafas, nafas berbunyi dan dada terasa sesak. Diabetes Mellitus dengan gejala mudah lapar, haus, berat badan menurun, bila luka sulit sembuh, penyakit menular seperti TBC dengan gejala batuk > 1 bulan disertai dengan darah, keringat dingin, Hepatitis dengan gejala kuning pada seluruh tubuh, penyakit menahun seperti jantung dengan gejala berdebar-debar, mudah lelah, sering berkeringat (bila beraktivitas), Ginjal dengan gejala nyeri punggung, sakit saat berkemih.
Riwayat Kesehatan Keluarga
Ibu mengatakan bahwa dalam keluarganya tidak ada yang pernah menderita kanker payudara, kanker rahim(perdarahan) pasca senggama, perdarahan di luar siklus haid, keluar cairan berbau dari jalan lahir, infeksi panggul dengan gehala nyeri hebat di bagian panggul, penyakit menular seksual , tidak menderita penyakit menurun seperti hipertensi tekanan darah tinggi (>140/90 mmHg), pusing, pandangan mata kabur. Asma dengan gejala sesak nafas, nafas berbunyi dan dada terasa sesak. Diabetes Mellitus dengan gejala mudah lapar, haus, berat badan menurun, bila luka sulit sembuh, penyakit menular seperti TBC dengan gejala batuk > 1 bulan disertai dengan darah, keringat dingin, Hepatitis dengan gejala kuning pada seluruh tubuh, penyakit menahun seperti jantung dengan gejala berdebar-debar, mudah lelah, sering berkeringat (bila beraktivitas), Ginjal dengan gejala nyeri punggung, sakit saat berkemih.
Data Kebiasaan sehari-hari
Pola Nutrisi
Ibu mengatakan makan 3x/hari porsi 1 piring makanan habis dengan menu nasi, sayur, lauk pauk, dan makanan selingan ± 2 x/hari dengan menu roti, buah serta tidak ada keluhan
Ibu mengatakan minum 6-8 gelas/hari porsi 1 gelas minuman habis dengan menu air putih, jus, dan susu serta tidak ada keluhan
Pola Eliminasi
Ibu mengatakan BAB 1x/hari, dengan konsistensi lunak, berwarna kuning kehitaman, serta tidak ada keluhan
Ibu mengatakan BAK 5-6 x/hari, dengan konsistensi cair, berwarna kekuningan, lancer dan tidak ada keluhan
Pola Istirahat
Ibu mengatakan tidur siang ± 1 jam / hari (pukul 13.00-14.00) dengan kualitas tidur nyenyak
Ibu mengatakan tidur malam ± 6-8 jam/hari (pukul 21.00-05.00) dengan kualitas tidur nyenyak
Pola Hubungan Seksual
Ibu mengatakan sebelum melahirkan melakukan hubungan seksual 2-3 kali/minggu, namun setelah melahirkan sampai saat ini belum pernah melakukan hubungan seksual, dan tidak ada keluhan
Personal Hygiene
Ibu mengatakan mandi 2x/hari, gosok gigi 2x/hari, mencuci rambut 3 kali /minggu, ganti baju 2x/hari, menyisir rambut 2x/hari, memotong kuku ± 2x/bulan
Pola Aktivitas
Ibu mengatakan setiap hari mengerjakan pekerjaan rumah dan terkadang dibantu oleh suami, seperti memasak, mencuci, membersihkan rumah, dan merawat bayinya dan selama beraktifitas ibu tidak mengalami keluhan apapun
Pola Laktasi
Ibu mengatakan menyusui bayinya sesuai dengan keinginan bayi, dengan frekuensi 9-10 kali/hari tanpa tambahan makanan/ minuman apapun. Ibu mengatakan ingin menyusui bayinya secara eksklusif
Data Psikososial
Psikologis
Ibu mengatakan ingin menggunakan alat kontrasepsi atas keinginannya dirinya sendiri dan bukan karena paksaan orang lain
Sosial Spiritual dan Budaya
Ibu mengatakan bahwa suami dan keluarga setuju dan mendukung ibu untuk menggunakan alat kontrasepsi
Data Pengetahuan Ibu Tentang KB
Ibu mengatakan pernah mendapatkan informasi mengenai alat kontrasepsi dari ibu kandungnya. Ibu mengatakan jenis kontrasepsi yang ibu ketahui adalah KB suntik 3 bulan, yaitu setiap 3 bulan sekali harus suntik untuk menunda kehamilan. Ibu mengatakan efek samping KB suntuk adalah berat badan meningkat. Ibu mengatakan belum mengetahui informasi lainnya tentang KB.
DATA OBYEKTIF
Pemeriksaan Umum
Keadaan Umum : Baik
Kesadaran : Composmentis
Vital Sign  TD : 110/80 mmH2 S : 36,4 0 C
N : 88 x/menit R : 24x/menit
BB : 64 kg
TB : 159 cm 
Pemeriksaan Kebidanan
Kepala : mesochepal, kulit kepala bersih, tidak ada nyeri
tekan
Rambut : bersih, distribusi rambut merata, warna hitam
Muka : bersih, tidak pucat, tidak oedema, tidak ada
kloasma
Mata : bersih, simetris, tidak oedema, sclera putih
terdapat gambaran tipis pembuluh darah (tidak rkterik), konjungtiva merah muda (tidak anemis), tidak ada kelaianan
Hidung : bersih, simetris, tidak ada secret abnormal, tidak
ada nyeri tekan, tidak ada kelainan
Mulut : bersih, bibir berwarna merah kehitaman, lembab
dan tidak ada kelainan
Lidah bersih dan berwarna merah muda, tidak ada caries, tidak ada bau mulut
Telingga : bersih, simetris, tidak ada serumen abnormal, tidak
ada gengguan pendengaran, tidak ada nyeri tekan
Leher : Bersih, tidak ada pembesaran /bendungan kelenjar
Tyroid, limfe dan veba jugularis, tidak ada nyeri tekan
Dada : Bersih, simetris, pernafasan teratur, tidak ada
retraksi dinding dada
Payudara : bersih , simetris, putting susu menonjol, areola
hiperpigmentasi, kulit payudara bersih, tidak ada benjolan, abnormal, ada pengeluaran berupa ASI
Ketiak : bersih, tidak ada pembesaran kelenjar getah bening
Abdomen : bersih, ada linea nigra, ada striae gravidarum, tidak
ada bekas operasi, tidak kembung, tidak ada massa abnormal
Genetalia : bersih, lembab, vulva tidak oedema, tidak ada
varises, tidak ada pengeluaran pervaginam
Anus : bersih, tidak hoemmoroid
Ekstremitas atas : bersih, simetris, tidak ada luka, tidak
oedema, tidak ada kekakuan sendi, tidak ada nyeri gerak
Ekstremitas bawah : bersih, simetris, tidak ada luka, tidak
oedema, tidak ada varises, tidak ada kekakuan sendi, tidak ada nyeri gerak
Reflek patella ka/ki (+)/(+)
Pemeriksaan penunjang
Tidak dilakukan
INTERPRESTASI DATA
Diagnose kebidanan
Tanggal : 16 Juli 2014
Pukul : 16.35 WIB
Ny. S usia 19 tahun P1 A0 akseptor KB suntik 3 bulan (DMPA Depo Medroksi Progesteron Asetat)
Dasar DS : Ibu mengatakan ingin mendapatkan informasi tentang 
kontrasepsi KB suntik 3 bulan dan ingin menggunakan kontrasepsi KB suntik 3 bulan
DO : 1. Keadaan umum : baik
  2. Kesadaran : composmentis
  3. Vital Sign  TD : 110/80 mmH2 S : 36,4 0 C
N : 88 x/menit R : 24x/menit
4. BB : 64 kg
5. TB : 159 cm 
6. Pemeriksaan fisik
Muka : bersih, tidak pucat, tidak oedema, tidak ada
kloasma
Mata : bersih, simetris, tidak oedema, sclera putih
terdapat gambaran tipis pembuluh darah (tidak rkterik), konjungtiva merah muda (tidak anemis), tidak ada kelaianan
Dada : Bersih, simetris, pernafasan teratur, tidak
ada retraksi dinding dada
Payudara : bersih, simetris, putting susu menonjol,
areola hiperpigmentasi, kulit payudara bersih, tidak ada benjolan, abnormal, ada pengeluaran berupa ASI
Abdomen : bersih, ada linea nigra, ada striae
gravidarum, tidak ada bekas operasi, tidak kembung, tidak ada massa abnormal
Genetalia : bersih, lembab, vulva tidak oedema, tidak
ada varises, tidak ada pengeluaran pervaginam
Ekstremitas atas : bersih, simetris, tidak ada luka,
tidak oedema, tidak ada kekakuan sendi, tidak ada nyeri gerak
Ekstremitas bawah : bersih, simetris, tidak ada luka,
tidak oedema, tidak ada varises, tidak ada kekakuan sendi, tidak ada nyeri gerak
Reflek patella ka/ki (+)/(+)
DIAGNOSA POTENSIAL
Tidak ada
ANTISIPASI
Tidak ada
PERENCANAAN
Tanggal : 16 Juli 2014
Pukul : 16. 37 WIB
Beritahu ibu hasil pemeriksaan
R/ : agar ibu dapat mengetahui keadaannya saat ini
Kaji ulang pengetahuan ibu tentang KB dan jelaskan informasi yang belum ibu pahami/ketahui
R/ : untuk menentukan kebutuhan pendidikan kesehatan pada ibu
Beritahu ibu tentang semua rencana tindakan yang akan kita lakukan
R/ : agar ibu mengetahui semua tindakan yang akan kita lakukan
Jelaskan inform consent dan inform chorce pada ibu
R/ : untuk mendapatkan persetujuan ibu dan keluarga mengenai tindakan yang akan dilakukan
Lakukan prosedur tindakan penyuntikan KB suntik 3 bulan
R/ : agar tindakan yang dilakukan sesuai prosedur dan aman bagi ibu 
Beritahu ibu keadaan ibu setelah dilakukan tindakan
R/ : agar ibu mengetahui keadaan setelah dilakukan tindakan
Beritahu ibu jadwal kunjungan ulang untuk KB suntik 3 bulan selanjutnya
R/ : untuk mencegah terjadinya kehamilan
Anjurkan ibu untuk dating ke pelayanan kesehatan jika ada keluhan
R/ : untuk mengetahui secara dini kemungkinan terjadinya efek samping atau komplikasi
Dokumentasikan
R/ : sebagai bukti dari tindakan yang telah diberikan pada ibu
PELAKSANAAN
Tanggal : 16 Juli 2014
Pukul : 16.38 WIB
Pukul 16.38 WIB
Memberitahu ibu tentang hasil pemeriksaan yaitu
Keadaan umum : baik
Kesadaran : composmentis
Vital Sign  TD : 110/80 mmH2 S : 36,4 0 C
N : 88 x/menit R : 24x/menit
BB : 64 kg
TB : 159 cm 
Ibu saat ini dalam keadaan normal dan sehat
Pukul 16.39 WIB
Megkaji ulang pengetahuan ibu tentang KB dan menjelaskan informasi yang belum ibu ketahui/pahami
Ibu hanya mengetahui bahwa KB suntik 3 bulan yaitu setiap 3 bulan sekali harus suntik untuk menunda kehamilan, dan efek samping KB suntik 3 bulan adalah berat badan meningkat
Menjelaskan informasi tentang KB suntik 3 bulan, meliputi
Pengertian
KB suntik 3 bulan adalah kontrasepsi yang diberikan setiap 3 bulan dengan cara suntik di daerah bokong (secara 1m)
Cara kerja KB suntik 3 vulan yaitu
Menghalangi pelepasan sel telur (ovum)
Mengentalkan lender serviks agar menghambat jalannya sprema
Menimbulkan perubahan pada dinding rahim (endometrium) sehingga tidak memungkinkan terjadinya penempelan calon anak
Merubah kecepatan transportasi sel telur di saluran tuba  
Efektivitas KB suntik 3 bulan
Efektivitasnya sangat tinggi, cara pemeberiannya sederhana dan cukup aman, angka kegagalannya 1 kehamilan per 100 perempuan
Keuntungan KB suntik 3 bulan
Praktis, karena tidak perlu mengingat setiap hari
Pencegahan kehamilan
Tidak berpengaruh pada hubungan suami istri
Sangat efektif
Mudah untuk berhenti, namun perlu waktu untuk hamil lagi
Aman bagi hampir semua wanita
Tidak mengganggu produksi ASI
Kerugian KB suntik 3 bulan
Gangguan haid (sikuls haid yang memendek/memanjang, perdarahan banyak/sedikit, perdarahan tidak teratur/bercak, tidak haid sama sekali/amenorea)
Tidak melindungi terhadap penyakit menular seksual
Terlambat kembalinya kesuburan setelah penghentian pemakaian
Berat badan meningkat
Yang bisa dan yang tidak bisa memakai KB suntik 3 bulan sebagian besar wanita bias memakai KB suntik secara aman, yang tidak boleh adalah wanita :
Hamil/diduga hamil
Mengalami perdarahan pervaginam yang belum diketahui penyebabnya
Memiliki kondisi kesehatan serius, misalnya penyakit jantung, ginjal, DM dengan komplikasi, kanker payudara
Waktu pemberian KB suntik 3 bulan adalah ibu yang habis melahirkan dan sedang menyusui maka waktu yang tepat adalah 6 minggu setelah melahirkan sampai 8 minggu setelah melahirkan (ibu dipastikan tidak hamil)
Pukul 16.43 WIB
Memberitahu ibu tentang semua tindakan yang akan kita lakukan yaitu memposisikan ibu, membuka sedikit pakaian bawah ibu, melakukan desibfeksi kemudian melakukan penyuntikan pada 1/3 bagian atas bokong ibu 
Pukul 16.43 WIB
Menjelaskan inform consent dan inform choice pada ibu yaitu meminta persetujuan ibu dan keluarga untuk tindakan yang akan dilakukan secara lisan dan tertulis 
Pukul 16.44 WIB
Melakukan prosedur tindakan penyuntikan KB suntik 3 bulan meliputi :
Menyiapkan tempat penyuntikan di tempat bersih, menutup pintu dan membantu ibu untuk berbaring tengkurap
Mencucui tangan dengan sabun dan air mengalir dan mengeringkan dengan handuk bersih dan kering
Menggunakan alat suntik sekali pakai, yang baru untuk setiap suntikan. Memakai flaksun dosis tunggal, dan mengocok vial dengan lembut. Mengambil obat dari vial menggunakan jarum steril, sampai obat habis. Kemudian memastikan tidak ada udara dalam spuit
Memberitahu ibu bahwa ibu akan disuntik
Mendesinfeksi daerah penyuntikan dengan kapas alcohol
Menunjukkan jarum pada 1/3 bagian atas bokong ibu secara 1 m (sudut penyuntikan 900) melakukan aspirasi dan memasukkan obat sampai obat benar-benar habis (3 cc)
Mencabut spuit secara mantap dan mengusap daerah penyuntikan dengan kapas alkhol
Menganjurkan ibu untuk tidak mengurut/memijat daerah penyuntikan
Membuang spuit ke safety box dan membanta, ibu merapikan pakaian dan memberitahu ibu bahwa tindakan penyuntikan selesai
Mencuci tangan dengan sabun dan air mengalir    
Pukul 16.46 WIB
Memberitahu ibu keadaan ibu setelah dilakukan tindakan, yaitu setelah penyuntikan, apabila terjadi memar pada daerah penyuntikan (namun hal ini jarang terjadi) ibu bisa mengopres dingin memar tersebut selama 2 hari, kemudian mengompres hangat pada hari ke 3 sampai memar hilang
Untuk efek samping dari KB suntik 3 bulan, ibu bisa saja mengalami
Gangguan haid, keputihan, jerawat, perubahan berat badan, pusing dan sakit kepala, jika ibu mengalami efek samping tersebut, ibu dapat datang kembali untuk mendapatkan penanganan yang tepat
Efek Samping Dan Penanganannya
Amenorea => berikan pil KB hari I-II masing-masing 3 tablet, selanjutnya hari ke IV 1x1 selama 4-5 hari
Perdarahan => berikan lynolar 2x1 sampai perdarahan berhenti
Keputihan => memberikan anti cilioniergi seperti extract belladoma 100 mg 2x1 tablet
Jerawat => memberikan vitamin A dan E
Perubahan berat badan => menganjurkan diet dan olahraga teratur
Pusing/sakit kepala => memberikan paracetamol 3x1 tablet
Pukul 16.48 WIB
Memberitahu ibu jadwal penyuntikan KB suntik 3 bulan selanjutnya pada tanggal 08 Oktober 2014
Pukul 16.49 WIB
Menganjurkan ibu untuk datang ke pelayanan kesehatan apabila ada keluhan yang tidak hilang setelah istirahat
Pukul 16.50 WIB
Mendokumentasikan tindakan
EVALUASI
Tanggal : 16 Juli 2014
Pukul : 16.50 WIB
Ibu telah mengetahui hasil pemeriksaan dan saat ini keadaan ibu normal
Pengetahuan ibu tentang KB telah dikaji ulang dan pendidikan kesehatan tentang KB telah diberikan dan didapatkan hasil ibu telah mengerti tantang KB suntik 3 bulan
Ibu telah mengetahui semua rencana tindakan yang akan dilakukan pada ibu
Ibu dan keluarga telah menyetujui semua tindakan yang akan dilakukan pada ibu
Penyuntikan DMPA telah dilakukan sesuai dengan prosedur
Ibu telah mengetahui keadaannya setelah dilakukan penyuntikan
Ibu telah mengerti jadwal penyuntikan KB suntik (3 bulan) selanjutnya pada tanggal 08 Oktober 2014
Ibu telah mengerti dan bersedia dating ke pelayanan kesehatan jika ada keluhan yang tidak hilang setelah istirahat
Tindakan telah di dokumentasikan
 

