Carinfomu: Ibu Nifas
News Update
Loading...
Showing posts with label Ibu Nifas. Show all posts
Showing posts with label Ibu Nifas. Show all posts

Friday, 12 August 2016

Contoh ASKEB Ibu Nifas Pathologi Dengan Anemia

ASUHAN KEBIDANAN IBU NIFAS PATHOLOGI
PADA Ny. S USIA 28 TAHUN P2A0 DENGAN ANEMIA SEDANG
DI RSUD BANYUDONO
















DISUSUN OLEH
DWI MEITIYA FATIMAH
A2012023

SEKOLAH TINGGI ILMU KESEHATAN (STIKES) AISYIYAH
SURAKARTA
2014

LAPORAN PENDAHULUAN
ANEMIA SEDANG

PENGERTIAN
Anemia terjadi jika hemoglobin dalam darah rendah. Hemoglobin adalah zat pembawa oksigen dalam sel darah merah
Anemia post partum didefinisikan sebagai kadar hemoglobin kurang dari 10 g/dl. Konsentrasi hemoglobin biasanya berkisar 11-12 g/dl sebelum melahirkan.

PENYEBAB
Anemia defisiensi zat besi
Merupakan penyebab paling sering dari anemia post partum, yang disebabkan oleh intake zat besi yang tidak cukup serta kehilangan darah selama kehamilan dan persalinan.
Kehilangan darah
Merupakan penyebab lain dari anemia. Kehilangan darah yang digunakan setelah melahirkan dapat meninkgkatkan resiko terjadinya anemia post partum. Banyaknya cadangan hemoglobin dan besi selama persalinan dapat menurunkan resiko terjadinya anemia berat dan mempercepat pemulihan.
 
PATOFISIOLOGI
Merupakan faktor pencetus dari terjadinya anemia post partum. Ini terjadi karena anemia pada kehamilan tidak ditangani dengan baik sehingga timbul komplikasi potensial lanjut, seperti :
Pendarahan sehingga kekurangan banyak unsur zat besi
Kebutuhan zat besi meningkat dengan adanya pendarahan, gemelli, multiparitas, makin tuanya kehamilan
Absorbs tidak normal / saluran cerna terganggu, missal defisiensi vitamin C sehingga absorbs Fe terganggu
Intake kurang misalnya kualitas menu jelek / muntah terus

GAMBARAN KLINIS
Tingkatan anemia adalah sebagai berikut :
Anemia ringan Hb 8-10 gr%
Anemia sedang Hb 6-8 gr%
Anemia berat Hb kurang dari 6 gr%

DIAGNOSIS
Pendarahan karena kontraksi otot uterus yang kurang baik
Bisa terjadi infeksi puerpuralis
Bisa terjadi sesak nafas, karena O2 berkurang yang masuk kedalam peredaran darah

PENANGANAN
Anemia post partum dapat ditangani dengan berbagai cara dilihat dari tingkatan anemia tersebut.
Penanganannya adalah sebagai berikut :
Anemia Ringan
Dengan memberikan sulfas ferosis 3x 100 mg/hari dikombinasi dengan asamfolat /b12 15-30 mg/hari
Serta pemberian vitamin C untuk membantu penyerapan
Anemia Berat dengan Hb kurang dari 6 gr%
Dilakukan transfuse darah disamping obat – obatan diatas dan bila tidak ada perbaikan cari penyebab lainnya

DAFTAR PUSTAKA

Buku Ilmu Kebidanan Pathologi Unpad Bandung
Prawirohardjo, Sarwono. 2011. Ilmu Kandungan. Jakarta : Yayasan Bina Pustaka Sarwono Prawirohardjo
Mochtar, Rustom. 1998. Sinopsis Obstetri. Jakarta : EGC
Saifudin, A B. 2002. Pelayanan Kesehatan Maternal dan Neoratol. Jakarta : Yayasan Bina Pustaka Sarwono Prawirohardjo
Sastrawinata, Sulaiman. 1984. Obstetri Pathologi. Jakarta : Cleman


ASUHAN KEBIDANAN IBU NIFAS PATHOLOGI
PADA Ny. S USIA 28 TAHUN P2A0 DENGAN ANEMIA SEDANG
DI RSUD BANYUDONO

Tanggal masuk :  06 Oktober 2014
Pukul :  05.35 WIB

PENGUMPULAN DATA
Tanggal :  07 Oktober 2014
Pukul :  10.00 WIB

DATA SUBYEKTIF
Identitas
Nama Ibu :  Ny. S Nama Suami :  Tn. W
Umur :  26 Tahun Usia :  30 Tahun
Agama :  Islam Agama : Islam
Pendidikan :  SMA Pendidikan :  SMA
Pekerjaan :  IRT Pekerjaan :  Wiraswasta
Penghasilan :  - Penghasilan :  Rp. 1.900.000,-
Alamat :  Jetakan, Jatisari, Sambi

Alasan Dirawat
Ibu mengatakan telah melahirkan anaknya yang kedua pada tanggal 06 Oktober 2014 pukul 05.35 WIB. Ibu mengatakan saat ini merasakan badannya lemah, letih, sakit kepala dan mata berkunang – kunang.