Friday, 12 August 2016

Contoh ASKEB Ibu Nifas Pathologi Dengan Anemia

ASUHAN KEBIDANAN IBU NIFAS PATHOLOGI
PADA Ny. S USIA 28 TAHUN P2A0 DENGAN ANEMIA SEDANG
DI RSUD BANYUDONO
















DISUSUN OLEH
DWI MEITIYA FATIMAH
A2012023

SEKOLAH TINGGI ILMU KESEHATAN (STIKES) AISYIYAH
SURAKARTA
2014

LAPORAN PENDAHULUAN
ANEMIA SEDANG

PENGERTIAN
Anemia terjadi jika hemoglobin dalam darah rendah. Hemoglobin adalah zat pembawa oksigen dalam sel darah merah
Anemia post partum didefinisikan sebagai kadar hemoglobin kurang dari 10 g/dl. Konsentrasi hemoglobin biasanya berkisar 11-12 g/dl sebelum melahirkan.

PENYEBAB
Anemia defisiensi zat besi
Merupakan penyebab paling sering dari anemia post partum, yang disebabkan oleh intake zat besi yang tidak cukup serta kehilangan darah selama kehamilan dan persalinan.
Kehilangan darah
Merupakan penyebab lain dari anemia. Kehilangan darah yang digunakan setelah melahirkan dapat meninkgkatkan resiko terjadinya anemia post partum. Banyaknya cadangan hemoglobin dan besi selama persalinan dapat menurunkan resiko terjadinya anemia berat dan mempercepat pemulihan.
 
PATOFISIOLOGI
Merupakan faktor pencetus dari terjadinya anemia post partum. Ini terjadi karena anemia pada kehamilan tidak ditangani dengan baik sehingga timbul komplikasi potensial lanjut, seperti :
Pendarahan sehingga kekurangan banyak unsur zat besi
Kebutuhan zat besi meningkat dengan adanya pendarahan, gemelli, multiparitas, makin tuanya kehamilan
Absorbs tidak normal / saluran cerna terganggu, missal defisiensi vitamin C sehingga absorbs Fe terganggu
Intake kurang misalnya kualitas menu jelek / muntah terus

GAMBARAN KLINIS
Tingkatan anemia adalah sebagai berikut :
Anemia ringan Hb 8-10 gr%
Anemia sedang Hb 6-8 gr%
Anemia berat Hb kurang dari 6 gr%

DIAGNOSIS
Pendarahan karena kontraksi otot uterus yang kurang baik
Bisa terjadi infeksi puerpuralis
Bisa terjadi sesak nafas, karena O2 berkurang yang masuk kedalam peredaran darah

PENANGANAN
Anemia post partum dapat ditangani dengan berbagai cara dilihat dari tingkatan anemia tersebut.
Penanganannya adalah sebagai berikut :
Anemia Ringan
Dengan memberikan sulfas ferosis 3x 100 mg/hari dikombinasi dengan asamfolat /b12 15-30 mg/hari
Serta pemberian vitamin C untuk membantu penyerapan
Anemia Berat dengan Hb kurang dari 6 gr%
Dilakukan transfuse darah disamping obat – obatan diatas dan bila tidak ada perbaikan cari penyebab lainnya

DAFTAR PUSTAKA

Buku Ilmu Kebidanan Pathologi Unpad Bandung
Prawirohardjo, Sarwono. 2011. Ilmu Kandungan. Jakarta : Yayasan Bina Pustaka Sarwono Prawirohardjo
Mochtar, Rustom. 1998. Sinopsis Obstetri. Jakarta : EGC
Saifudin, A B. 2002. Pelayanan Kesehatan Maternal dan Neoratol. Jakarta : Yayasan Bina Pustaka Sarwono Prawirohardjo
Sastrawinata, Sulaiman. 1984. Obstetri Pathologi. Jakarta : Cleman


ASUHAN KEBIDANAN IBU NIFAS PATHOLOGI
PADA Ny. S USIA 28 TAHUN P2A0 DENGAN ANEMIA SEDANG
DI RSUD BANYUDONO

Tanggal masuk :  06 Oktober 2014
Pukul :  05.35 WIB

PENGUMPULAN DATA
Tanggal :  07 Oktober 2014
Pukul :  10.00 WIB

DATA SUBYEKTIF
Identitas
Nama Ibu :  Ny. S Nama Suami :  Tn. W
Umur :  26 Tahun Usia :  30 Tahun
Agama :  Islam Agama : Islam
Pendidikan :  SMA Pendidikan :  SMA
Pekerjaan :  IRT Pekerjaan :  Wiraswasta
Penghasilan :  - Penghasilan :  Rp. 1.900.000,-
Alamat :  Jetakan, Jatisari, Sambi

Alasan Dirawat
Ibu mengatakan telah melahirkan anaknya yang kedua pada tanggal 06 Oktober 2014 pukul 05.35 WIB. Ibu mengatakan saat ini merasakan badannya lemah, letih, sakit kepala dan mata berkunang – kunang.

Data Kebidanan
Riwayat Mestruasi
Menarche :  17 tahun
Warna :  merah
Konsistensi :  cair
Siklus :  28 hari
Lamanya :  6-7 hari
Banyaknya :  2-3 kali ganti pembalut
Dismenore :  tidak
Riwayat Perkawinan
Sudah/belum :  sudah
Usia perkawinan :  18 tahun
Lama perkawinan :  8 tahun
Istri ke - :  1 dan sah
Riwayat Kontrasepsi
Ibu mengatakan pernah menggunakan kontrasepsi jenis KB suntik 3 bulan setelah melahirkan anak pertama selama 2 tahun kemudian lepas karena ingin mempunyai anak lagi
Riwayat Persalinan, Nifas yang lalu
No
GPA
Usia Kehamilan
Tgl/Thn Persalinan
Tempat Persalinan
Penolong Persalinan
Penyulit  Persalinan

P1A0
9 bulan
10 Mei 2007
Bidan
Bidan
Tidak ada

Anak
Nifas

JK
BB gram
PB cm
Keadaan lahir
Keadaan sekarang
Laktasi
Perdarahan
Infeksi
keterangan

Laki – laki
2500
47
Hidup
Hidup
ASI Eksklusif
Normal
Tidak ada
Normal

Riwayat Kehamilan Sekarang
Ibu mengatakan ini merupakan kehamilan yang kedua, pernah melahirkan 1 kali dan belum pernah keguguran (G2P1A0)
Ibu mengatakan hari pertama haid terakhir pada 09 Januari 2014 dan hari perkiraan lahir 16 Oktober 2014
Riwayat ANC
TM I :  ANC 3x ditempat bidan
Keluhan :  mual dan muntah
Tindakan :  kakl 500 mg 1x1
   Vit C 50 mg 1x1
   B6 50 mg 1x1
Nasehat :  makan sedikit tetapi sering, banyak istirahat dan makan makanan bergizi
TM II :  ANC 3x ditempat bidan
Keluhan :  tidak ada
Tindakan :  kakl 500 mg 1x1
   Vit C 50 mg 1x1
   B6 Compleks 50 mg 1x1
Nasehat :  makan makanan bergizi dan banyak istirahat
TM III :  ANC 4x ditempat bidan
Keluhan :  sering BAK, pegel – pegel pada punggung
Tindakan :  Fe 60 mg 1x1
   Kakl 500 mg 1x1
Nesehat :  makan makanan bergizi, banyak minum air putih, gunakan body mekanik yang baik
Ibu mengatakan gerakan janin pertama kali dirasakan saat usia kehamilan 5 bulan
Riwayat Persalinan
Ibu mengatakan dating ke RS tanggal 06 Oktober 2014 jam 05.00 WIB dengan diagnose G2P1A0 UK 38 minggu 4 hari, KK (-), Ø5 cm, Dm 144 x/menit. Pukul 15.35 WIB pembukaan lengkap dan bayi lahir spontan, menangis kuat, kulit kemerahan, gerakan aktif, jenis kelamin perempuan.

Riwayat Kesehatan
Riwayat Kesehatan Sekarang
Ibu mengatakan saat ini badannya terasa lemas, letih dan juga merasakan sakit pada kepala, mata berkunang – kunang. Ibu mengatakan tidak mempunyai riwayat penyakit menular, seperti:
Hepatitis dengan tanda gejala : nyeri dan gatal dipersendian, mual, kehilangan nafsu makan, nyeri perut, kulit dan mata kekuningan
TBC dengan tanda gejala : batuk berdahak, disertai keluarnya darah, berkeringat pada malam hari, penurunan BB karena kehilangan nafsu makan
Ibu mengatakan tidak sedang menderita panyakit menurun, seperti :
HIV/AIDS dengan tanda gejala : demam, kelelahan, nyeri sendi, sakit tenggorokan, sakit kepala, ruam kulit, mual muntah dan diare, penurunan BB, berkeringat dimalam hari
Kanker dengan tanda gejala : rasa sakit tak kunjung sembuh, dan ada benjolan pada bagian tubuh
Ibu mengatakan tidak sedang menderita penyakit manahun seperti :
Diabetes mellitus dengan tanda gejala : banyak kencing terutama pada malam hari, penglihatan kabur, sering pusing dan mual, berat badan menurun, banyak makan dan minum
Jantung dengan tanda gejala : pusing, letih yang berlebihan, mual, berkeringat dingin, dan sesak nafas
Hipertensi dengan tanda gejala : sakit kepala, jantung berdebar, mudah lelah, penglihatan kabur, sulit bernafas setelah bekerja keras.
Riwayat Kesehatan yang lalu
Ibu mengatakan tidak pernah menderita penyakit menular seperti (hepatitis dan TBC), ibu mengatakan tidak pernah menderita penyakit menurun seperti HIV/AIDS dan kanker, serta tidak pernah menderita penyakit menahun seperti diabetes mellitus, jantung dan hipertensi
Ibu juga mengatakan belum pernah dirawat di rumah sakit

Riwayat Kesehatan Keluarga
Ibu mengatakan dalam keluarganya tidak ada yang menderita penyakit menular seperti hepatitis dan TBC, tidak ada yang menderita penyakit menurun seperti HIV/AIDS dan kanker, serta tidak ada yang menderita penyakit menahun seperti diabetes mellitus, jantung dan hipertensi.
Ibu juga mengatakan dalam keluarga tidak ada keturunan kembar

Riwayat Pola Funsional
Nutrisi
Sebelum nifas
Makan : ibu mengatakan makan 3x sehari dengan porsi 1 piring, jenisnya nasi, lauk, tidak ada pantangan makanan
Minum : ibu mengatakan minum 8-9 gelas/hari, jenis air putih, teh, jus buah, tidak ada keluan
Selama nifas
Makan : ibu mengatakan makan 3x sehari dengan porsi ½ piring, jenisnya nasi bubur, dan lauk sesuai dengan menu dari rumah sakit dan tidak ada keluhan
Eliminasi
Sebelum nifas
BAK : ibu mengatakan BAK 6-7 kali sehari dengan warna jernih, baukhas urin, serta tidak ada keluhan
BAB : ibu mengatakan BAB 1x sehari konsistensi lunak, warna kekuningan, bau khas feses dan ada keluhan susah BAB saat usia kehamilan 9 bulan
Selama nifas
BAK : ibu mengatakan BAK 5-6 kali sehariwarna kuning jernih, bau khas urin, serta tidak ada keluhan
BAB : ibu mengatakan belum BAB setelah melahirkan

Istirahat
Sebelum nifas
Ibu mengatakan tidur malam ± 8 jam sehari dan tidur siang ± 1 jam dan tidak ada keluhan
Selama nifas
Ibu mengatakan selama nifas tidur malam ± 5 jam dan tidur siang ± 1 jam. Kualitas tidur kurang nyeyak dan tidak ada keluhan
Aktivitas
Sebelum nifas
Ibu mengatakan melakukan aktivitas sehari – hari seperti memasak, menyapu, membersihkan rumah dan mencuci dll dibantu oleh suami
Selama nifas
Ibu mengatakan selama nifas ini hanya tidur diatas bed dan sudah bisa miring kanan dan kiri serta sudah bisa duduk. Ibu juga sudah menyusui bayinya sesuai dengan keinginan bayi
Personal Hygiene
Sebelum nifas
Ibu mengatakan mandi 2x/hari, gosok gigi 2x/hari, keramas 3x/minggu dan mengganti pakaian 2x/hari
Selama nifas
Ibu mengatakan sudah sibin 2x/hari, gosok gigi 2x/hari, dan mengganti pakaian 2x/hari dengan dibantu oleh keluarga

Data Psikososial dan Spiritual
Pribadi
Ibu mengatakan merasa senang dengan kelahiran anaknya yang kedua ini dan ibu berencana untuk merawat bayinya sendiri serta akan menyusui bayinya secara eksklusif

Suami dan Keluarga
Ibu mengatakan dirumah tinggal dengan suami dan pengambil keputusan dalam keluarga adalah suami, suami dan keluarga sangat senang dengan kelahiran bayinya saat ini
Masyarakat
Ibu mengatakan hubungannya dengan masayarakat sekitar baik, ibu juga mengikuti kegiatan dimasayarakat
Spiritual
Ibu mengatakan sebelum nifas taat dalam menjalankan ibadah, namun saat ini ibu sedang tidak menjalankan ibadah sholat karena sedang nifas

Data Pengetahuan Ibu tentang Nifas
Ibu mengatakan ini merupakan anak keduanya, ibu mengatakan sudah mengetahui cara perawatan payudara dan cara menyusui yang benar dan ibu mendapatkan informasi ini dari bidan didesanya

DATA OBYEKTIF
Pemeriksaan Umum
Keadaan umum :  sedang
Kesadaran : composmentis
Vital sign TD :  100/70 mmHg R :  24 x/menit
N :  80 x/menit S :  36,6 0C
Pemeriksaan Fisik
Kepala :  meshocepal
Rambut :  bersih, berwarna hitam, lurus, panjang, distribusi rambut
   merata
Muka :  bersih, tidak adacloasma gravidarum, tampak pucat, tidak
   oedema