Data Kebidanan
Riwayat Mestruasi
Menarche :  17 tahun
Warna :  merah
Konsistensi :  cair
Siklus :  28 hari
Lamanya :  6-7 hari
Banyaknya :  2-3 kali ganti pembalut
Dismenore :  tidak
Riwayat Perkawinan
Sudah/belum :  sudah
Usia perkawinan :  18 tahun
Lama perkawinan :  8 tahun
Istri ke - :  1 dan sah
Riwayat Kontrasepsi
Ibu mengatakan pernah menggunakan kontrasepsi jenis KB suntik 3 bulan setelah melahirkan anak pertama selama 2 tahun kemudian lepas karena ingin mempunyai anak lagi
Riwayat Persalinan, Nifas yang lalu
No
GPA
Usia Kehamilan
Tgl/Thn Persalinan
Tempat Persalinan
Penolong Persalinan
Penyulit  Persalinan

P1A0
9 bulan
10 Mei 2007
Bidan
Bidan
Tidak ada

Anak
Nifas

JK
BB gram
PB cm
Keadaan lahir
Keadaan sekarang
Laktasi
Perdarahan
Infeksi
keterangan

Laki – laki
2500
47
Hidup
Hidup
ASI Eksklusif
Normal
Tidak ada
Normal

Riwayat Kehamilan Sekarang
Ibu mengatakan ini merupakan kehamilan yang kedua, pernah melahirkan 1 kali dan belum pernah keguguran (G2P1A0)
Ibu mengatakan hari pertama haid terakhir pada 09 Januari 2014 dan hari perkiraan lahir 16 Oktober 2014
Riwayat ANC
TM I :  ANC 3x ditempat bidan
Keluhan :  mual dan muntah
Tindakan :  kakl 500 mg 1x1
   Vit C 50 mg 1x1
   B6 50 mg 1x1
Nasehat :  makan sedikit tetapi sering, banyak istirahat dan makan makanan bergizi
TM II :  ANC 3x ditempat bidan
Keluhan :  tidak ada
Tindakan :  kakl 500 mg 1x1
   Vit C 50 mg 1x1
   B6 Compleks 50 mg 1x1
Nasehat :  makan makanan bergizi dan banyak istirahat
TM III :  ANC 4x ditempat bidan
Keluhan :  sering BAK, pegel – pegel pada punggung
Tindakan :  Fe 60 mg 1x1
   Kakl 500 mg 1x1
Nesehat :  makan makanan bergizi, banyak minum air putih, gunakan body mekanik yang baik
Ibu mengatakan gerakan janin pertama kali dirasakan saat usia kehamilan 5 bulan
Riwayat Persalinan
Ibu mengatakan dating ke RS tanggal 06 Oktober 2014 jam 05.00 WIB dengan diagnose G2P1A0 UK 38 minggu 4 hari, KK (-), Ø5 cm, Dm 144 x/menit. Pukul 15.35 WIB pembukaan lengkap dan bayi lahir spontan, menangis kuat, kulit kemerahan, gerakan aktif, jenis kelamin perempuan.

Riwayat Kesehatan
Riwayat Kesehatan Sekarang
Ibu mengatakan saat ini badannya terasa lemas, letih dan juga merasakan sakit pada kepala, mata berkunang – kunang. Ibu mengatakan tidak mempunyai riwayat penyakit menular, seperti:
Hepatitis dengan tanda gejala : nyeri dan gatal dipersendian, mual, kehilangan nafsu makan, nyeri perut, kulit dan mata kekuningan
TBC dengan tanda gejala : batuk berdahak, disertai keluarnya darah, berkeringat pada malam hari, penurunan BB karena kehilangan nafsu makan
Ibu mengatakan tidak sedang menderita panyakit menurun, seperti :
HIV/AIDS dengan tanda gejala : demam, kelelahan, nyeri sendi, sakit tenggorokan, sakit kepala, ruam kulit, mual muntah dan diare, penurunan BB, berkeringat dimalam hari
Kanker dengan tanda gejala : rasa sakit tak kunjung sembuh, dan ada benjolan pada bagian tubuh
Ibu mengatakan tidak sedang menderita penyakit manahun seperti :
Diabetes mellitus dengan tanda gejala : banyak kencing terutama pada malam hari, penglihatan kabur, sering pusing dan mual, berat badan menurun, banyak makan dan minum
Jantung dengan tanda gejala : pusing, letih yang berlebihan, mual, berkeringat dingin, dan sesak nafas
Hipertensi dengan tanda gejala : sakit kepala, jantung berdebar, mudah lelah, penglihatan kabur, sulit bernafas setelah bekerja keras.
Riwayat Kesehatan yang lalu
Ibu mengatakan tidak pernah menderita penyakit menular seperti (hepatitis dan TBC), ibu mengatakan tidak pernah menderita penyakit menurun seperti HIV/AIDS dan kanker, serta tidak pernah menderita penyakit menahun seperti diabetes mellitus, jantung dan hipertensi
Ibu juga mengatakan belum pernah dirawat di rumah sakit

Riwayat Kesehatan Keluarga
Ibu mengatakan dalam keluarganya tidak ada yang menderita penyakit menular seperti hepatitis dan TBC, tidak ada yang menderita penyakit menurun seperti HIV/AIDS dan kanker, serta tidak ada yang menderita penyakit menahun seperti diabetes mellitus, jantung dan hipertensi.
Ibu juga mengatakan dalam keluarga tidak ada keturunan kembar

Riwayat Pola Funsional
Nutrisi
Sebelum nifas
Makan : ibu mengatakan makan 3x sehari dengan porsi 1 piring, jenisnya nasi, lauk, tidak ada pantangan makanan
Minum : ibu mengatakan minum 8-9 gelas/hari, jenis air putih, teh, jus buah, tidak ada keluan
Selama nifas
Makan : ibu mengatakan makan 3x sehari dengan porsi ½ piring, jenisnya nasi bubur, dan lauk sesuai dengan menu dari rumah sakit dan tidak ada keluhan
Eliminasi
Sebelum nifas
BAK : ibu mengatakan BAK 6-7 kali sehari dengan warna jernih, baukhas urin, serta tidak ada keluhan
BAB : ibu mengatakan BAB 1x sehari konsistensi lunak, warna kekuningan, bau khas feses dan ada keluhan susah BAB saat usia kehamilan 9 bulan
Selama nifas
BAK : ibu mengatakan BAK 5-6 kali sehariwarna kuning jernih, bau khas urin, serta tidak ada keluhan
BAB : ibu mengatakan belum BAB setelah melahirkan

Istirahat
Sebelum nifas
Ibu mengatakan tidur malam ± 8 jam sehari dan tidur siang ± 1 jam dan tidak ada keluhan
Selama nifas
Ibu mengatakan selama nifas tidur malam ± 5 jam dan tidur siang ± 1 jam. Kualitas tidur kurang nyeyak dan tidak ada keluhan
Aktivitas
Sebelum nifas
Ibu mengatakan melakukan aktivitas sehari – hari seperti memasak, menyapu, membersihkan rumah dan mencuci dll dibantu oleh suami
Selama nifas
Ibu mengatakan selama nifas ini hanya tidur diatas bed dan sudah bisa miring kanan dan kiri serta sudah bisa duduk. Ibu juga sudah menyusui bayinya sesuai dengan keinginan bayi
Personal Hygiene
Sebelum nifas
Ibu mengatakan mandi 2x/hari, gosok gigi 2x/hari, keramas 3x/minggu dan mengganti pakaian 2x/hari
Selama nifas
Ibu mengatakan sudah sibin 2x/hari, gosok gigi 2x/hari, dan mengganti pakaian 2x/hari dengan dibantu oleh keluarga

Data Psikososial dan Spiritual
Pribadi
Ibu mengatakan merasa senang dengan kelahiran anaknya yang kedua ini dan ibu berencana untuk merawat bayinya sendiri serta akan menyusui bayinya secara eksklusif

Suami dan Keluarga
Ibu mengatakan dirumah tinggal dengan suami dan pengambil keputusan dalam keluarga adalah suami, suami dan keluarga sangat senang dengan kelahiran bayinya saat ini
Masyarakat
Ibu mengatakan hubungannya dengan masayarakat sekitar baik, ibu juga mengikuti kegiatan dimasayarakat
Spiritual
Ibu mengatakan sebelum nifas taat dalam menjalankan ibadah, namun saat ini ibu sedang tidak menjalankan ibadah sholat karena sedang nifas

Data Pengetahuan Ibu tentang Nifas
Ibu mengatakan ini merupakan anak keduanya, ibu mengatakan sudah mengetahui cara perawatan payudara dan cara menyusui yang benar dan ibu mendapatkan informasi ini dari bidan didesanya

DATA OBYEKTIF
Pemeriksaan Umum
Keadaan umum :  sedang
Kesadaran : composmentis
Vital sign TD :  100/70 mmHg R :  24 x/menit
N :  80 x/menit S :  36,6 0C
Pemeriksaan Fisik
Kepala :  meshocepal
Rambut :  bersih, berwarna hitam, lurus, panjang, distribusi rambut
   merata
Muka :  bersih, tidak adacloasma gravidarum, tampak pucat, tidak
   oedema

Mata :  bersih, simetris, sklera putih, konjungtiva pucat, ada
      gambaran tipis pembuluh darah, tidak ada kelainan 
Hidung :  bersih, simetris, tidak ada sekret abnormal
Mulut :  bersih, simetris, bibir kering, berwarna merah pucat
   kehitaman, lidah pucat, tidak ada stomatitis, tidak ada
   caries
Telinga :  bersih, simetris, tidak ada serumen abnormal,
   pendengaran baik,
Leher :  bersih, tidak ada pembesaran kelenjar tyroid, dan vena
   sugularis, tidak ada nyeri tekan
Dada :  bersih, simetris, pernafasan teratur, tidak ada retraksi
   dinding dada
Payudara :  bersih, simetris, areola hiperpigmentasi, putting
susu menonjol, ada pengeluaran berupa colostrum, tidak ada benjolan abnormal
Abdomen :  bersih, ada linea nigra, tidak ada strice
gravidarum, dan bekas operasi TFU 3 jari dibawah pusat, kontraksi uterus keras
Genetalia :  vulva dan vagina tidak oedema, tidak varises,
tidak ada pembesaran kelenjar bertholini, ada PPv berupa lochea rubra (darah berwarna merah) ± 50cc
Anus :  tidak ada haemoroid
Punggung/pinggang :  tidak ada kelainan skoliosis, lordosis, dan   
   kifosis, tidak ada nyeri pinggang
Ekstremitas atas :  simetris, tidak oedema, sendi tidak kaku,
gerakan bebas, tidak ada kelainan, terpasang infus, RL 20 tpm ditagan kanan
Ekstremitas bawah :  simetris, tidak oedema, sendi tidak kaku,
gerakan aktif, tidak ada kelainan, reflek patella ka/ki (+)/(+)
Pemeriksaan Penunjang
Tanggal :  07 Oktober 2014
Hb :  71 gr/dl 11,7 – 15,5
Eritrosit :  3,3 104/ui 3,80 – 5,26
Leukosit :  24,1 104 3 /ui 3,6 – 11,0
Hemetokrit :  26 % 35 – 45
Trombosit :  306 10x 3 /ui 154 - 386
Gol Darah :  A
Hb5Al :  negative (-)

INTERPRETASI DATA
Tanggal :  07 Oktober 2014
Pukul :  10.05 WIB
Diagnosa kebidanan
Ny. S usia 28 tahun P2 A0 post partum hari pertema dengan anemia sedang
Dasar
DS :
Ibu mengatakan telah melahirkan anaknya pukul 05.35 WIB tanggal 06 Oktober 2014 secara spontan per vaginom
Ibu mengatakan saat ini badannya terasa lemas, letih, sakit kepala dan mata berkunang – kunang
DO :
Keadaan umum : sedang kesadaran : composmentis
Vital sign TO :  110/70 mmHg S :  36,6 %
N   :  80 x/menit R :  24 x/menit 
Pemeriksaan fisik
Muka :  bersih, simetris, tidak ada cloasma gravidarum,
   tampak pucat, tidak oedema 
Mata :  bersih, simetris, sklera putih, konjungtiva pucat,
ada gambaran tipis pembuluh darah, tidak ada kelainan
Mulut :  bersih, simetris, bibir kering, berwarna merah
pucat, lidah pucat, tidak ada stomatitis, tidak ada caries 
Abdomen :  bersih, ada linea nigra, tidak ada striae gravidarum
dan bekas operasi TFU 3 jari dibawah pusat, kontraksi uterus keras
Genetalia :  vulva dan vagina tidak oedema, tidak varises,
tidak ada pembesaran kelenjar bartholini, PPV : darah merah (lochea rubra) ± 50 cc
Pemeriksaan penunjang
Tanggal :  07 Oktober 2014
Hb :  7,1 gr/dl