Mata :  bersih, simetris, sklera putih, konjungtiva pucat, ada
      gambaran tipis pembuluh darah, tidak ada kelainan 
Hidung :  bersih, simetris, tidak ada sekret abnormal
Mulut :  bersih, simetris, bibir kering, berwarna merah pucat
   kehitaman, lidah pucat, tidak ada stomatitis, tidak ada
   caries
Telinga :  bersih, simetris, tidak ada serumen abnormal,
   pendengaran baik,
Leher :  bersih, tidak ada pembesaran kelenjar tyroid, dan vena
   sugularis, tidak ada nyeri tekan
Dada :  bersih, simetris, pernafasan teratur, tidak ada retraksi
   dinding dada
Payudara :  bersih, simetris, areola hiperpigmentasi, putting
susu menonjol, ada pengeluaran berupa colostrum, tidak ada benjolan abnormal
Abdomen :  bersih, ada linea nigra, tidak ada strice
gravidarum, dan bekas operasi TFU 3 jari dibawah pusat, kontraksi uterus keras
Genetalia :  vulva dan vagina tidak oedema, tidak varises,
tidak ada pembesaran kelenjar bertholini, ada PPv berupa lochea rubra (darah berwarna merah) ± 50cc
Anus :  tidak ada haemoroid
Punggung/pinggang :  tidak ada kelainan skoliosis, lordosis, dan   
   kifosis, tidak ada nyeri pinggang
Ekstremitas atas :  simetris, tidak oedema, sendi tidak kaku,
gerakan bebas, tidak ada kelainan, terpasang infus, RL 20 tpm ditagan kanan
Ekstremitas bawah :  simetris, tidak oedema, sendi tidak kaku,
gerakan aktif, tidak ada kelainan, reflek patella ka/ki (+)/(+)
Pemeriksaan Penunjang
Tanggal :  07 Oktober 2014
Hb :  71 gr/dl 11,7 – 15,5
Eritrosit :  3,3 104/ui 3,80 – 5,26
Leukosit :  24,1 104 3 /ui 3,6 – 11,0
Hemetokrit :  26 % 35 – 45
Trombosit :  306 10x 3 /ui 154 - 386
Gol Darah :  A
Hb5Al :  negative (-)

INTERPRETASI DATA
Tanggal :  07 Oktober 2014
Pukul :  10.05 WIB
Diagnosa kebidanan
Ny. S usia 28 tahun P2 A0 post partum hari pertema dengan anemia sedang
Dasar
DS :
Ibu mengatakan telah melahirkan anaknya pukul 05.35 WIB tanggal 06 Oktober 2014 secara spontan per vaginom
Ibu mengatakan saat ini badannya terasa lemas, letih, sakit kepala dan mata berkunang – kunang
DO :
Keadaan umum : sedang kesadaran : composmentis
Vital sign TO :  110/70 mmHg S :  36,6 %
N   :  80 x/menit R :  24 x/menit 
Pemeriksaan fisik
Muka :  bersih, simetris, tidak ada cloasma gravidarum,
   tampak pucat, tidak oedema 
Mata :  bersih, simetris, sklera putih, konjungtiva pucat,
ada gambaran tipis pembuluh darah, tidak ada kelainan
Mulut :  bersih, simetris, bibir kering, berwarna merah
pucat, lidah pucat, tidak ada stomatitis, tidak ada caries 
Abdomen :  bersih, ada linea nigra, tidak ada striae gravidarum
dan bekas operasi TFU 3 jari dibawah pusat, kontraksi uterus keras
Genetalia :  vulva dan vagina tidak oedema, tidak varises,
tidak ada pembesaran kelenjar bartholini, PPV : darah merah (lochea rubra) ± 50 cc
Pemeriksaan penunjang
Tanggal :  07 Oktober 2014
Hb :  7,1 gr/dl

DIAGNOSA POTENSIAL
Anemia Berat

ANTISIPASI
Kolaborasi dengan Dokter SPOG

PERENCANAAN
Tanggal :  07 Oktober 2014
Pukul :  10.15 WIB
Jelaskan pada ibu tentang kondisi ibu saat ini
R/ :  hak ibu untuk mengetahui keadaan ibu
Kolaborasi dengan dokter
R/ :  agar ibu mendapat tindakan yang tepat
Berikan inform consent pada ibu dan keluarga untuk tindakan yang akan dilakukan
R/ :  untuk mendapatkan persetujuan tentang tindakan yang akan dilakukan

Berikan transfuse darah kepada ibu 1 kolf
R/ :  untuk menaikkan Hb
Anjurkan ibu untuk istirahat yang cukup yaitu tidur malam ± 8 jam per hari dan tidur siang ± 1-2 jam
R/ :  untuk memenuhi kebutuhan istirahat agar ibu cepat pulih
Anjurkan ibu untuk makan makanan tinggi zat besi seperti sayuran hijau tua dan daging berwarna merah serta menghabiskan makanan yang diberikan dari RS
R/ :  agar kebutuhan nutrisi ibu terpenuhi dan agar ibu cepat pulih
Observasi keadaan ibu (KU, VS, kontraksi uterus, PPV, laktasi tiap 6 jam)
R/ :  untuk memantau keadaan ibu

PELAKSANAAN
Tanggal :  07 Oktober 2014
Pukul :  10.25 WIB
Menjelaskan pada ibu tentang keadaan ibu saat ini bahwa ibu sedang mengalami anemia sedang yaitu kondisi dimana darah ibu kekurangan sel darah merah
Melakukan kolaborasi dengan dokter
Memberikan inform consent pada ibu dan keluarga untuk tindakan yang akan dilakukan yaitu transfusi darah
Memberikan transfusi darah pada ibu 1 kolf darah B
Menganjurkan ibu untuk cukup istirahat yaitu dengan tidur malam ± 8 jam per hari dan tidur siang ± 1-2 jam per hari
Menganjurkan ibu untuk makan makanan tinggi zat besi seperti sayuran berwarna hijau tua dan daging berwarna merah serta menghabiskan makanan yang diberikan dari RS
Mengobservasi keadaan ibu (KU, VS, kontraksi uterus, PPV, laktasi setiap 6 jam sekali)

EVALUASI
Tanggal :  07 Oktober 2014
Pukul :  16.00 WIB
Ibu telah mengetahui keadaannya saat ini
Advis dokter :
Malenjutkan terapi
Infuse RL 20 tpm
Ciprofloxacin 250 mg 2x1
Metergin 0,125 mg 3x1
Asam metenamat 500 mg 3x1
Fe 60 mg 2x1
Tranfusi darah 2 kolf
Ibu dan keluarga telah menyetujui tindakan trakfusi darah
Tranfusi darah 1 kolf telah diberikan pukul 12.00 WIB dan telah habis pukul 16.00 WIB
Ibu bersedia untuk cukup istirahat
Ibu telah menghabiskan makanan dari RS dan bersedia untuk makan makanan tinggi zat besi
Observasi pukul 16.00 WIB
KU : sedang kesadaran : composmentis
Vs  TO :  120/80 mmHg S :  36,3 0C
N :  82 x/menit R :  24 x/menit
Kontraksi uterus : keras
PPV :  lochea rubra ± 30 cc
Laktasi :  ibu telah menyusui bayinya

TTD

    Dwi Meitiya F

DATA PERKEMBANGAN I

Tanggal :  07 Oktober 2014
Pukul :  16.00 WIB
S :
Ibu mengetakan kondisinya sudah lebih baik, mata sudah tidak berkunang – kunang, tetapi masih sedikit pusing dan badan masih sedikit lemas dan letih
Ibu mengatakan sudah menghabiskan makanan dari RS
Ibu mengatakan sudah tidur ± 3jam
Ibu mengatakan sudah menyusui bayinya sesuai dengan keinginan bayi

O :
Keadaan umum : sedang kesadaran : composmentis
Vital sign 
TD :  120/80 mmHg S :  36,3 0C
N :  82 x/menit R :  24 x/menit
Pemeriksaan fisik
Muka :  bersih, simetris, tidak oedema, tidak pucat
Mata :  bersih, simetris, sklera putih, konjungtiva agak pucat, ada
   gambaran tipis pembuluh darah
Abdomen :  bersih, ada linea nigra, tidak ada strice gravidarum bekas
   operasi TFU 3 jari dbawah pusat, kontraksi uterus keras
Genetalia :  PPV : lochea rubra ± 30 cc

A :  Ny. S usia 28 tahun P2A0 post partum hari pertama dengan anemia sedang

P :
Menjelaskan pada ibu bahwa kondisi ibu sudah lebih baik
R/ : hak ibu untuk mengetahui keadaan ibu
Ibu sudah mengetahui keadaan ibu saat ini dan sudah tidak khawatir lagi
Memberikan transfuse darah colf ke-2 pukul 16.15 WIB
R/ : untuk menaikkan Hb
Transfuse darah kolf ke-2 telah diberikan pukul 16.15 WIB dan habis pukul 20.00 WIB
Melanjutkan terapi sesuai dengan advis dokter
R/ :  untuk memulihkan kondisi ibu
Injeksi ceffraxone 1 gr/12jam telah diberikan pukul 20.00 WIB
Ciprofloxacin 250 mg 2x1 1 tablet pukul 19.00 WIB
Metergin 0,125 mg 3x1 1 tablet pukul 19.00 WIB
Asmet 500 mg 3x1 1 tablet pukul 19.00 WIB
Fe 60 mg 2x1 1 tablet pukul 19.00 WIB
Menganjurkan ibu untuk cukup istirahat
R/ :  agar kebutuhan istirahat ibu terpenuhi
Ibu bersedia untuk memenuhi istirahat
Menganjurkan ibu untuk mobilisasi dini dengan cara mencoba untuk latihan miring kanan dan kiri, serta mencoba untuk duduk
R/ : untuk memulihkan kondisi ibu
Ibu sudah bisa miring kanan dan kiri dan bisa duduk
Melakukan cek ulang darah
R/ : untuk mengetahui keadaan ibu
Tanggal 08 Oktober 2014 pukul : 07.30 WIB
Hb :  11,9 gr/dl
Eritrosit :  3,7 106/mm3
Leukosit :  11700 x 106/mm3
Trombosit :  291 x 103/mm3
Mengobservasi keadaan ibu
R/ : untuk memantau keadaan ibu
Keadaan umum :  sedang kesadaran :  composmentis
Vital sign
TD :  120/80 mmHg S :  36 0C
N :  82 x/menit R :  20 x/menit
PPV :  lochea rubra ± 50 cc
Laktasi :  ibu telah menyusui bayinya
Observasi pukul 08.00 WIB
Tanggal 08 Oktober 2014

TTD

      Dwi Meitiya F


DATA PERKEMBANGAN II

Tanggal :  08 Oktober 2014
Pukul :  08.00 WIB
S :
Ibu mengatakan kondisinya sudah membaik, sudah tidak pusing dan tidak lemas lagi
Ibu mengatakan sudah tidak merasakan mata berkunang – kunang
Ibu mengatakan sudah bisa jalan

O :
Kesadaran umum :  cukup
Kesadaran :  composmentis
Vital sign
TD :  120/80 mmHg S :  36 0C
N :  82 x/menit R :  20 x/menit
Pemeriksaan fisik
Muka :  bersih, tidak pucat, tidak oedema
Mata :  bersih, simetris, sklera putih, konjungtiva merah muda,
   ada gambaran tipis pembuluh darah
Mulut :  bersih, bibir lembab, berwarna merah kehitaman
Abdomen :  bersih, ada linea nigra tidak ada strice gravidarum dan
bekas operasi TFU 3 jari dibawah pusat, kontraksi uterus keras
Genetalia :  PPV : lochea rubra ± 50 cc
Pemeriksaan laboratorium
Hb :  11,9 gr/dl
Eritrosit :  3,7 106/mm3
Leukosit :  11700 x 106/mm3
Trombosit :  291 x 103/mm3

A :  Ny. S usia 28 tahun P2A0 post partum hari kedua

P :
Menjelaskan pada ibu bahwa saat ini kondisi ibu sudah sehat dan normal
R/ :  hak ibu untuk mengetahui keadaannya
Ibu telah mengetahui keadaannya
Melakukan kolaborasi dengan dokter SPOG
R/ :  agar ibu mendapatkan penanganan yang tepat
Advis dokter : ibu boleh pulang
Menganjurkan ibu untuk makan makanan bergizi tinggi yang mengandung banyak zat besi sepeerti sayuran berwarna hijau tua, daging, hati dll
R/ :  untuk memenuhi kebutuhan nutrisi
Ibu bersedia mengkonsumsi makanan bergizi
Menganjurkan ibu untuk menjaga kebersihan diri terutama kebersihan alat genetalianya
R/ :  Agar terhindar dari infeksi
Ibu telah bersedia untuk menjaga kebersihan diri
Menganjurkan ibu untuk meminum obat sesuai dengan aturan
R/ :  agar ibu cepat pulih
Terapi : Asam mefenamat 500 mg 3x1
Metergin 0,125 mg 3x1
Melakukan aff infuse dan memperbolehkan ibu untuk pulang
R/ :  untuk mempersiapkan ibu pulang
Infuse telah dilepas dan ibu sudah diperbolehkan pulang

TTD

     Dwi Meitiya F

Thursday, 11 August 2016

Contoh ASKEB Ibu Nifas Normal

ASUHAN KEBIDANAN IBU NIFAS NORMAL
PADA Ny. N USIA 18 TAHUN P1A0  6 JAM POST PARTUM
DI BPM RUSWATI TAWANGREJO JATIPURNO WONOGIRI














DISUSUN OLEH :
DWI MEITIYA FATIMAH
A2012023

DIII KEBIDANAN
SEKOLAH TINGGI ILMU KESEHATAN AISYIYAH SURAKARTA
2013/2014

LAPORAN PENDAHULUAN
NIFAS NORMAL

PENGERTIAN
Nifas adalah masa dimulai setelah kelahiran plasenta dan berakhir ketika alat kandungan kembali seperti semula seperti keadaan sebelum hamil yang berlangsung selama 6 minggu atau ± 40 hari. (Prawirohardjo, 2002)
KLASIFIKASI NIFAS
Puerperium Dini, yaitu kepulihan dimana ibu telah diperbolehkan berdiri dan berjalan – jalan.
Puerperium Intermedial, yaitu kepulihan menyeluruh alat – alat genetika yang lamanya 6-8 minggu.
Remote Puerperium, yaitu waktu yang diperlukan untuk pulih kembali dan sehat sempurna seperti keadaan sebelum hamil baik dalam waktu berminggu – minggu, berbulan – bulan atau tahunan. (Mochtar R, 1998) 
TUJUAN ASUHAN NIFAS
Menjaga kesehatan ibu dan bayinya, baik fisik maupun psikologisnya
Melaksanakan skrining yang komprehensia, mendeteksi masalah, mengobati atau merujuk bila terjadi komplikasi pada ibu maupun bayinya
Memberikan pendidikan kesehatan tentang perawatan kesehatan diri, nutrisi keluarga berencana, menyusui, pemberian imunisasi kepada bayinya dan perawatan bayi yang sehat
Memberikan pelayanan KB
Mempercepat involusi alat kandung
Melancarkan pengeluaran lokhea, mengurangi infeksi puerperium
Melancarkan fungsi alat gastro intestinal atau perkemihan
Meningkatkan kelancaran peredaran darah sehingga mempercepat fungsi ASI dan pengeluaran sisa metabolism. (Mochtar, 1998)
PERUBAHAN – PERUBAHAN PADA MASA NIFAS
Corpus Uterus
Involusi
Tinggi Fundus Uteri
Berat Uterus