DIAGNOSA POTENSIAL
Anemia Berat

ANTISIPASI
Kolaborasi dengan Dokter SPOG

PERENCANAAN
Tanggal :  07 Oktober 2014
Pukul :  10.15 WIB
Jelaskan pada ibu tentang kondisi ibu saat ini
R/ :  hak ibu untuk mengetahui keadaan ibu
Kolaborasi dengan dokter
R/ :  agar ibu mendapat tindakan yang tepat
Berikan inform consent pada ibu dan keluarga untuk tindakan yang akan dilakukan
R/ :  untuk mendapatkan persetujuan tentang tindakan yang akan dilakukan

Berikan transfuse darah kepada ibu 1 kolf
R/ :  untuk menaikkan Hb
Anjurkan ibu untuk istirahat yang cukup yaitu tidur malam ± 8 jam per hari dan tidur siang ± 1-2 jam
R/ :  untuk memenuhi kebutuhan istirahat agar ibu cepat pulih
Anjurkan ibu untuk makan makanan tinggi zat besi seperti sayuran hijau tua dan daging berwarna merah serta menghabiskan makanan yang diberikan dari RS
R/ :  agar kebutuhan nutrisi ibu terpenuhi dan agar ibu cepat pulih
Observasi keadaan ibu (KU, VS, kontraksi uterus, PPV, laktasi tiap 6 jam)
R/ :  untuk memantau keadaan ibu

PELAKSANAAN
Tanggal :  07 Oktober 2014
Pukul :  10.25 WIB
Menjelaskan pada ibu tentang keadaan ibu saat ini bahwa ibu sedang mengalami anemia sedang yaitu kondisi dimana darah ibu kekurangan sel darah merah
Melakukan kolaborasi dengan dokter
Memberikan inform consent pada ibu dan keluarga untuk tindakan yang akan dilakukan yaitu transfusi darah
Memberikan transfusi darah pada ibu 1 kolf darah B
Menganjurkan ibu untuk cukup istirahat yaitu dengan tidur malam ± 8 jam per hari dan tidur siang ± 1-2 jam per hari
Menganjurkan ibu untuk makan makanan tinggi zat besi seperti sayuran berwarna hijau tua dan daging berwarna merah serta menghabiskan makanan yang diberikan dari RS
Mengobservasi keadaan ibu (KU, VS, kontraksi uterus, PPV, laktasi setiap 6 jam sekali)

EVALUASI
Tanggal :  07 Oktober 2014
Pukul :  16.00 WIB
Ibu telah mengetahui keadaannya saat ini
Advis dokter :
Malenjutkan terapi
Infuse RL 20 tpm
Ciprofloxacin 250 mg 2x1
Metergin 0,125 mg 3x1
Asam metenamat 500 mg 3x1
Fe 60 mg 2x1
Tranfusi darah 2 kolf
Ibu dan keluarga telah menyetujui tindakan trakfusi darah
Tranfusi darah 1 kolf telah diberikan pukul 12.00 WIB dan telah habis pukul 16.00 WIB
Ibu bersedia untuk cukup istirahat
Ibu telah menghabiskan makanan dari RS dan bersedia untuk makan makanan tinggi zat besi
Observasi pukul 16.00 WIB
KU : sedang kesadaran : composmentis
Vs  TO :  120/80 mmHg S :  36,3 0C
N :  82 x/menit R :  24 x/menit
Kontraksi uterus : keras
PPV :  lochea rubra ± 30 cc
Laktasi :  ibu telah menyusui bayinya

TTD

    Dwi Meitiya F

DATA PERKEMBANGAN I

Tanggal :  07 Oktober 2014
Pukul :  16.00 WIB
S :
Ibu mengetakan kondisinya sudah lebih baik, mata sudah tidak berkunang – kunang, tetapi masih sedikit pusing dan badan masih sedikit lemas dan letih
Ibu mengatakan sudah menghabiskan makanan dari RS
Ibu mengatakan sudah tidur ± 3jam
Ibu mengatakan sudah menyusui bayinya sesuai dengan keinginan bayi

O :
Keadaan umum : sedang kesadaran : composmentis
Vital sign 
TD :  120/80 mmHg S :  36,3 0C
N :  82 x/menit R :  24 x/menit
Pemeriksaan fisik
Muka :  bersih, simetris, tidak oedema, tidak pucat
Mata :  bersih, simetris, sklera putih, konjungtiva agak pucat, ada
   gambaran tipis pembuluh darah
Abdomen :  bersih, ada linea nigra, tidak ada strice gravidarum bekas
   operasi TFU 3 jari dbawah pusat, kontraksi uterus keras
Genetalia :  PPV : lochea rubra ± 30 cc