Bayi Lahir
Setinggi Pusat
1000 gr

Plasenta Lahir
2 jari dibawah pusat
750 gr

1 minggu
Pertengahan pusat symphisis
500 gr

2 minggu
Teraba diatas symphisis
350 gr

6 minggu
Bertambah kecil
50 gr

8 minggu
Sebesar normal
30 gr

Endometrium, timbulnya thrombosis degenerasi dan nekrosis di tempat implantasi plasenta
Hari I:  endometrium setebal 2-5 mm dengan permukaan kasar akibat
   pelepasa desidua dan selaput janin
Hari II:  permukaan mulai rata akibat lepasnya sel – sel dibagian yang
  berdegenerasi
Involusi tempat Plasenta
Bekas implantasi adalah luka kasar yang menonjol, segera setelah plasenta lahir, penonjolan tersebut berdiameter ±2,5 cm, sesudah 2 minggu diameter menjadi 3,5 cm dan 6 minggu mencapai 24 mm
Pembuluh Darah Uterus
Pada saat hamil arteri dan vena uterus menjadi besar dan setelah post partum otot – otot berkontraksi, pembuluh darah uterus akan terjepit, proses ini menghentikan darah setelah plasenta lahir
Serviks
Post Portum : serviks menganga seperti corong, terdapat perbatasan antara corpus dan serviks uteri berbentuk seperti cincin, warna serviks merah kehitaman karena pembuluh darah
Setelah bayi lahir, tangan pemeriksa masih dapat dimasukkan 2-3 jari dan setelah 1 minggu hanya dapat dimasukkan 1 jari
Vagina dan Pintu Keluar Panggul
Membentuk lorong, berdinding lunak dan luas yang ukurannya perlahan mengecil
Peritoneum dan Dinding Abdomen
Ligamen – ligamen dan diafragma pelvis serta fasia meregang sewaktu hamil. Setelah janin lahir berangsur menciut. Kigamentum latum dan rotundum lebih kendor daripada kondisi sebelum hamil. (Mochtar, 1998)
ADAPTASI PSIKOLOGIS MASA NIFAS
Masa Taking In
Dimulai sejak dilahirkan sampai 2-3 hari
Ibu bersifat pasif dan berorientasi pada diri sendiri
Tingkat ketergantungan tinggi
Kebutuhan nutrisi dan istirahat tinggi
Masa Taking Hold
Berangsur sampai 2 minggu
Klien mulai tertarik pada bayi
Ibu berupaya melakukan perawatan mandiri
Masa Taking Go
Berlangsung pada minggu ke 3-4
Perhatian pada bayi sebagai individu terpisah
ASPEK KLINIK MASA NIFAS
Suhu badan meningkat tidak lebih sdari 38 0C
Lochea
Lukhea Rubra hari ke 1-2, lokhea sangunilenta hari ke 3-7, lokhea serosa hari ke 7-14, lokhea alba hari ke 14-selesai nifas
Traktus Urinarius
BAK akan sulit dalam 24 jam pertama, urin akan dihasilkan dalam jumlah besar dalam waktu 12-36 jam
Sistem Kardiovaskuler
Beberapa hari pertama nifas, Hb, hematokrit dan eritrosit turun, minggu pertama setelah kelahiran jumlah volumemendekati pada waktu tidak hamil, dan 2 minggu pertama volume darah sudah normal seperti keadaan sebelum hamil
KUNJUNGAN MASA NIFAS
Kunjungan I (6-8 jam Postpartum)
Mencegah pendarahan karena atonia uteri
Mendeteksi dan merawat penyebab lain pendarahan, dan merujuk
Memberikan konseling pada ibu dan keluarga tentang cara mencegah pendarahan masa nifas karena atonia uteri
Pemberian ASI awal
Menjaga agar bayi tetap hangat dan sehat
Kunjungan II (6 hari Postpartum)
Memastikan involusi uterus berjalan normal
Menilai adanya tanda – tanda infeksi dan pendarahan abnormal
Memastikan ibu mendapat cukup makanan, minuman dan istirahat
Memastikan ibu menyusui dengan dan memperhatikan tanda – tanda penyakit
Memberikan konseling mengenai asuhan pada bayi, tali pusat, menjaga bayi tetap hangat dan merawat bayi sehari – hari 
Kunjungan III (2 minggu Postpartum)
Sama dengan kunjungan II
Kunjungan IV (6 minggu Postpartum)
Menanyakan pada ibu keluhan / penyakit yang dialami
Memberikan konseling KB secara dini

DAFTAR PUSTAKA

Manuaba, 1998. Ilmu Kebidanan, Penyakit Kandungan dan Keluarga Berencana untuk Pendidikan Bidan, Cetakan I. Jakarta : EGC
Mochtar, 1998. Sinopsis Obstetsi, Obstetsi Operatif, Obstetsi Sosial. Jakarta : EGC
Sarwono, P. 2002. Buku Acuan Nasional Pelayanan Kesehatan Maternal dan Neonaten. Jakarta : YBP-SP

ASUHAN KEBIDANAN IBU NIFAS NORMAL
PADA Ny. N USIA 18 TAHUN P1A0  6 JAM POST PARTUM
DI BPM RUSWATI TAWANGREJO JATIPURNO WONOGIRI

PENGUMPULAN DATA
Tanggal Masuk :  13 Januari 2014Tanggal Pengkajian: 14 Januari 2014
Pukul :  17.30 WIBPukul         :  06.00 WIB
Ruang :  BersalinRuang        :  Nifas I

DATA SUBYEKTIF
Identitas
Nama:  Ny. NNama:  Tn. D
Umur:  18 TahunUmur:  21 Tahun
Suku :  JawaSuku:  Jawa
Agama:  IslamAgama:  Islam
Pendidikan:  SMPPendidikan:  SMA
Penghasilan :  -Penghasilan:  Rp. 800.000,-
Pekerjaan :  IRTPekerjaan:  Swasta
Alamat:  kandenan,Alamat:  Kandenan
   Jatipurno, Wonogiri   Jatipurno, Wonogiri
Alasan Datang / Keluhan Sekarang
Ibu mengatakan telah melahirkan bayinya pada tanggal 14 Januari 2014 pukul 00.08 WIB
Ibu mengatakan perut terasa mulas
Data Kebidanan
Riwayat Menstruasi
Menarche :  14 tahun
Teratur / tidak teratur:  teratur
Warna:  merah
Konsistensi:  cair
Siklus:  29 hari
Banyaknya:  3x ganti pembalut sehari
Dismenore / tidak:  dismenore
Riwayat Perkawinan
Sudah / belum:  sudah
Usia saat kawin:  17 tahun
Lama perkawinan:  1 tahun
Istri ke -:  1 dan sah
Riwayat Kontrasepsi
ibu mengatakan belum pernah menggunakan KB jenis apapun
Riwayat Kehamilan, Persalinan dan Nifas yang lalu
Ibu mengatakan ini merupakan kehamilan yang pertama
Riwayat Kehamilan, Persalinan dan Nifas Sekarang
Riwayat kehamilan
Ibu mengatakan pernah hamil sekali, melahirkan sekali dan belum pernah keguguran (P1 A0)
Ibu mengatakan hari pertama haid terakhir (HPHT) pada 09 April 2013 hari perkiraan lahir (HPL) 16 Januari 2014, UK : 39 minggu
ANC
Trimester I:  belum pernah ANC ditempat bidan
Trimester II:  belum pernah ANC ditempat bidan
Trimester III:  6 kali ditempat bidan pada usia kehamilan
   28, 31, 35, 36, 37 dan 39 minggu
Keluhan :  tidak ada
Tindakan :  vitamin C 3x2, gestianin 1x1 dan momilen
1x1
Nasehat:  jaga kondisi, persiapan persalinan dan
   perhatikan tanda – tanda persalinan
Ibu mengatakan merasakan gerakan janinnya pada usia kehamilan 20 minggu
Ibu mengatakan pernah mendapatkan imunisasi TT sebanyak 1 kali, yaitu pada TT pertama bulan juni tahun 2013 
Riwayat Persalinan
Ibu mengatakan mulai merasa kenceng – kenceng teratur sejak pukul 17.00 WIB, dan hasil pemeriksaan dalam ibu sudah masuk pembukaan 2 cm, pada pukul 23.00 WIB, pembukaan serviks lengkap (10 cm).
Ibu melahirkan pada tanggal 14 Januari 2014, pada pukul 00.08 WIB dengan usia kehamilan 39 minggu 5 hari, ibu melahirkan di BPM Ruswati, Tawangrejo, Jatipurno, Wonogiri ditolong oleh bidan. Jenis persalinan Ny. N adalah persalinan spontan, tidak ada komplikasi pada saat persalinan. Plasenta lahir lengkap pukul 00.15 WIB dengan ukuran diameter ± 20 cm. tidak ada kelainan tali pusat, panjang tali pusat ± 52 cm, insersi tali pusat sentralis, tidak ada infark, tidak hematoma, tidak ada laserasi jalan lahir, perineum tidak dijahit.
Lama persalinan 9 jam 7 menit yaitu :
Kala I :  6 jamKala III:  7 menit
Kala II  :  1 jamKala IV:  2 jam
Jumlah pendarahan 150 cc
Bayi baru lahir pukul 00.08 WIB, jenis kelamin perempuan, BB : 3600 gram, PB : 49 cm, LO : 32 cm, LK : 33 cm, nilai APGAR pada menit I : B, menit ke – 5 : 9, menit ke 10 : 10 dan tidak ada cacat bawaan.
Riwayat Post Portum
Status emosional ibu baik, ibu merasa senang dan lega dapat melahirkan bayinya dengan selamat secara normal. Ibu mengatakan belum mempunyai pengalaman menyusui bayinya dan pengetahuan ibu tentang laktasi masih kurang. Sehingga mempengaruhi kesiapan ibu dalam masa laktasi, tetapi ibu ingin menyusui bayinya dengan ASI Eksklusif.
Riwayat Kesehatan
Riwayat Kesehatan yang Lalu
Ibu mengatakan tidak pernah menderita penyakit menular, menurun, menahun, seperti :
TBC:  batuk terus menerus > 3 minggu, berat badan
   menurun
Hepatitis:  nyeri perut, hilang nafsu makan, mual
HIV/AIDS:  keringat malam hari tanpa sebab, demam, lesu
Riwayat Kesehatan Sekarang
Ibu mengatakan telah melahirkan pada tanggal 14 Januari 2014 pukul 00.08 WIB dan perut terasa mulas, serta tidak sedang menderita penyakit menular (TBC, Hepatitis, HIV/AIDS dll), penyakit menurun (Asma, Hipertensi, DM, dll), penyakit menahun (jantung, paru – paru dan ginjal, dll)
Riwayat Kesehatan Keluarga
Ibu mengatakan didalam keluarga ibu pernah ada yang menderita hipertensi yaitu ibu kandung Ny. N. di dalam keluarga suami tidak pernah menderita penyakit menular seperti TBC, Hepatitis, HIV/AIDS, dll. Penyakit menurun seperti Asma, DM, Hipertensi, dll. Serta penyakit menahun seperti jantung, paru – paru, dan ginjal, dll.
Data Kebiasaan
Nutrisi
Ibu mengatakan minum pertama kali pada saat segera setelah melahirkan jenis air teh dan air putih, porsi 1 gelas. Ibu mengatakan tidak mempunyai pantangan makanan / minuman tertentu. Ibu mengatakan belum makan apapun setelah melahirkan.

Eliminasi
Ibu mengatakan setelah melahirkan baru BAK 1 kali pukul 05.50 WIB, ibu mengatakan belum BAB
Istirahat
Ibu mengatakan sudah bisa beristirahat / tidur selama ± 1 jam
Kebersihan
Ibu mengatakan sudah mengganti baju / pakaian setelah melahirkan dan ibu mengatakan sudah mandi pagi pukul 05.50 WIB, serta membersihkan alat kelaminnya dengan air hangat dan cebok dari arah depan ke belakang.
Ibu mengatakan telah mengganti pembalut 2 kali
Aktivitas
Ibu mengatakan sudah menggerak – gerakkan kaki dalam 2 jam pertama, miring kekanan dan kekiri dalam 4 jam pertama, duduk ditempat tidur dalam 6 jam pertama, dan ibu mengatakan sudah berjalan kekamar mandi dengan dibantu oleh keluarga
Seksual
Ibu mengatakan belum melakukan hubungan seksual setelah melahirkan
Data Psikologi, Sosial, Budaya dan Spiritual
Kesiapan ibu dalam menerima keadaannya sekarang dan bayinya ibu mengatakan merasa senang dan bahagia atas kelahiran anak pertamanya, ibu mengatakan siap untuk merawat anaknya dan akan memberikan ASI Eksklusif kepada anaknya.
Konsep Diri Ibu
Ibu mempunyai konsep diri yang baik yaitu ibu mengatakan bahwa dia yakin dapat merawat bayinya dengan baik
Hubungan dan dukungan keluarga serta lingkungan sekitar ibu mengatakan hubungan ibu dengan keluarga terjalin dengan baik. Keluarga dan lingkungan sekitar khususnya suami sangat mendukung ibu untuk merawat bayinya.
Pola Ibadah Ibu
Ibu mengatakan rajin dalam melaksanakan ibadah sholat 5 waktu
Data Pengetahuan Ibu tentang Masa Nifas
Ibu mengatakan pernah mendapat informasi mengenai ASI EKSKLUSIF dari bidan, namun kurang begitu paham, ibu mengatakan belum mengetahui teknik menyusui yang benar, belum mengetahui nutrisi yang dibutuhkan selama nifas serta belum mengetahui bagaimana cara perawatan payudara.

DATA OBYEKTIF
Keadaan umum:  Baik
Kesadaran:  Composmentis
Vital Sign
TO:  120/70 mmHgS:  35,6 0C
N:  90 x/menitR:  24 x/menit
Pemeriksaan Fisik
Kepala
Bentuk Kepala:  Mesochepal
Rambut dan Kulit:  Distribusi rambut merata, warna hitam,
   rambut lurus, kulit kepala bersih
Muka:  tidak oedema, tidak ada kloosma, tidak
   pucat
Hidung:  simetris, tidak ada kelainan, tidak ada
   polre, tidak ada secret abnormal
Mulut:  bibir merah kehitaman, lembab, tidak ada
   kelainan
Lidah:  bersih, tidak ada kelainan
Gigi:  tidak caries, tidak epulis, tidak
hipersalivasi, tidak ada bau mulut
Telinga:  simetris, tidak ada serumen abnormal,
   pendengaran normal, tidak ada nyeri tekan
Leher:  tidak ada pembesaran tyroid dan limfe
Dada
Payudara:  ada pembesaran, simetris, putting susu menonjol, tidak ada benjolan, air susu sudah keluar, payudara bersih
Ketiak
Tidak ada pembesaran kelenjar getah bening
Abdomen:  Ada linea nigra, tidak ada bekas luka
TFU:  2 jari dibawah pusat
Konsistensi:  keras
Kontraksi Uterus:  keras
Diastasis:  ada diastasis
Kandung kemih:  kosong
Genetalia
Vulva dan vagina:  tidak oedema, tidak ada varises
PPV:  lochea rubia 3 cc
Jahitan:  tidak ada
Kebersihan:  bersih
Anus:  tidak hemoroid
Ekstermitas Atas
Tidak oedema, tidak ada kelainan, tidak ada kekauan sendi, tidak ada luka
Ekstermitas Bawah
Tidak oedema, tidak ada kelainan, tidak ada kekakuan sendi, tidak ada luka, tidak varises, reflex patella kanan (+), reflex patella kiri (+)
Pemeriksaan Penunjang
Tidak dilakukan

INTERPRETASI DATA
Diagnosa
Ny. N usia 18 tahun P1A0 6 jam Post Portum Normal
Dasar
DS:  1. Ibu mengatakan melahirkan bayinya pada 14 Januari 2014
        pukul 00.08 WIB
   2. Ibu mengatakan merasa mulas pada perutnya
DO:
Keadaan umum: Baik
Kesadaran:  Composmentis
Vital Sign
TO:  120/70 mmHgS:  35,6 0C
N:  90 x/menitR:  24 x/menit
Payudara
Ada pembesaran, simetris, putting susu menonjol, tidak ada benjolan, air susu sudah keluar, payudara bersih
Abdomen
TFU:  2 jari dibawah pusat
Kontraksi uterus:  keras
Kandung kemih:  kosong
Genetika
PPV:  Lochea rubra 3 cc
Tidak ada jahitan, anus tidak hemoroid

DIAGNOSA POTENSIAL
Tidak ada

ANTISIPASI
Tidak ada

PERENCANAAN
Tanggal:  14 Januari 2014
Pukul:  06.17 WIB

Observasi keadaan ibu, meliputi : KU, vital sign, kontraksi, PPV dan memberitahu ibu hasil pemeriksaan setiap 6 jam
R/ : untuk memantau keadaan ibu serta ibu dapat mengetahui kondisinya
sehingga kecemasan ibu berkurang
Penuhi kebutuhan nutrisi ibu
R/ :  agar kebutuhan nutrisi ibu selama nifas terpenuhi
Berikan KIE tentang nutrisi ibu nifas
R/ :  untuk membantu proses pemulihan tubuh ibu pasca melahirkan,
serta membantu proses produksi ASI
Anjurkan ibu untuk istirahat
R/ :  untuk membantu proses pemulihan tubuh ibu
Berikan KIE tentang ASI EKSKLUSIF
R/ :  agar ibu mengerti dan mampu memberikan ASI eksklusif untuk
bayinya
Anjurkan ibu untuk menyusui bayinya secara on demand (sesuai keinginan bayi) atau sesuai kebutuhan Ibu. Apabila bayi tidur, berikan ASI setiap 2 jam, jarak pemberian ASI maksimal 4 jam
R/ :  untuk memenuhi nutrisi bayi dan mencegah terjadinya
hipoglikemia
Berikan KIE tentang teknik menyusui yang benar
R/ :  agar ibu paham dan mengerti teknik menyusui yang benar dan dapat dipraktekkan dirumah
Ajarkan ibu cara perawatan payudara
R/ :  agar ibu mengerti dan mampu marawat payudara
Berikan dan anjurkan ibu untuk minum obat sesuai yang telah diberikan
R/ :  untuk membantu proses pemulihan tubuh ibu

PELAKSANAAN
Tanggal:  14 Januari 2014
Pukul:  06.23 WIB

Mengobservasi keadaan ibu, meliputi KU, vital sign, kontraksi, PPV dan memberitahu ibu hasil pemeriksaan setiap 6 jam
Pukul 06.24 WIB
Memenuhi kebutuhan nutrisi ibu, meliputi makan (nasi + lauk pauk + sayur + buah) porsi 1 piring dan minum (air the + air putih) porsi 1 gelas
Pukul 06.25 WIB
Memberikan KIE tentang nutrisi ibu nifas meliputi :
Pemenuhan nutrisi bagi ibu nifas / ibu menyusui sangat penting  untuk pemulihan tubuh pasca persalinan, untuk cadangan tenaga, kesehatan yang optimum, mempersiapkan untuk dapat menyusui sehingga ASI untuk bayi berkecukupan
Permasalahan yang mungkin muncul akibat kekurangan nutrisi yaitu dapat menghambat pemulihan tubuh pasca persalinan, kelelahan, gangguan kesehatan dan kurangnya ASI
Karbohidrat
Manfaat:  sebagai sumber energi
Sumber:  padi – padian (gandum, dan beras) atau serelia,
umbi – umbian (kentang, singkong, ubi jalar), jagung, kacang – kacang kering dan gula
Kebutuhan :  sekitar 60 – 70 % dari seluruh kebutuhan kalori tubuh
Protein
Manfaat:  membantu dalam penyembuhan jaringan dan
produksi ASI
Sumber:  daging sapi, ayam, ikan / makanan hasil laut
lainnya, telur, susu, temped an kacang – kacangan
Kebutuhan:  10-20 % dari total kalori
Lemak
Manfaat:  membanu perkembangan otak bayi dan retina
mata
Sumber:  minyak jagung dan ikan
Kebutuhan:20-30 % dari total kalori
Serat
Manfaat:  mempermudah ekskresi, meningkatkan kekuatan otot, serta penambahan cairan tubuh
Sumber:  sayur dan buah – buahan
Kebutuhan:  20 mg/hari
Zat Besi
Manfaat:  mencegah anemia dan meningkatkan daya tahan tubuh
Sumber:  hati, sumsum tulang, telur dan sayuran hijau tua
Kebutuhan:  25 mg/hari
Iodium
Manfaat:  meningkatkan pertumbuhan fisik dan mental
Sumber:  garam beryodium
Kebutuhan:  200 mg/hari
Vitamin C dan A
Manfaat:  meningkatkan daya tahan tubuh, membantu
produksi ASI
Sumber:  vitamin A (hati, sayuran hijau tua dan kuning)
   vitamin C (buah/sayuran berwarna hijau dan
   kuning)
Kebutuhan:  vitamin A 850 mg/hari dan vitamin C 85 mg/hari
Cairan
Manfaat:  mencegah dehidrasi dan diproduksi menjadi ASI
Kebutuhan:  2,5 – 3 liter/hari
Kebutuhan kalori untuk ibu menyususi / ibu nifas selama satu hari yaitu ibu memerlukan peningkatan energy / kalori untuk memenuhi kebutuhan ibu dan produksi ASI sebanyak 2900 kalori
Pengaturan makan untuk ibu menyususi / ibu nifas selama satu hari, yaitu kebutuhan kalori 2900 kalori dapat dibagi menjadi 3 porsi makan pagi, siang, dan sore, disertai selingan
Cara memilih, mengolah dan menyajikan makanan secara benar yaitu :
Memilih bahan makanan yang masih segar
Jangan merendam sayuran yang sudah dipotong terlalu lama, agar vitamin B dan C tidak mudah larut dalam air
Selalu menggunakan peralatan masak yang bersih
Memasak sayuran jangan direbus terlalu lama, agar vitamin didalamnya tidak hilang
Masaklah daging dan ikan sampai benar – benar matang, mengolah daging dan ikan lebih baik di kukus / direbus / tim daripada digoreng
Jangan menggunakan peralatan untuk menyajikan makanan panas dari bahan plastic
Hindari menghangatkan makanan berkali – kali 
Apabila ibu memiliki pantangan terhadap suatu makanan tertentu kemungkinan makanan – makanan yang dipantang justru mengandung zat gizi yang diperlukan oleh tubuh ibu untuk menyusui misalnya ikan, telur dll
Contoh menu untuk ibu menyusui / ibu nifas yaitu nasi + lauk pauk (telur, tempe, daging, dll) + sayur + buah serta air putih
Pukul 06.30 WIB
Menganjurkan ibu untuk cukup istirahat, yaitu dengan tidur malam ±8 jam/hari, tidur siang ± 1 jam/hari
Pukul 06.31 WIB
Pengertian
ASi Eksklusif adalah bayi yang hanya diberi ASI saja, tanpa tambahan cairan / makanan, kecuali obat, vitamin dan mineral sampai umur 6 bulan
Manfaat ASI
Sebagai nutrisi
Sebagai daya tahan tubuh
Meningkatkan kecerdasan
Meningkatkan jalinan kasih sayang
Penghematan biaya, obat – obatan, tenaga dan sarana kesehatan
Menciptakan generasi penerus bangsa yang tangguh dan berkualitas
Zat kekebalan dalam ASI
Factor bifidus : mendukung proses perkembangan bakteri yang menguntungkan dalam usus bayi, dan mencegah pertumbuhan bakteri yang merugikan
Lactoferin : mengikat zat besi dalam ASI, sehingga zat besi tidak digunakan oleh bakteri pathogen untuk pertumbuhannya
Anti alergi
Mengandung zat antivirus polio
Membantu pertumbuhan selaput usus bayi sebagai perisai untuk menhindari zat – zat merugikan yang masuk dalam peredaran darah 
Komposisi ASI, meliputi
Kolostrum
Merupakan cairan yang pertama kali, kental dengan warna kekuningan
Disekresi hari 1-3, bila dipanaskan menggumpal
Merupakan pencahar yang ideal untuk membersihkan mekonium dari usus bayi dan mempersiapkan saluran pencernaan bayi
Lebih banyak mengandung karbohidrat, protein, mineral, anti bodi, memberikan perlindungan bagi bayi sampai usia 6 bulan 

Air susu masa peralihan
Merupakan ASI peralihan dari kolostrum ke ASI matur
Disekresi hari ke-4 sampai ke-10
Kadar protein makin rendah, kadar karbohidrat dan lemak semakin tinggi, volume meningkat
Air susu matur
ASI yang disekresi hari ke-10 dan seterusnya, komposisi relative konstan
Cairan putih kekuningan yang diakibatkan dari ca-casein, riboflavin, dan koroten
Tidak menggumpal jika dipanaskan
Terdapat anti microbial factor antara lain : antibody (kekebalan terhadap infeksi), protein dan hormon – hormon
Cara memperbanyak produksi ASI
Bayi menyusu setiap 2 jam selama 10-15 menit disetiap payudara
Bangunkan bayi, buka gedong / baju yang membuat rasa gerah, duduklah selama menyusui
Pastikan bayi menyusu dengan posisi yang baik (menempel pada ibunya) dan menelan secara aktif
Susui bayi ditempat yang tenang, nyaman, dan minumlah setiap kali menyusui
Tidur bersebelahan atau dekat dengan bayi sehingga dapat menyusui setiap saat
Ibu meningkatkan istirahat dan minum
Cara pemerasan ASI dengan tangan
Cuci tangan sampai bersih
Siapkan cangkir / gelas bertutup yang telah dicuci dengan air mendidih
Kompres payudara dengan handuk hangat dan masase dengan kedua telapak tangan dari pangkal kearah kalang payudara, ulangi pemijatan sampai merata diseluruh payudara
Dengan ibu jari disekitar kalang payudara bagian atas dan jari telunjuk pada sisi yang lain, lalu daerah kalang payudara ditekan kearah dada
Daerah kalang payudara diperas dengan ibu jari dan jari telunjuk, jangan memijat / menekan putting karena dapat menyebabkan nyeri / lecet
Ulangi tekan – peras – lepas, tekan – peras – lepas, pada mulanya ASI tak keluar, setelah beberapa kali ASI baru akan keluar
Ualngi gerakan pada kalang payudara pada semua sisi
Cara penyimpanan dan pemberian ASI perah
Diudara terbuka / bebas 6-8 jam
Dilemari es (4 0C) 24 jam
Dilemari pendingin / beku (-18 0C) 6 bulan
ASI yang telah didinginkan bila akan dipakai tidak boleh direbus, karena kualiatsnya akan menurun yaitu unsur  kekebalannya, ASI tersebut cukup didiamkan beberapa saat didalam suhu kamar, agar tidak terlalu dingin, atau dapat pula direndam wadah yang telah berisi air panas. Memberikan ASI perah dengan menggunakan sendok
Cara penerapan ASI Eksklusif pada ibu bekerja
Selama cuti hanya memberikan ASI saja
Sebelum masa cuti habis, ubah pola minum bayi dengan ASI perah
Sebelum berangkat bekerja susui bayi
Selama dikantor perah ASI selama 3-4 jam
Simpan dilemari es dan dibawa pulang
Setelah dihangatkan berikan dengan sendok
Pukul 06.36 WIB
Mengajurkan ibu untuk menyusui bayinya secara on demand (sesuai keinginan bayi) atau sesuai kebutuhan ibu. Apabila bayi tidur, berikan ASI setiap 2 jam dengan bangunkan bayi terlebih dahulu. Maksimal jarak pemberian ASI yaitu tidak boleh lebih dari 4 jam
Pukul 06.37 WIB
Memberikan KIE tentang teknik menyusui yang benar, meliputi :
Cuci tangan dengan air bersih yang mengalir
Ibu duduk dengan santai, kaki tidak boleh menggantung
Perah sedikit ASI dan oleskan keputing dan sekitarnya (areola) agar putting susu tidak lecet
Posisikan bayi dengan benar
Bayi dipegang dengan 1 lengan, kepala dilengkungan siku, bokong bayi ditahan dengan telapak tangan ibu
Perut bayi menempel ketubuh ibu
Mulut bayi berada didepan putting susu ibu
Lengan bayi yang dibawah merangkul tubuh ibu, jangan berada diantara tubuh ibu dan bayi, tangan yang diatas boleh dipegang ibu atau diletakkan diatas dada ibu
Telinga dan lengan yang diatas berada dalam 1 garis lurus
Bibir bayi dirangsang dengan jari kelingking agar mulut bayi terbuka, kemudian dengan cepat kepala bayi didekatkan dengan payudara ibu dan putting serta areola dimasukkan kedalam mulut bayi
Mengecek apakah perlekatan sudah benar
Dagu menempel payudara ibu
Sebagian besar areola yang berada dibawah masuk kedalam mulut bayi
Bibir bayi terlipat keluar
Pipi bayi membulat
Tidak boleh terdengar bunyi decak, hanya boleh terdengar bunyi menelan
Ibu tidak kesakitan
Bayi tenang
Pemberian ASI tidak boleh dijadwal, pada hari – hari pertama ASI belum keluar, sehingga bayi akan sering minta menyusui. Pemberian ASI sekitar selama 10-15 menit pada setiap payudara
Tidak memberikan minuman lain sebelum ASI keluar, karena dapat mengurangi keinginan bayi untuk menghisap
Setelah menyusui, sendawakan bayi dengan cara menepuk punggung bayi secara perlahan serta perah sedikit ASI dan oleskan didaerah puting susu dan areola
Mencuci tangan dengan air bersih dan mengalir
Pukul 06.40 WIB
Mengajarkan ibu cara merawat payudara, yaitu membersihkan payudara dengan air hangat tanpa disabun. Baik sebelum maupun setelah menyusui, oleskan sedikit ASI pada daerah putting dan areola. Menggunakan bra yang menopang seluruh payudara, dan tidak ketat
Pukul 06.41 WIB
Memberikan dan menganjurkan ibu untuk minum obat sesuai anjuran
Tindakan : Amoxilin 500 mg 3x1
Asam Mefenamat 500 mg3x1
Momilen1x1

EVALUASI
Tanggal :  14 Januari 2014
Pukul:  12.00 WIB
Telah dilakukan observasi keadaan ibu
Keadaan umum:  Baik
Kesadaran :  Composmentis

Vital Sign
TD:  110/80 mmHgS:  35,7 0C
N:  88 x/menitR:  24 x/menit
TFU: 2 jari dibawah pusat
Kontraksi uterus:  keras
Kandung kemih:  kosong
PPV:  lochea rubra 5 cc

Ibu mengatakan masih merasa mulas, masih mengeluarkan darah dari jalan lahir, dan belum bisa BAB.
Ibu mengerti bahwa kondisinya saat ini baik dan rasa mulas pada perut adalah normal, ibu terlihat tenang
Kebutuhan nutrisi ibu telah terpenuhi, ibu telah menghaiskan makan (nasi + lauk pauk + sayur) porsi 1 piring dan minum (air putih dan air teh) porsi 1 gelas pada jam 07.00 WIB dan 12.00 WIB
Ibu mengerti tentang KIE kebutuhan nutrisi ibu nifas dan bersedia memenuhi kebutuhan nutrisi
Ibu bersedia untuk beristirahat dengan cukup
Ibu mengerti tentang KIE ASI Eksklusif dan bersedia menerapkannya
Ibu mengerti dan bersedia menyusui bayinya secara on demand
Ibu mengerti tentang teknik menyusui yang benar dan mampu melakukannya dengan benar serta bersedia untuk menerapkannya
Ibu mengerti dan bersedia merawat payudara sesuai dengan anjuran serta ibu telah mampu merawat payudaranya
Ibu sudah meminum obat 2 kali pada pukul 07.00 WIb dan pukul 12.00 WIB
Terapi pukul 07.00 WIB
Amoxilin 500 gram 1 tablet
Asam mefenamat 500 gram 1 tablet
Terapi pukul 12.00 WIB
Amoxilin 500 gram 1 tablet
DATA PERKEMBANGAN I
Tanggal:  14 Januari 2014
Pukul:  12.00 WIB