A :  Ny. S usia 28 tahun P2A0 post partum hari pertama dengan anemia sedang

P :
Menjelaskan pada ibu bahwa kondisi ibu sudah lebih baik
R/ : hak ibu untuk mengetahui keadaan ibu
Ibu sudah mengetahui keadaan ibu saat ini dan sudah tidak khawatir lagi
Memberikan transfuse darah colf ke-2 pukul 16.15 WIB
R/ : untuk menaikkan Hb
Transfuse darah kolf ke-2 telah diberikan pukul 16.15 WIB dan habis pukul 20.00 WIB
Melanjutkan terapi sesuai dengan advis dokter
R/ :  untuk memulihkan kondisi ibu
Injeksi ceffraxone 1 gr/12jam telah diberikan pukul 20.00 WIB
Ciprofloxacin 250 mg 2x1 1 tablet pukul 19.00 WIB
Metergin 0,125 mg 3x1 1 tablet pukul 19.00 WIB
Asmet 500 mg 3x1 1 tablet pukul 19.00 WIB
Fe 60 mg 2x1 1 tablet pukul 19.00 WIB
Menganjurkan ibu untuk cukup istirahat
R/ :  agar kebutuhan istirahat ibu terpenuhi
Ibu bersedia untuk memenuhi istirahat
Menganjurkan ibu untuk mobilisasi dini dengan cara mencoba untuk latihan miring kanan dan kiri, serta mencoba untuk duduk
R/ : untuk memulihkan kondisi ibu
Ibu sudah bisa miring kanan dan kiri dan bisa duduk
Melakukan cek ulang darah
R/ : untuk mengetahui keadaan ibu
Tanggal 08 Oktober 2014 pukul : 07.30 WIB
Hb :  11,9 gr/dl
Eritrosit :  3,7 106/mm3
Leukosit :  11700 x 106/mm3
Trombosit :  291 x 103/mm3
Mengobservasi keadaan ibu
R/ : untuk memantau keadaan ibu
Keadaan umum :  sedang kesadaran :  composmentis
Vital sign
TD :  120/80 mmHg S :  36 0C
N :  82 x/menit R :  20 x/menit
PPV :  lochea rubra ± 50 cc
Laktasi :  ibu telah menyusui bayinya
Observasi pukul 08.00 WIB
Tanggal 08 Oktober 2014

TTD

      Dwi Meitiya F


DATA PERKEMBANGAN II

Tanggal :  08 Oktober 2014
Pukul :  08.00 WIB
S :
Ibu mengatakan kondisinya sudah membaik, sudah tidak pusing dan tidak lemas lagi
Ibu mengatakan sudah tidak merasakan mata berkunang – kunang
Ibu mengatakan sudah bisa jalan

O :
Kesadaran umum :  cukup
Kesadaran :  composmentis
Vital sign
TD :  120/80 mmHg S :  36 0C
N :  82 x/menit R :  20 x/menit
Pemeriksaan fisik
Muka :  bersih, tidak pucat, tidak oedema
Mata :  bersih, simetris, sklera putih, konjungtiva merah muda,
   ada gambaran tipis pembuluh darah
Mulut :  bersih, bibir lembab, berwarna merah kehitaman
Abdomen :  bersih, ada linea nigra tidak ada strice gravidarum dan
bekas operasi TFU 3 jari dibawah pusat, kontraksi uterus keras
Genetalia :  PPV : lochea rubra ± 50 cc
Pemeriksaan laboratorium
Hb :  11,9 gr/dl
Eritrosit :  3,7 106/mm3
Leukosit :  11700 x 106/mm3
Trombosit :  291 x 103/mm3

A :  Ny. S usia 28 tahun P2A0 post partum hari kedua

P :
Menjelaskan pada ibu bahwa saat ini kondisi ibu sudah sehat dan normal
R/ :  hak ibu untuk mengetahui keadaannya
Ibu telah mengetahui keadaannya
Melakukan kolaborasi dengan dokter SPOG
R/ :  agar ibu mendapatkan penanganan yang tepat
Advis dokter : ibu boleh pulang
Menganjurkan ibu untuk makan makanan bergizi tinggi yang mengandung banyak zat besi sepeerti sayuran berwarna hijau tua, daging, hati dll
R/ :  untuk memenuhi kebutuhan nutrisi
Ibu bersedia mengkonsumsi makanan bergizi
Menganjurkan ibu untuk menjaga kebersihan diri terutama kebersihan alat genetalianya
R/ :  Agar terhindar dari infeksi
Ibu telah bersedia untuk menjaga kebersihan diri
Menganjurkan ibu untuk meminum obat sesuai dengan aturan
R/ :  agar ibu cepat pulih
Terapi : Asam mefenamat 500 mg 3x1
Metergin 0,125 mg 3x1
Melakukan aff infuse dan memperbolehkan ibu untuk pulang
R/ :  untuk mempersiapkan ibu pulang
Infuse telah dilepas dan ibu sudah diperbolehkan pulang

TTD

     Dwi Meitiya F

Thursday, 11 August 2016

Contoh ASKEB Ibu Nifas Normal

ASUHAN KEBIDANAN IBU NIFAS NORMAL
PADA Ny. N USIA 18 TAHUN P1A0  6 JAM POST PARTUM
DI BPM RUSWATI TAWANGREJO JATIPURNO WONOGIRI














DISUSUN OLEH :
DWI MEITIYA FATIMAH
A2012023

DIII KEBIDANAN
SEKOLAH TINGGI ILMU KESEHATAN AISYIYAH SURAKARTA
2013/2014

LAPORAN PENDAHULUAN
NIFAS NORMAL

PENGERTIAN
Nifas adalah masa dimulai setelah kelahiran plasenta dan berakhir ketika alat kandungan kembali seperti semula seperti keadaan sebelum hamil yang berlangsung selama 6 minggu atau ± 40 hari. (Prawirohardjo, 2002)
KLASIFIKASI NIFAS
Puerperium Dini, yaitu kepulihan dimana ibu telah diperbolehkan berdiri dan berjalan – jalan.
Puerperium Intermedial, yaitu kepulihan menyeluruh alat – alat genetika yang lamanya 6-8 minggu.
Remote Puerperium, yaitu waktu yang diperlukan untuk pulih kembali dan sehat sempurna seperti keadaan sebelum hamil baik dalam waktu berminggu – minggu, berbulan – bulan atau tahunan. (Mochtar R, 1998) 
TUJUAN ASUHAN NIFAS
Menjaga kesehatan ibu dan bayinya, baik fisik maupun psikologisnya
Melaksanakan skrining yang komprehensia, mendeteksi masalah, mengobati atau merujuk bila terjadi komplikasi pada ibu maupun bayinya
Memberikan pendidikan kesehatan tentang perawatan kesehatan diri, nutrisi keluarga berencana, menyusui, pemberian imunisasi kepada bayinya dan perawatan bayi yang sehat
Memberikan pelayanan KB
Mempercepat involusi alat kandung
Melancarkan pengeluaran lokhea, mengurangi infeksi puerperium
Melancarkan fungsi alat gastro intestinal atau perkemihan
Meningkatkan kelancaran peredaran darah sehingga mempercepat fungsi ASI dan pengeluaran sisa metabolism. (Mochtar, 1998)
PERUBAHAN – PERUBAHAN PADA MASA NIFAS
Corpus Uterus
Involusi
Tinggi Fundus Uteri
Berat Uterus