SUBYEKTIF
Ibu mengetakan masih merasa mulas
Ibu mengatakan masih mengeluarkan darah dari jalan lahir
Ibu mengatakan belum BAB

OBYEKTIF
Keadaan umum:  Baik
Kesadaran:  composmentis
Vital Sign
TD:  110/80 mmHgS:  35,7 0C
N:  88 x/menitR:  24 x/menit
TFU
Kontraksi uterus:  keras
Kandung kemih:  kosong
PPV:  lochea rubra 5 cc

ASSESMENT
Ny. N usia 18 tahun P1A0 12 jam post partum normal

PLANNING
Tanggal:  14 Januari 2014
Pukul:  12.05 WIB
Mengobservasi keadaan ibu, meliputi KU, vital sign, TFU, kontraksi dan PPV, serta memberitahu ibu hasil pemeriksaan setiap 6 jam sekali
R/ :  untuk memantau keadaan ibu dan ibu dapat mengetahui keadaannya sehingga kecemasan ibu berkurang
Pukul 10.00 WIB
Keadaan umum: baik
Kesadaran:  composmentis
Vital sign
TD:  100/80 mmHgS:  36,7 0C
N:  86 x/menitR:  22 x/menit
TFU: 2 jari dibawah pusat
Kontraksi uterus:  keras
PPV:  lochea rubra 5 cc

Ibu mengatakanmasih merasa mulas, masih mengeluarkan darah dari jalan lahir, dan belum bisa BAB.
Menjelaskan bahwa kondisi ibu baik, dan rasa mulas tersebut adalah normal, hal itu merupakan proses kembalinya uterus ke bentuk sebelum hamil. Ibu mengerti dan ibu terlihat tenang
Memenuhi kebutuhan nutrisi ibu
R/ :  agar kebutuhan nutrisi ibu terpenuhi
Kebutuhan nutrisi ibu telah dipenuhi pukul 18.00 WIB. Ibu sudah menghabiskan makan (nasi + lauk pauk + sayur) porsi 1 piring dan minum (air putih dan air teh) porsi 1 gelas
Menganjurkan ibu untuk tetap memenuhi kebutuhan nutrisi untuk ibu nifas sesuai dngan anjuran yang telah diberikan dan menganjurkan ibu untuk mengonsumsi makanan berserat seperti buah – buahan dan sayuran segar. Serta minum air putih 8-12 gelas / hari (2,5 – 3 L) atau minum / gelas setiap selesai menyusui
R/ :  untuk membantu proses pemulihan tubuh ibu, membantu produksi ASI dan memperlancar BAB
Ibu mengerti dan bersedia melakukan anjuran yang diberikan
Menganjurkan ibu untuk tetap memberikan ASI Eksklusif utuk bayinya, serta menyusui secara on-demand (sesuai keinginan bayi) atau sesuai kebutuhan ibu. Apabila bayi tidur berikan ASI setiap 2 jam sekali dengan cara membangunkan bayi terlebih dahulu, jarak pemberian ASI maksimal 4 jam
R/ :  untuk memenuhi kebutuhan nutrisi bayi
Ibu mengerti dan bersedia melakukan anjuran yang diberikan 
Melanjutkan terapi
R/ :  untuk membantu proses pemulihan tubuh ibu
Ibu telah meminum obat terapi
Amoxilin 500 gram 1 tablet pukul 18.00 WIB
Momilen 1 tablet pukul 20.00 WIB
Apabila ibu mengalami salah satu tanda tersebut. Segera dating ke pelayanan kesehatan terdekat seperti Bidan, Dokter, RS, Puskesmas dll.
R/ :  agar ibu mengerti sehingga apabila mengalami salah satu tanda dapat segera kepelayanan kesehatan dan segera ditangani
Ibu mengerti dan bersedia melakukan anjuran yang diberikan 
Melanjutkan terapi
R/ : untuk membantu proses pemulihan tubuh ibu
Ibu sudah meminum obat pukul 06.30 WIB
Terapi :  Amoxilin 500 gram 1 tablet
   Asam Mefenomat 500 gram 1 tablet

DATA PERKEMBANGAN II
Tanggal:  14 Januari 2014
Pukul:  20.00 WIB

SUBYEKTIF
Ibu mengatakan masih merasa mulas
Ibu mengatakan masih mengeluarkan darah dari jalan lahir
Ibu mengatakan masih belum bisa BAB
OBYEKTIF
Keadaan umum:  Baik
Kesadaran:  composmentis
Vital Sign
TD:  100/80 mmHgS:  36,7 0C
N:  86 x/menitR:  22 x/menit
TFU:  2 jari dibawah pusat
Kontraksi uterus:  keras
PPV:  lochea rubra 5 cc

ASSEMENT
Ny. N usia 18 tahun P1A0 20 jam post partum normal

PLANNING
Tanggal:  14 Januari 2014
Pukul:  20.05 WIB
Mengobservasi keadaan ibu, meliputi KU, vital sign, TFU, kontraksi, PPV dan memberitahu ibu hasil pemeriksaan
R/ :  untuk memantau keadaan ibu dan ibu dapat mengetahui kondisinya sehingga kecemasan ibu berkurang
Pukul 06.00 WIB, tanggal 15 Januari 2014
Keadaan umum: baik
Kesadaran:  composmentis
Vital sign
TD:  110/90 mmHgS:  36,5 0C
N:  84 x/menitR:  22 x/menit
TFU: 2 jari dibawah pusat
Kontraksi uterus:  keras
PPV:  lochea rubra 3 cc
Ibu mengatakan masih merasa mules dan masih mengeluarkan darah dari jalan lahir, dan sudah BAB 1 kali pukul 05.00 WIB
Ibu mengerti bahwa kondisinya saat ini baik dan normal, ibu terlihat tenang.
Memenuhi kebutuhan nutrisi ibu
R/ :  agar kebutuhan nutrisi ibu terpenuhi
Kebutuhan nutrisi ibu telah dipenuhi pukul 06.30 WIB. Ibu sudah makan, jenis nasi+lauk pauk+sayur, porsi 1 piring dan minum jenis air putih dan air teh, porsi 1 gelas
Menganjurkan ibu untuk tetap memenuhi kebutuhan nutrisi ibu nifasdan menganjurkan ibu untuk mengonsumsi makanan yang tinggi serat seperti buah – buahan dan sayuran segar serta minum 8-12 gelas/hari (2,5 – 3L) atau minum 1 gelas setiap selesai menyusui
R/ :  untuk membantu proses pemulihan ibu, membantu proses produksi ASI, dan membantu memperlancar BAB
Ibu mengerti dan bersedia melakukan anjuran yang diberikan
Menganjurkan ibu untuk tetap memberikan ASI Eksklusif untuk bayinya serta menganjurkan ibu menyusui secara on-demand (sesuai keinginan bayi) atau kebutuhan ibu. Apabila bayi tidur, berikan ASI setiap 2 jam sekali dengan membangunkan bayi terlebih dahulu, jarak pemberian ASI maksimal 4 jam.
R/ :  agar kebutuhan nutrisi bayi terpenuhi
Ibu mengerti dan bersedia melakukan anjuran yang diberikan
Memberikan KIE tentang tanda bahaya nifas, meliputi :
Suhu tubuh ibu lebih dari 38 0C
Bengkak pada wajah, tangan dan kaki yang tidak hilang setelah istirahat
Pengeluaran per vaginam yang abnormal, yaitu banyak (lebih dari 2 pembalut dalam waktu 1-2 jam)
Pengeluaran cairan vagina yang berbau busuk
Sakit kepala, pandangan mata kabur yang tidak hilang setelah istirahat
Demam, muntah, sakit saat berkemih, atau merasa tidak enak badan
Kehilangan selera makan untuk waktu yang lama
Payudara merah, panas atau sakit
Merasa sedih dan atau merasa tidak mampu mengurus diri sendiri dan bayinya

DATA PERKEMBANGAN III
Tanggal:  15 Januari 2014
Pukul:  06.00 WIB

SUBYEKTIF
Ibu mengatakan masih merasa mulas
Ibu mengatakan masih mengeluarkan darah dari jalan lahirnya
Ibu mengatakan sudah BAB 1 kali pukul 05.00 WIB

OBYEKTIF
Keadaan umum:  Baik
Kesadaran:  composmentis
Vital Sign
TD:  110/90 mmHgS:  36,5 0C
N:  84 x/menitR:  22 x/menit
TFU:  2 jari dibawah pusat
Kontraksi uterus:  keras
PPV:  lochea rubra 3 cc

ASSEMENT
Ny. N usia 18 tahun P1A0 30 jam post partum normal

PLANNING
Memberitahu ibu hasil pemeriksaan
R/ :  agar ibu mengetahui keadaannya saat ini sehingga kecemasan ibu berkurang
Keadaan umum: baik
Kesadaran:  composmentis
Vital sign
TD:  110/90 mmHgS:  36,5 0C
N:  84 x/menitR:  22 x/menit
TFU: 2 jari dibawah pusat
Kontraksi uterus:  keras
PPV:  lochea rubra 3 cc
Ibu mengerti penjelasan yang diberikan bahwa ibu dalam kondisi yang baik dan normal, ibu terlihat tenang
Menganjurkan ibu untuk melakukan kunjungan ulang 1 minggu lagi pada tanggal 22 Januari 2014 atau jika ada keluhan
R/ :  untuk memantau kondisi ibu
Ibu bersedia melakukan kunjungan ulang 1 minggu lagi pada tanggal 22 Januari 2014 atau jika ada keluhan
Menyiapkan pasien pulang, meluputi :
Memberikan KIE tentang kebutuhan nutrisi ibu nifas
Memberikan KIE tentang ASI Eksklusif
Memberikan KIR tentang teknik menyusui yang benar
Menganjurkan ibu untuk meminum obat sesuai anjuran
Terapi:  Amoxilin 500 gram 3x1
   Asam Mefenomat 500 gram 1x1 (pagi hari)
   Momilen 1x1 (menjelang tidur)
R/ :  ibu sudah mendapatkan semua KIE dan bersedia meminum obat sesuai anjuran. Ibu sudah pulang pukul 07.30 WIB






Wednesday, 10 August 2016

Contoh ASKEB BBL Pathologi Bayi Asfiksia dan Labiopalatoskizis


ASUHAN KEBIDANAN BAYI BARU LAHIR PATHOLOGI
PADA BAYAI Ny. O USIA 0 MENIT DENGAN ASFIKSIA SEDANG DAN LABIOPALATOSKIZIS
DI RSUD BANYUDONO

 














Disusun Oleh :
Dwi Meitiya Fatimah
A 2012023




DIII KEBIDANAN
SEKOLAH TINGGI KESEHATAN (STIKES) AISYIYAH SURAKARTA
2014


LAPORAN PENDAHULUAN
BAYI BARULAHIR DENGAN ASFIKSIA DAN LABIOPALATOSKIZIS

Ø  ASFIKSIA
A.    PENGERTIAN
Asfiksia neonotus adalah suatu keadaan bayi baru lahir yang tidak segera bernafas secara spontan dan teratur setelah dilahirkan (mochtar : 1998)
Asfiksia neonotus adalah keadaan bayi yang tidak dapat bernafas spontan dan teratur, sehingga dapat menunjukkan tekanan O2 yang kurang dan semakin meningkatkan CO2 yang menimbulkan akibat buruk dalam kehidupan lebih lanjut (Manuaba : 1998).
Asfiksia berarti hipoksia progresis, penimbunan CO2 dan asidosis bila proses ini berlangsung terlalu jauh dapat mengakibatkan kerusakan otak atau kematian. Assiksia juga dapat mempengaruhi fungsi organ vital lainnya (Saiffudin : 2001)

B.     KLASIFIKASI
Nilar APGAR Score
Tanda
Skor 0
1
2
Frekuensi jantung
Usaha nafas
Tonus otot
Resiek
Warna kulit
Tidak ada
Tidak ada
Lumpuh
Tidak ada
Biru/pucat
<100x/menit
Lambat tidak teratur
Ekstimitas fleksi
Gerakan sedikit
Tubuh merah
Ekstremitas biru
>100 x/menit
Menangis kuat
Gerakan aktif
Tangisan kuat
Seluruh tubuh
Kemerahan

Klasifikasi klinis apgarscore
  1. Asfiksia berat (nilar apgar 0-3)
Pemeriksaan fisik ditemukan frekuensi jantung tidak ada atau <100x/menit, tonus otot lemas, sianosis berat, tidak ada reaksi, respirasi tidak ada.
  1. Astiksia ringan-sedang (nilai apgar 4-6)
Pemeriksaan fisik ditemukan frekuensi jantung <100x/menit, tonus otot kurang, sinosis (badan merah, ektremitas biru), menangis, respirasi lambat tidak teratur.
  1. Bayi normal/sedikit asfiksia (nilai apgar (7-9)
Pemeriksaan fisik ditemukan frekuensi jantung >100x/menit, tonus otot baik/pergerakn aktif seluruh badan merah, menangis kuat respirasi baik
  1. Bayi normal dengan (nilai apgar 10)
Bayi dianggap sehat, tidak perlu tindakan istimewa

C.    ETIOLOGI
Beberapa faktor tertentu diketahui dapat menjadi penyebab terjadinya astiksia pada bayi baru lahir diantaranya adalah factor ibu, tali pusat dan bayi berikut ini
  1. Faktor ibu
a.       Preklamesia dan eklamsi
b.      Perdarahn abnormal (plasenta previra/solusio plasenta)
c.       Pertus lama/partus mocec
d.      Demam selama persalinan, infeksi berat (malaria, sitilis, TBC, HIV)
e.       Kehamilan lewat waktu (sesudah 42 minggu kehamilan)
  1. Faktor tali pusat
a.       Lilitan tali pusat
b.      Tali pusat pendek
c.       Simpul tali pusat
d.      Prolopsus tali pusat
  1. Faktor bayi
a.       Bayi premature
b.      Persalinan dengan tindakan (sungsang bayi kembar distosia bahu, ekstrasi kacum ekstrasi forcep
c.       Kelainan bawaan
d.      Air ketuban bercampur
D.    DIAGNOSA
Untuk dapat mediagnosa gawat janin dapat ditetapkan dengan melakukan pemeriksaan sebagai berikut
  1. Denyut jantung janin
a.       DJJ : meningkat >160x/menit tingkat pemulaan
b.      Frekuensi denyut jantung <100x/menit
c.       Pengeluaran mekanium pada letak kepala menunjukkan gawat janin (Manuaba, 2001:422)
  1. Mekonium dalam air ketuban
  2. Lama persalinan
Lamanya peralinan menyebabkan aliran oksigen ke janin berkurang yang dapat menyebabkan terjadi asfikria pada BBC yaitu partus lama/partus macet dan persalinan sulit, seperti letak sungsang, bayi kembar, distorik bahu, ektraksi vacuum dan vorcep

E.     PENATALAKSAAN ASFIKSIA SEDANG
  1. Mencegah BBL kelahiran panas dan mengeringkan tubuh bayi
  2. Meletakkan bayi dalam posisi yang benar
a.       Bayi diletakkan terlentang diatas alas yang datara, kepala lurus dan leher sedikit tengadah
b.      Letakkan handuk/selimut /kain yang digulung dibawah bahu bayi
  1. Membersihkan jalan nafas
a.       Kepala bayi dimiringkan agar cairan berkumpul di mulut dan tidak differing bagian belakang
b.      Mulut dibersihkan terlebih dahlulu maksud cairan tidak teraspirasi 
  1. Menilai bayi
Penilaian bayi dilakukan berdasarkan 3 gejala yang sangat penting yaitu
a.       Usaha nafas
b.      Frekuensi denyut jantung
c.       Warna kulit