Bayi Lahir
Setinggi Pusat
1000 gr

Plasenta Lahir
2 jari dibawah pusat
750 gr

1 minggu
Pertengahan pusat symphisis
500 gr

2 minggu
Teraba diatas symphisis
350 gr

6 minggu
Bertambah kecil
50 gr

8 minggu
Sebesar normal
30 gr

Endometrium, timbulnya thrombosis degenerasi dan nekrosis di tempat implantasi plasenta
Hari I:  endometrium setebal 2-5 mm dengan permukaan kasar akibat
   pelepasa desidua dan selaput janin
Hari II:  permukaan mulai rata akibat lepasnya sel – sel dibagian yang
  berdegenerasi
Involusi tempat Plasenta
Bekas implantasi adalah luka kasar yang menonjol, segera setelah plasenta lahir, penonjolan tersebut berdiameter ±2,5 cm, sesudah 2 minggu diameter menjadi 3,5 cm dan 6 minggu mencapai 24 mm
Pembuluh Darah Uterus
Pada saat hamil arteri dan vena uterus menjadi besar dan setelah post partum otot – otot berkontraksi, pembuluh darah uterus akan terjepit, proses ini menghentikan darah setelah plasenta lahir
Serviks
Post Portum : serviks menganga seperti corong, terdapat perbatasan antara corpus dan serviks uteri berbentuk seperti cincin, warna serviks merah kehitaman karena pembuluh darah
Setelah bayi lahir, tangan pemeriksa masih dapat dimasukkan 2-3 jari dan setelah 1 minggu hanya dapat dimasukkan 1 jari
Vagina dan Pintu Keluar Panggul
Membentuk lorong, berdinding lunak dan luas yang ukurannya perlahan mengecil
Peritoneum dan Dinding Abdomen
Ligamen – ligamen dan diafragma pelvis serta fasia meregang sewaktu hamil. Setelah janin lahir berangsur menciut. Kigamentum latum dan rotundum lebih kendor daripada kondisi sebelum hamil. (Mochtar, 1998)
ADAPTASI PSIKOLOGIS MASA NIFAS
Masa Taking In
Dimulai sejak dilahirkan sampai 2-3 hari
Ibu bersifat pasif dan berorientasi pada diri sendiri
Tingkat ketergantungan tinggi
Kebutuhan nutrisi dan istirahat tinggi
Masa Taking Hold
Berangsur sampai 2 minggu
Klien mulai tertarik pada bayi
Ibu berupaya melakukan perawatan mandiri
Masa Taking Go
Berlangsung pada minggu ke 3-4
Perhatian pada bayi sebagai individu terpisah
ASPEK KLINIK MASA NIFAS
Suhu badan meningkat tidak lebih sdari 38 0C
Lochea
Lukhea Rubra hari ke 1-2, lokhea sangunilenta hari ke 3-7, lokhea serosa hari ke 7-14, lokhea alba hari ke 14-selesai nifas
Traktus Urinarius
BAK akan sulit dalam 24 jam pertama, urin akan dihasilkan dalam jumlah besar dalam waktu 12-36 jam
Sistem Kardiovaskuler
Beberapa hari pertama nifas, Hb, hematokrit dan eritrosit turun, minggu pertama setelah kelahiran jumlah volumemendekati pada waktu tidak hamil, dan 2 minggu pertama volume darah sudah normal seperti keadaan sebelum hamil
KUNJUNGAN MASA NIFAS
Kunjungan I (6-8 jam Postpartum)
Mencegah pendarahan karena atonia uteri
Mendeteksi dan merawat penyebab lain pendarahan, dan merujuk
Memberikan konseling pada ibu dan keluarga tentang cara mencegah pendarahan masa nifas karena atonia uteri
Pemberian ASI awal
Menjaga agar bayi tetap hangat dan sehat
Kunjungan II (6 hari Postpartum)
Memastikan involusi uterus berjalan normal
Menilai adanya tanda – tanda infeksi dan pendarahan abnormal
Memastikan ibu mendapat cukup makanan, minuman dan istirahat
Memastikan ibu menyusui dengan dan memperhatikan tanda – tanda penyakit
Memberikan konseling mengenai asuhan pada bayi, tali pusat, menjaga bayi tetap hangat dan merawat bayi sehari – hari 
Kunjungan III (2 minggu Postpartum)
Sama dengan kunjungan II
Kunjungan IV (6 minggu Postpartum)
Menanyakan pada ibu keluhan / penyakit yang dialami
Memberikan konseling KB secara dini

DAFTAR PUSTAKA

Manuaba, 1998. Ilmu Kebidanan, Penyakit Kandungan dan Keluarga Berencana untuk Pendidikan Bidan, Cetakan I. Jakarta : EGC
Mochtar, 1998. Sinopsis Obstetsi, Obstetsi Operatif, Obstetsi Sosial. Jakarta : EGC
Sarwono, P. 2002. Buku Acuan Nasional Pelayanan Kesehatan Maternal dan Neonaten. Jakarta : YBP-SP

ASUHAN KEBIDANAN IBU NIFAS NORMAL
PADA Ny. N USIA 18 TAHUN P1A0  6 JAM POST PARTUM
DI BPM RUSWATI TAWANGREJO JATIPURNO WONOGIRI