  1. Menilai usaha nafas
a.       Apabila bayi mengalami sukar bernafas dilakukan rengsangan tektil
b.      Apabila setelah beberapa detik tidak terjadi reaksi atas rangsangan tektil, mulailah pemberian VTP (Ventilasi Tekanan Positif)
  1. Menilai frekuensi denyut jantung
a.       Frekuensi denyut jantung dihitung dengan cara menghitung denyut jantung selama 6 detik dan hasilnya 10 x
b.      Apabila frekuensi denyut jantung >100x/menit dianjurkan menilai warna kulit
c.       Apabila frekuensi denyut jantung kurang dari 100 x/menit walaupun bayi bernafas spontan, menjadi indikasi dilakukan VTP
  1. Menilai warna kulit
a.       Apabila terdapat nanosis sentral, oksigen tetap diberikan
b.      Apabila terdapat sionosis resifer, oksigen tidak perlu diberikan
  1. Ventilasi tekanan positif
a.       VTP dilakukan dengan jungkup 4 bolon sesunitas/sungkup dan tebung
b.      Kecuali ventilasi 40-60x/menit
c.       Tekanan ventilasi untuk bernafas pertama 30-40 cm H2O, setelah nafas pertama tekanan 15-20 cm H2O
d.      Suara nafas didengar dengan menggunakan stetoskop  

Ø  LABIOPALATOSKIZIS
A.    PENGERTIAN
Labioskitis adalah kelainan congenital sumbing yang terjadi akibat kegagalan fusi/penyatuan prominen maksilaris dengan prominen nasalis medial yang diikuti distrupsi kedia bibir, rahang dan pelatum anterior.
Palatuskizis adalah kelainan congenital sumbing akibat kegagalan susi poletum pada garis tengah dan kegagalan fusi dengan septumnasi



B.     KLASIFIKASI
Berdasarkan organ yang terlibat
  1. Labioskizis                  : celah di bibir
  2. Gnatoskizs                  : celah di gusi
  3. Paktuskizis                  : celah di langit
  4. Labiopelatoskitis         : celah di bibir dan langit-langit 
Berdasarkan lengkap / tidaknya celah terbentuk
  1. Unitekal Incomplete   : celah sumbing hanya disalah satu sisi bibir dan
tidak memanjang hingga kehidung.
  1. Unilotekal complete    : celah sumbing terjadi hanya disalah satu sisi bibir
dan memanjang hingga ke hidung
  1. Bilateral complete       : celah sumbing terjadi di kedua sisi bibir dan
memanjang hingga ke hidung.

C.    ETIOLOGI
  1. Herediter
a.       Mutasi Gen
b.      Kelainan Kromosom
Celah bibir terjadi sebagai suatu ekspresi bermacam-macam syndrome akibat penyimpangan dai kromosom, missal trisomi 13 (poteu), trisomi 18 (edwars) dan Trisomi 21
  1. Faktor Lingkungan
a.       Faktor usia ibu semakin bertambahnya usia ibu, waktu hamil daya pembentukan embrio (pembelahan merosis) akan menurun.
b.      Obat-obatan misalnya penggunaan asetosal/aspirin sebagai obat onolgesik pada masa kehamilan trimester pertama. Beberapa obat yang tidak boleh dikonsumsi selama hamil yaitu ritampisin, fenesitin, sulfonamide, aminoglikosid, indometcsin, asam fluteticmet, ibu prosen, penisilamin, drazepam, kurtikosteroid
c.       Nutrisi, misalnya defisiensi, Zn, B6, Vitamin C, dan asam folat
d.      Jumlah paritas ibu  
e.       Penyakit ibfeksi contoh : infeksi rubella, sifilis, Toxoplasmosis, dan klamidic.

D.    TANDA GEJALA
  1. Terjadi pemisahan langit-langit
  2. Terjadi pemisahan bibir
  3. Terjadi pemisahan bibir dan langit-langit
  4. Infeksi telingga
  5. BB tidak bertambah
  6. Pada bayi terjadi regurgitasi nasal ketika mengurus yaitu keluarnya air susu dari hidung

E.     KOMPLIKASI
  1. Gengguan bicara
  2. Aspirasi
  3. Distress pernafasan
  4. Resiko infeksi saluran nafas
  5. Pertumbuhan dan perkembangan terhambat
  6. Gangguan pedengaran yang disebabkan oleh atitis media sekunder akibat disfungsi tube eustcchius
  7. Masalah gigi
  8. Kesulitan makan

F.     PENATALAKSANAAN
Penanganan untuk bibir sumbing adalah operasi. Operasi dilakukan setelah bayi berusia 2 bulan, dengan BB meningkat dan bebas dari infeksi orol pada saluran nafas dan sistemik. Sebelum melakukan operasi syarat rules of ten harus dipenuhi yaitu BB bayi minimal 10 Pon kadar Hb 109% dan usia minimal 10 minggu dan kadar leukosit minimal 10.000/UI


  1. PERAWATAN
a.       Menyusui ibu
Menyusui adalah metode pemberian makan terbaik untuk seorang bayi dengan bibir sumbing tidak menghambat penghisapan susu ibu
b.      Menggunakan alat khusus
·         Dot domba (dot besar, ujung halus dengan lubang besar) atau hanya dot biasa dengan lubang khusus
·         Botol peras dengan meremas botol mak susu dapat di dorong jatuh ke belakang mulut hingga dapat dihisap bayi
·         Ortodonsi pemberian plat yaitu pemberian penutup sementara celah paktum agar memudahkan pemberian minum
c.       Tepuk-tepuk punggung bayi berkali-kali karena cenderung untuk menelan banyak udara
d.      Periksalah bagian bawah hidung dengan teratur
e.       Suatu kondisi yang sangat sakit dapat membuat bayi menolak menyusu. Jika hal ini terjadi arahkan dot ke bagian sisi mulut (untuk memberikan kesempatan pada kulit yang lembut untuk sembuh)
f.       Setelah selesai menyusu, perlahan-lahan bersihkan daerah yang sumbing dengan alat berujung kapas yang telah dicelupkan dalam hydrogen perosida / setengah kuat atau air 
  1. PENGOBATAN
a.       Dilakukan bedah elektif yang melibatkan beberapa disiplin ilmu untuk penanganan selanjutnya. Bayi akan memperoleh operasi untuk memperbarui kelainan, tetapi waktu yang tepat untuk operasi tersebut bervariasi.
b.      Tindakan pertama dikerjakan untuk menutup celah bibir berdasarkan criteria rule of Ten yaitu : umur > 10 minggu, BB > 10 pon/5kg, Hb >10 gr/dl, leukusit>10.000/UI
c.       Tindakan operasi selanjutnya adalah menutup langitan/palatoplasi dikerjakan sedini mungkin (15-24 bulan)
Pada umur 8-9 tahun, dilaksanakan operasi penambahan tulang pada celah alveolus/maxilla
Pada umur 15-17 tahun, dikerjakan setelah pertumbuhan tulang-tulang muka mendeteksi selesai.
  1. PRINSIP : PERAWATAN SECARA UMUM
a.       lahir : bantuan pernafasan dan pemasangan NGT (bila perlu)
b.      1 minggu : pembuatan feeding plate untuk membantu menutup langit-langit dan mengarahkan pertumbuhan, pemberian diot khusus
c.       3 bulan : labiopalesty / operasi untuk bibir, otonasi (untuk hidung) dan ekaluasi telinga
d.      18 bulan-2 tahun pelathoplasty / operasi langit-langit
e.       4 tahun dipertimbangkan repalatonapy atau pharingoplasty
f.        6 tahun evaluasi gigi dan rahang, evaluasi pendengaran
g.      11 tahun, Alveolor bone graft ougmentation (cangkok tulang pada pinggir alveolar
h.      12-13 tahun final touch, perbaikan-perbaikan bila diperlukan
i.        17-18 tahun orthognatik surgery bila perlu
DAFTAR PUSTAKA

Dewi Vision 2011 Asuhan Neonotus Bayi dan Anak Balita Jakarta : Salemb Medika
KR. JN Pk 2008 ASuhan Persalian Normal Jakarta : TIIM
Prawirohardjo, Sarwono 2009 Buku Asuhan Nasional Pelayanan Kesehatan Maternal Neonatel Jakarta : PT Bina Pustaka Sarwono Prawirohardjo
Manuaba, Ida B Agus Gede 2010 Ilmu Kebidanan Penyakit Kandungan KB Jakarta: EGC
Hidayat, Aziz Alimul 2006 Pengantar ilmu keperawatan Anak Jakarta: Salemba Medika
Izya. 2012 Info Kesehatan Labioskizis/Labiopaktuskizis, Jakarta : Salemba Medika
Sjamluhidayat, Dejang 2005 Buku Ajar Ilmu Bedah Jakarta : EGC
ASUHAN KEBIDANAN BAYI BARU LAHIR PATHOLOGI
PADA BAYI Ny. D USIA 0 MENIT DENGAN ASFIKSIA SEDANG DAN LABIOPALATOSKIZIS
DI RSUD BANYUDONO

Hari / tanggal : Rabu, 15 Oktober 2014
Pukul               : 17. 25 WIB
Tempat            : Ruang VK RSUD BANYUDONO

I.              PENGKAJIAN  DATA
A.    Data Subyektif
1.      Identitas Bayi
Nama bayi             : Bayi Ny. D
Usia                       : 0 menit
Jenis kelamin         : Perempuan
Tangal lahir           : 15 Oktober 2014
2.      Identitas Orang Tua
Nama Ibu              : Ny. D                                    Tn. : K
Usia                       : 34 tahun                                40 tahun
Agama                   : Islam                                                 Islam
Pendidikan            : SMA                                                 SMA
Pekerjaan               : IRT                                        Swasta
Penghasilan           : -                                             Rp. 2.000.000
Alamat                  : Ngemplak 4/1, Ngargorejo, Ngemplak, Boyolali
3.      Alasan Dirawat
Bayi baru lahir spontan pervagmam tanggal 15 Oktober 2014 pukul 17.25 WIB, tidak segera menangis, gerakan kurang aktif, warna tubuh kemerahan, ekstremitas kebiruan, jenis kelamin perempuan



4.      Data Kebidanan
a.       Riwayat Prenotal
Ibu mengatakan ini merupakan kelahiran yang ke-9, melahirkan 8 kali dan belum pernah keguguran (G9 P8 A0). Ibu mengatakan HPHT tanggal 13 Januari 2014 dan HPL tanggal 20 Oktober 2014 (usia kehamilan 39+2 minggu)
·         Riwayat ANC
ANC TM I  1x ditempat bidan
Keluhan     : tidak ada
Tindakan   : Fe 60 mg 1x1, CAK 1x1, B6 1x1
Nasehat     : makan makanan bergizi, istirahat cukup, hidari
aktivitas berat
ANC TM II 2x ditempat bidan
Keluhan     : tidak ada keluhan
Tindakan   : Fe 60 mg 1x1, calk 1x1
Nasehat     : makan makanan bergizi, istirahat cukup
ANC TM III 3x ditempat bidan
Keluhan     : tidak ada keluhan
Tindakan   : Fe 60 mg 1x1, calk 1x1
Nasehat     : Makan makanan bergizi, istirahat cukup, persiapan
persalinan
b.      Riwayat Persalinan Sekarang
a.       Kala I
Ibu mengatakan masuk di RSUD Banyudono tanggal 15 Oktober 2014 pukul 17.00 WIB. Ibu mengatakan merasa kenceng-kenceng sejak pukul 15.00 WIB dan sudah mengeluarkan cairan jernih sedikit-sedikit (merembes)
b.      Kala II
Pukul 17.20 WIB ibu mengaatakan ingin meneran seperti mau BAB
Bayi lahir spontan pervaginam pukul 17.25 WIB
c.       Kala III
Plasenta lahir spontan, kotiledon dan selaput ketuban utuh
d.      Kala IV
Perdarahan ± 150 cc
Kontraksi uterus keras, TFU 2 jari di bawah pusat
c.       Riwayat Postnatal
Bayi lahir spontan pervaginam tanggal 15 Oktober 2014 pukul 17.25 WIB gerakan kurang aktif, tidak segera menangis, warna tubuh kemerahan dan ektremitas biru
5.      RIWAYAT KESEHATAN KELUARGA
Ibu mengatakan dalam keluarganya tidak mempunyai keturunan kembar. Ibu mengatakan dalam keluarganya tidak ada yang menderita penyakit menurun seperti
o   DM dengan gejala : sering BAK, banyak makan dan minum, BB menurun, luka sukar mongering
o   Hipertensi dengan gejala : tekanan darah tinggi lebih dari 140/90 mmHg sakit kepala pusing, mudah lelah
Ibu mengatakan dalam keluarganya tidak ada yang menderita penyakit menahun, seperti :
o   Asma dengan gejala : nafas pendek, dada terasa sesak, nyeri dan tertekan
o   Jantung dengan gejala : dada berdebar-debar, mudah lelah dan sesak nafas
Ibu mengatakan dalam keluarganya tidak ada yang menderita penyakit menular seperti
o   Hepatitis dengan gejala : timbul warna kuning pada kulit dan kuku serta bagian putih pada mata
o   HIV/AIDS dengan gejala : BB menurun drastic, daya tahan tubuh menurun
Ibu mengatakan anak ke delapan yang sekarang berumur 1,5 tahun juga mengalami bibir sumbing.  
6.      DATA FUNGSIONAL
a.       Nutrisi                         : bayi belum mendapatkan asupan apapun
 sejak lahir
b.      Eliminasi                     : bayi belum BAK
bayi belum BAB
c.       Aktivitas                     : bayi bergerak lemas, dan tidak segera
menangis
d.      Personal Hygiene        : bayi belum dimandikan
e.       Pola tidur                    : bayi belum tidur sejak lahir

B.      DATA OBYEKTIF
1.      Keadaan umum     : lemah
2.      APGAR SCORE MENIT KE-0
Penilaian
Score
Denyut jantung
Nafas
Tonos Otak
Reflek
Warna kulit
2
1
1
1
1
Total
6

3.      Pemeriksaan fisik sekilas
Kepala       : tidak ada caput, succadoneum, tidak ada cephal
hcemotoma, tidak ada benjolan, rambut warna hitam
Mulut        : ada celah dari labio atas terpisah sampai di pembatasan
polotum (celah di mulut di mulut bagian kiri) (labiopalotoskizis)
Genetalia   : jenis kelamin perempuan, lebia mayora menutupi labio
minura
Anus          : ada (+)

II.                INTERPRESTASI DATA
Tanggal           : 15 Oktober 2014                               pukul : 17.25 WIB
Diagnosa
Bagi baru lahir Ny. D usia 0 menit dengan asfiksia sedang dan labiopolatoszizis
Dasar
DS       : bayi baru lahir spontan pervaginom tanggal 15 Oktober 2014 pukul 17.25 WIB tidak segera menangis, gerakan kurang aktif, warna tubuh kemerahan ekstremitas kebiruan jenis kelamin perempuan
DO      : 1. Keadaan umum : lemah
2. APGAR SCORE menit ke -0
Penilaian
Score
Denyut jantung
Nafas
Tonos Otak
Reflek
Warna kulit
2
1
1
1
1
Total
6
3. Pemeriksaan fisik
Mulut : ada celah dari labio kiri atas sampai di pembatasan paktum (labiopcktoskizis)

III.             DIAGNOSA POTENSIAL
Asfiksia berat

IV.             ANTISIPASI
Kolaborasi dengan dr. spesialis anak melakukan resusitasi sesuai advis dokter lakukan tindakan resusitasi

V.                PERENCANAAN
Tanggal : 15 Oktober 2014
Pukul : 17. 25 WIB
1.      Cegah hipotermi dan infeksi (keringkan bayi kecuali telapak tangan)
R/ : untuk mencegah bayi hiportemi dan infeksi
2.      Lakukan pemotongan tali pusat
R/ : agar bayi dapat segera ditangani (perawatan BBL)
3.      Lakukan resistasi
R/ : untuk nafas spontan bayi dan memulihkan keadaan bayi
4.      Nilai Apgar Score menit ke-5 dan menit ke-10
R/ : untuk menilai keadaan bayi
5.      Berikan salep mata
R/ : untuk mencegah infeksi pada mata
6.      Injeksi vitamin k 0,5 cc
R/ : untuk mencegah perdarah 
7.      Lakukan pengukuran antropometri
R/ : untuk mengetahui ukuran antropometri bayi
8.      Lakukan pemeriksaan fisik
R/ : agar keadaan bayi diketahui
9.      Lakukan pemeriksaan reflek bayi
R/ : untuk mengetahui respon / reflek bayi
10.  Jaga kehangatan bayi dengan memakaikan pakaian, dibedong, dan letakkan di tempat hangat
R/ : agar bayi tidak hipotermi

VI.             IMPLEMENTASI
Tanggal           : 15 Oktober 2014
Pukul               : 17.25 WIB
1.      Mencegah hipotermi dan infeksi yaitu
Mengeringkan bayi dengan kain bersih, dan menyelimuti bayi dengan kain bersih dan kering.
2.      Melakukan pemotongan tali pusat
a.       Memasang klem I 1-3cm dari perut bayi dan mengurut tali pusat kea rah ibu
b.      Memasang klem II 2 cm dari klem pertama
c.       Memotong tali pusat diantara 2 klem dengan teknik melindungi 
3.      Melakukan resusitasi BBL dengan cara :
a.       Menempatkan bayi dibawah pemanas (tempat resusitas)
b.      Meletakkan bayi terlentang pada posisi setengah tengadah untuk membuka jalan nafas, meletakkan gulungan handuk di bawah bahu untuk mencegah fleksi leher dan penyumbatan jalan nafas (kepala bayi ekstensi)
c.       Membersihkan jalan nafas dengan menghisap mulut terlebih dahulu, kemudian hidung dengan menggunakan suction secker dan memoerhatikan untuk menjaga bayi dari kehilangan panas setiap saat
d.      Penghisapan yang kontinyu 3-5 detik pada satu penghisapan (dari trakea hanya dilakukan ketika terdapat mekonium dan bayi tidak bugar)
e.       Mengeringkan, menstimulasi/membersihkan rangsangan tektil dengan lembut (menggosok punggung bayi atau menyentil kaki bayi
f.       Menilai pernafasan bayi
Apabila tidak terjadi reaksi, mulai pemberian VTP
o   Cek kembali posisi bayi
o   Pasang jungkup di wajah, menutupi pipi, mulut, hidung, rapatkan perlekatan sungkup dengan wajah
o   Remas balon dengan 2 jari/seluruh tangan
o   Cek perlekatan dengan 2 kali ventilasi dan amati pengembangan dada
o   Mengatur tekanan ventilasi 15-20cm, mengatur kecepatan ventilasi 40 x/menit
o   Melakukan ventilasi 1 menit, berhenti, terjadi pernafasan spontan
o   Mengobservasi pernafasan (gerak dada, menilai suara nafas, dengan stetoskop)
o   Mengobservasi pengembangan dada bayi
o   Mengatur kembali posisi bayi
o   Menilai ulang pernafasan, denyut jantung, warna kulit dan didapatkan hasil bayi menangis kuat denyut jantung >100x/menit
o   Menyelimuti bayi dengan kain kering, meletakkan bayi di infent hermer
4.      Menilai apgar score menit 5xe-5 dan ke -10 pertama
5.      Memberikan salep mata chlorompenicol 1% (10 mg) dari dalam keluar sebanyak 1 garis mata
6.      Memberikan injeksi vit K 0,5 cc
7.      Melakukan pengukuran antropometri
8.      Melakukan pemeriksaan fisik
9.      Melakukan pemeriksaan reflek bayi
10.  Menjaga kehangatan bayi dengan memakaikan pakaian, dibong dan diletakkan ditempat kering

VII.          EVALUASI
Tanggal           : 15 Oktober 2014
Pukul               : 17.26 WIB
1.      Bayi telah dikeringkan dengan kain bersih dan telah diselimuti
2.      Tali pusat telah dipotong dan dibungkus dengan kassa steril
3.      Bayi dapat menangis spontan, kuat, dan memadai, dada bayi mengembang, frekuensi denyut jantung >100x/menit (138x/menit), warna kulit kemerahan
4.      Apgar scoer menit ke-5 dan ke-10 pertama

Penilaian
Score ke-5
Score ke-10
Denyut jantung
Nafas
Tonos Otak
Reflek
Warna kulit
2
1
1
2
2
2
2
1
2
2
Total
8
9

5.        Salep mata sudah diberikan
6.      Injeksi vit K telah diberikan
7.      Telah dilakukan pengukuran antropometri dan vital sigo
o   BB        : 3200 gram
o   PB         : 53 cm
o   N           : 138x/menit
o   LK        : 33 cm
o   LD        : 34 cm
o   S           : 370C
o   R           : 54x/menit 
8.      Melakukan pemeriksaan fisik
Kepala         : Mesochepol, tidak ada caput succedaneum, tidak ada cephol haematoma, rambut berwarna hitam
Muka           : Simetris, pucat, tidak keriput
Mata            : simetris, skelra putih, konjungtiva merah muda, ada gambaran tipis pembuluh darah
Hidung        : tidak ada secret abnormal, terdapat celah dari labio kiri atas sampai di pembatasan polatum (labiopalatuskizis)
Mulut          : terdapat labio polatuskizis
Telinga        : simetris, tidak ada rerumen abnormal
Dada           : simetris, pernafasan tidak ada retraksi dinding dada
Abdomen    : perut sedikit memburat, tidak ada kelainan, tali pusat terbungkus kassa steril
Ekstremitas atas       : simetris, tidak Rkterik, jumlah jari tangan lengkap, tidak ada kelainan
Ekstremitas bawah : simetris, tidak Rkterik, jumlah jari kaki lengkap, tidak ada kelainan
Genetalia                  : jenis kelamin perempuan, labiamayura menutupi lanioa minora, lubang uretra ada, lubang vagina ada
Anus                         : ada (berlubang)
9.      Melakukan pemeriksaan reflek bayi
a.       Reflek Morro      : bayi diberi rangsangan dengan dikagetkan dan
bayi merespon dengan gerakan seperti memluk
b.      Reflek Rooting   : jari penolong disentuhkan di pipi bayi dan bayi
merespon dengan mencari dan mengarahkan mulut kea rah rangsangan
c.       Reflek Sucking   : ada bayi mau menghisap air susu tapi belum
terlalu kuat dan sedikit kesusahan
d.      Reflek Swallowing : bayi mampu menelan air susu yang diberikan
 dengan sendok
e.       Reflek Conrck Beck : bayi dihadapkan ke salah satu sisi (kepala
bayi) dan diberikan rangsangan dan kepala bayi merespon dengan bergerak mengikuti kea rah rangsangan.
f.       Reflek Grasping        : jari telunjuk pemeriksa ditaruh ke telapak
 tangan dan tangan bayi menggenggam
g.      Reflek Bebinski        : jari telunjuk digoreskan di telapak kaki dan
 kaki mencengram
10.  Bayi telah dipakaikan pakaian, di bedong dan diletakkan ditempat hangat.  
TTD

Dwi Meitiya F
DATA PERKEMBANGAN I

Tanggal           : 15 Oktober 2014
Pukul               : 17.55 WIB

S          : -
Bayi belum BAK dan BAB
O         : 1. Keadaan umum     : cukup
2. vital Sign           N : 138x/menit                Antropometri
R : 54 x/menit                BB : 3200 gram    LK : 33 cm
S : 370C                          PB : 53 cm           LD : 34 cm
3. Apgar Score          : 6, 8, 9
4. pemeriksaan fisik
Kepala         : Mesochepol, tidak ada caput succedaneum, tidak ada cephol haematoma, rambut berwarna hitam
Muka           : Simetris, pucat, tidak keriput
Mata            : simetris, sklera putih, konjungtiva merah muda, ada gambaran tipis pembuluh darah
Hidung        : tidak ada secret abnormal, terdapat celah dari labio kiri atas sampai di pembatasan polatum (labiopalatuskizis)
Mulut          : terdapat labio polatuskizis
Telinga        : simetris, tidak ada rerumen abnormal
Dada           : simetris, pernafasan tidak ada retraksi dinding dada
Abdomen    : perut sedikit membulat, tidak ada kelainan, tali pusat terbungkus kassa steril
Ekstremitas atas       : simetris, tidak Rkterik, jumlah jari tangan lengkap, tidak ada kelainan
Ekstremitas bawah : simetris, tidak ikterik, jumlah jari kaki lengkap, tidak ada kelainan
Genetalia                  : jenis kelamin perempuan, labiamayura menutupi lanioa minora, lubang uretra ada, lubang vagina ada
Anus                         : ada (ada)

A         : bayi baru lahir Ny. D usia 30 menit dengan labiopolatoskitizis
P          : 1. Kolaborasi dengan dr. SPA untuk tindakan
R/ : agar bayi mendapatkan penanganan yang sesuai
Advis dokter : awasi pemberian asupan nutrisi
Bayi telah diberikan ASI dengan menggunakan sendok
2. Menjaga kehangatan bayi dengan meletakkan bayi dari infont warmer,
mengganti popok dan pakaian setiap kali BAK dan BAB, dan menyelimuti bayi
R/ : agar bayi tidak hipotermi
Bayi telah dijaga kehangatannya
3. mengobservasi tanda-tanda bahaya seperti bayi tidak menyusu dan
bayi rewel, suhu tubuh >380C, keluar cairan yang berbau burul dari tali pusat
R/ : agar tindakan selanjutnya dilakukan dan tali antisipasi
Bayi tidak mengalami tanda-tanda bahaya
4. mengobservasi keadaan umum dan vital sign bayi
R/ : untuk memantau keadaan bayi
Keadaan umum : cukup
Vital sign N : 148 x/menit
R : 48 x/menit
S : 37,1 0C 
(observasi pukul 20.00 WIB)

TTD

Dwi Meitiya F
DATA PERKEMBANGAN II

Tanggal           : 16 Oktober 2014
Pukul               : 20.00 WIB

S          : -
O         : 1. Bayi masih dirawat diruang bayi
2. bayi tenang, tidak rewel, dan mau minum
3. keadaan umum : cukup
  Kesadaran        : Composmentis
vital Sign         N : 140x/menit                 
R : 58 x/menit                 
S : 36,80C                                    
4. tali pusat dalam keadaan baik, masih basah, tidak infeksi serta
dibungkus oleh kassa steril
5. mulut dan hidung : terdapat labiopaktoskizis
A         : Bayi baru lahir Ny D usia 1 hari pertama dengan labiopoletoskizis
P          : 1. Memnuhi nutrisi bayi baru lahir, yaitu memberikan ASI dengan
menggunakan sendok
R/ : Agar kebutuhan nutrisi bayi terpenuhi
2. menyendawakan bayi dengan cara menepuk punggung bayi secara
perlahan dengan posisi bayi miring
R/ : agar bayi tidak kembung/mintah
Bayi telah disendawakan
3. mengobservasi dan menjaga kehangatan bayi
R/ : agar bayi tidak hipotemi
Bayi telah dijaga kehangatannya dengan cara meletakkan bayi di intant warmer , mengganti popok dan pakaian bayi yang basah karena BAK dan BAB, menyelimuti/membedong bayi
4. mengobservasi BAK dan BAB
R/ : untuk memantau output
Bayi BAK 4-5 x/hari
5. Mengobervasi tanda bahaya BBL seperti bayi tidak mau menyusu dan
bayi rewel, suhu tubuh>380C, keluar cairan yang berbau busuk dari tali pusat
R/ : sebagai antisipasi
Bayi tidak mengalami tanda bahaya BBL
6. menyibin dan menjaga tali pusat
R/ : agar nayi bersih dan tali pusat tidak infeksi
Bayi telah disibin dan tali pusat telah dirawat pukul 06.00 WIB
7.      mengobservasi keadaan umum dan vital Sign
R/ : untuk memantau keadaan bayi
Pukul 07.00 WIB tanggal 17 Oktober 2014
Keadaan umum : cukup
Kesadaran : Composmentis
vital Sign           N : 140x/menit                 
R : 58 x/menit
S : 36,80C  


TTD

Dwi Meitiya F









DATA PERKEMBANGAN III

Tanggal           : 17 Oktober 2014
Pukul               : 07.00 WIB

S          : -
O         : 1. Bayi tenang, tidak rewel, tidur nyenyak, dan mau minum ASI  
2. keadaan umum : cukup
  Kesadaran        : Composmentis
vital Sign         N : 145x/menit                 
R : 54 x/menit
S : 36,90C
3. mulut dan hidung : terdapat labiopolatuskizis
4. tali pusat dalam keadaan baik, tidak infeksi, tali pusat masih basah dan
    terbungkus kassa steril
A         : bayi baru lahir Ny D usia 2 hari pertama dengan labiopeltoskizis
P          : 1. Kolaborasi denga dr Sp. A
R/ : agar bayi mendapatkan penanganan yang tepat
Advis dokter : bayi boleh pulang dengan saran :
a.       menyarankan ibu untuk memenuhi asuhan nutrisi bayi (ASI) dengan menggunakan sendok (memberikan ASI secara on demand)
b.      menganjurkan ibu untuk melakukan perawatan bayi setelah diberikan susu
c.       menganjurkan ibu untuk melakukan perawatan bayi sehari-hari seperti :
o   memendikan bayi setiap pagi dan sore serta merawat tali pusat
o   memnatau keadaan bayi dan tanda-tanda bahaya BBC
2. menganjurkan ibu untuk melakukan kunjungan ulang 1 minggu dari
sekarang
R/ : untuk memantau keadaan bayi
Ibu bersedia melakukan kunjungan ulang
3. menganjurkan ibu untuk datang ke RS pada saat usia bayi 3 bulan
untuk melakukan operasi
R/: agar labiopolotuskizis dapat ditangani
Ibu telah mengerti dan bersedia melakukan anjuran
4. bayi pulang pukul 13.00 WIB



TTD

Dwi Meitiya F



















LEMBAR OBSERVASI

No
Tanggal/Jam
KU + VS
BAK
BAB
Keterangan
1
15 Oktober 2014
20.00

KU : cukup
N    : 148x/menit
R    : 48x/menit
S    : 37,10C

+

+

-          Bayi mau menyusu kuat
-          Bayi telah dijaga kehangatannya
-          Bayi telah dimandikan dan dirawat tali pusatnya (pukul 06.30 WIB)

2
16 Oktober 2014
07.00




14.00




20.00

KU : cukup
N    : 136x/menit
R    : 50x/menit
S    : 36,50C

KU : cukup
N    : 138x/menit
R    : 50x/menit
S    : 36,60C

KU : cukup
N    : 140x/menit
R    : 58x/menit
S    : 36,80C

+




+




+

+




+




+

-          Bayi menyusu kuat
-          Bayi telah dijaga kehangatannya



-          Bayi menyusu kuat
-          Bayi telah dijaga kehangatannya
-          Bayi telah dimandikan dan dirawat tali pusatnya (pukul 15.30 WIB)
-          Bayi menyusu kuat
-          Bayi telah dijaga kehangatannya
-          Bayi telah dimandikan dan dirawat tali pusatnya (pukul 06.00 WIB)

3
17 Oktober 2014
07.00

KU : cukup
N    : 145x/menit
R    : 54x/menit
S    : 36,90C

+

+

-          Bayi menyusu kuat
-          Bayi telah dijaga kehangatannya
-          Bayi telah pulang pukul 13.00 WIB







Notification
Our site is getting a little tune up and some love
Done