PENGUMPULAN DATA
Tanggal Masuk :  13 Januari 2014Tanggal Pengkajian: 14 Januari 2014
Pukul :  17.30 WIBPukul         :  06.00 WIB
Ruang :  BersalinRuang        :  Nifas I

DATA SUBYEKTIF
Identitas
Nama:  Ny. NNama:  Tn. D
Umur:  18 TahunUmur:  21 Tahun
Suku :  JawaSuku:  Jawa
Agama:  IslamAgama:  Islam
Pendidikan:  SMPPendidikan:  SMA
Penghasilan :  -Penghasilan:  Rp. 800.000,-
Pekerjaan :  IRTPekerjaan:  Swasta
Alamat:  kandenan,Alamat:  Kandenan
   Jatipurno, Wonogiri   Jatipurno, Wonogiri
Alasan Datang / Keluhan Sekarang
Ibu mengatakan telah melahirkan bayinya pada tanggal 14 Januari 2014 pukul 00.08 WIB
Ibu mengatakan perut terasa mulas
Data Kebidanan
Riwayat Menstruasi
Menarche :  14 tahun
Teratur / tidak teratur:  teratur
Warna:  merah
Konsistensi:  cair
Siklus:  29 hari
Banyaknya:  3x ganti pembalut sehari
Dismenore / tidak:  dismenore
Riwayat Perkawinan
Sudah / belum:  sudah
Usia saat kawin:  17 tahun
Lama perkawinan:  1 tahun
Istri ke -:  1 dan sah
Riwayat Kontrasepsi
ibu mengatakan belum pernah menggunakan KB jenis apapun
Riwayat Kehamilan, Persalinan dan Nifas yang lalu
Ibu mengatakan ini merupakan kehamilan yang pertama
Riwayat Kehamilan, Persalinan dan Nifas Sekarang
Riwayat kehamilan
Ibu mengatakan pernah hamil sekali, melahirkan sekali dan belum pernah keguguran (P1 A0)
Ibu mengatakan hari pertama haid terakhir (HPHT) pada 09 April 2013 hari perkiraan lahir (HPL) 16 Januari 2014, UK : 39 minggu
ANC
Trimester I:  belum pernah ANC ditempat bidan
Trimester II:  belum pernah ANC ditempat bidan
Trimester III:  6 kali ditempat bidan pada usia kehamilan
   28, 31, 35, 36, 37 dan 39 minggu
Keluhan :  tidak ada
Tindakan :  vitamin C 3x2, gestianin 1x1 dan momilen
1x1
Nasehat:  jaga kondisi, persiapan persalinan dan
   perhatikan tanda – tanda persalinan
Ibu mengatakan merasakan gerakan janinnya pada usia kehamilan 20 minggu
Ibu mengatakan pernah mendapatkan imunisasi TT sebanyak 1 kali, yaitu pada TT pertama bulan juni tahun 2013 
Riwayat Persalinan
Ibu mengatakan mulai merasa kenceng – kenceng teratur sejak pukul 17.00 WIB, dan hasil pemeriksaan dalam ibu sudah masuk pembukaan 2 cm, pada pukul 23.00 WIB, pembukaan serviks lengkap (10 cm).
Ibu melahirkan pada tanggal 14 Januari 2014, pada pukul 00.08 WIB dengan usia kehamilan 39 minggu 5 hari, ibu melahirkan di BPM Ruswati, Tawangrejo, Jatipurno, Wonogiri ditolong oleh bidan. Jenis persalinan Ny. N adalah persalinan spontan, tidak ada komplikasi pada saat persalinan. Plasenta lahir lengkap pukul 00.15 WIB dengan ukuran diameter ± 20 cm. tidak ada kelainan tali pusat, panjang tali pusat ± 52 cm, insersi tali pusat sentralis, tidak ada infark, tidak hematoma, tidak ada laserasi jalan lahir, perineum tidak dijahit.
Lama persalinan 9 jam 7 menit yaitu :
Kala I :  6 jamKala III:  7 menit
Kala II  :  1 jamKala IV:  2 jam
Jumlah pendarahan 150 cc
Bayi baru lahir pukul 00.08 WIB, jenis kelamin perempuan, BB : 3600 gram, PB : 49 cm, LO : 32 cm, LK : 33 cm, nilai APGAR pada menit I : B, menit ke – 5 : 9, menit ke 10 : 10 dan tidak ada cacat bawaan.
Riwayat Post Portum
Status emosional ibu baik, ibu merasa senang dan lega dapat melahirkan bayinya dengan selamat secara normal. Ibu mengatakan belum mempunyai pengalaman menyusui bayinya dan pengetahuan ibu tentang laktasi masih kurang. Sehingga mempengaruhi kesiapan ibu dalam masa laktasi, tetapi ibu ingin menyusui bayinya dengan ASI Eksklusif.
Riwayat Kesehatan
Riwayat Kesehatan yang Lalu
Ibu mengatakan tidak pernah menderita penyakit menular, menurun, menahun, seperti :
TBC:  batuk terus menerus > 3 minggu, berat badan
   menurun
Hepatitis:  nyeri perut, hilang nafsu makan, mual
HIV/AIDS:  keringat malam hari tanpa sebab, demam, lesu
Riwayat Kesehatan Sekarang
Ibu mengatakan telah melahirkan pada tanggal 14 Januari 2014 pukul 00.08 WIB dan perut terasa mulas, serta tidak sedang menderita penyakit menular (TBC, Hepatitis, HIV/AIDS dll), penyakit menurun (Asma, Hipertensi, DM, dll), penyakit menahun (jantung, paru – paru dan ginjal, dll)
Riwayat Kesehatan Keluarga
Ibu mengatakan didalam keluarga ibu pernah ada yang menderita hipertensi yaitu ibu kandung Ny. N. di dalam keluarga suami tidak pernah menderita penyakit menular seperti TBC, Hepatitis, HIV/AIDS, dll. Penyakit menurun seperti Asma, DM, Hipertensi, dll. Serta penyakit menahun seperti jantung, paru – paru, dan ginjal, dll.
Data Kebiasaan
Nutrisi
Ibu mengatakan minum pertama kali pada saat segera setelah melahirkan jenis air teh dan air putih, porsi 1 gelas. Ibu mengatakan tidak mempunyai pantangan makanan / minuman tertentu. Ibu mengatakan belum makan apapun setelah melahirkan.

Eliminasi
Ibu mengatakan setelah melahirkan baru BAK 1 kali pukul 05.50 WIB, ibu mengatakan belum BAB
Istirahat
Ibu mengatakan sudah bisa beristirahat / tidur selama ± 1 jam
Kebersihan
Ibu mengatakan sudah mengganti baju / pakaian setelah melahirkan dan ibu mengatakan sudah mandi pagi pukul 05.50 WIB, serta membersihkan alat kelaminnya dengan air hangat dan cebok dari arah depan ke belakang.
Ibu mengatakan telah mengganti pembalut 2 kali
Aktivitas
Ibu mengatakan sudah menggerak – gerakkan kaki dalam 2 jam pertama, miring kekanan dan kekiri dalam 4 jam pertama, duduk ditempat tidur dalam 6 jam pertama, dan ibu mengatakan sudah berjalan kekamar mandi dengan dibantu oleh keluarga
Seksual
Ibu mengatakan belum melakukan hubungan seksual setelah melahirkan
Data Psikologi, Sosial, Budaya dan Spiritual
Kesiapan ibu dalam menerima keadaannya sekarang dan bayinya ibu mengatakan merasa senang dan bahagia atas kelahiran anak pertamanya, ibu mengatakan siap untuk merawat anaknya dan akan memberikan ASI Eksklusif kepada anaknya.
Konsep Diri Ibu
Ibu mempunyai konsep diri yang baik yaitu ibu mengatakan bahwa dia yakin dapat merawat bayinya dengan baik
Hubungan dan dukungan keluarga serta lingkungan sekitar ibu mengatakan hubungan ibu dengan keluarga terjalin dengan baik. Keluarga dan lingkungan sekitar khususnya suami sangat mendukung ibu untuk merawat bayinya.
Pola Ibadah Ibu
Ibu mengatakan rajin dalam melaksanakan ibadah sholat 5 waktu
Data Pengetahuan Ibu tentang Masa Nifas
Ibu mengatakan pernah mendapat informasi mengenai ASI EKSKLUSIF dari bidan, namun kurang begitu paham, ibu mengatakan belum mengetahui teknik menyusui yang benar, belum mengetahui nutrisi yang dibutuhkan selama nifas serta belum mengetahui bagaimana cara perawatan payudara.

DATA OBYEKTIF
Keadaan umum:  Baik
Kesadaran:  Composmentis
Vital Sign
TO:  120/70 mmHgS:  35,6 0C
N:  90 x/menitR:  24 x/menit
Pemeriksaan Fisik
Kepala
Bentuk Kepala:  Mesochepal
Rambut dan Kulit:  Distribusi rambut merata, warna hitam,
   rambut lurus, kulit kepala bersih
Muka:  tidak oedema, tidak ada kloosma, tidak
   pucat
Hidung:  simetris, tidak ada kelainan, tidak ada
   polre, tidak ada secret abnormal
Mulut:  bibir merah kehitaman, lembab, tidak ada
   kelainan
Lidah:  bersih, tidak ada kelainan
Gigi:  tidak caries, tidak epulis, tidak
hipersalivasi, tidak ada bau mulut
Telinga:  simetris, tidak ada serumen abnormal,
   pendengaran normal, tidak ada nyeri tekan
Leher:  tidak ada pembesaran tyroid dan limfe
Dada
Payudara:  ada pembesaran, simetris, putting susu menonjol, tidak ada benjolan, air susu sudah keluar, payudara bersih
Ketiak
Tidak ada pembesaran kelenjar getah bening
Abdomen:  Ada linea nigra, tidak ada bekas luka
TFU:  2 jari dibawah pusat
Konsistensi:  keras
Kontraksi Uterus:  keras
Diastasis:  ada diastasis
Kandung kemih:  kosong
Genetalia
Vulva dan vagina:  tidak oedema, tidak ada varises
PPV:  lochea rubia 3 cc
Jahitan:  tidak ada
Kebersihan:  bersih
Anus:  tidak hemoroid
Ekstermitas Atas
Tidak oedema, tidak ada kelainan, tidak ada kekauan sendi, tidak ada luka
Ekstermitas Bawah
Tidak oedema, tidak ada kelainan, tidak ada kekakuan sendi, tidak ada luka, tidak varises, reflex patella kanan (+), reflex patella kiri (+)
Pemeriksaan Penunjang
Tidak dilakukan

INTERPRETASI DATA
Diagnosa
Ny. N usia 18 tahun P1A0 6 jam Post Portum Normal
Dasar
DS:  1. Ibu mengatakan melahirkan bayinya pada 14 Januari 2014
        pukul 00.08 WIB
   2. Ibu mengatakan merasa mulas pada perutnya
DO:
Keadaan umum: Baik
Kesadaran:  Composmentis
Vital Sign
TO:  120/70 mmHgS:  35,6 0C
N:  90 x/menitR:  24 x/menit
Payudara
Ada pembesaran, simetris, putting susu menonjol, tidak ada benjolan, air susu sudah keluar, payudara bersih
Abdomen
TFU:  2 jari dibawah pusat
Kontraksi uterus:  keras
Kandung kemih:  kosong
Genetika
PPV:  Lochea rubra 3 cc
Tidak ada jahitan, anus tidak hemoroid

DIAGNOSA POTENSIAL
Tidak ada

ANTISIPASI
Tidak ada

PERENCANAAN
Tanggal:  14 Januari 2014
Pukul:  06.17 WIB

Observasi keadaan ibu, meliputi : KU, vital sign, kontraksi, PPV dan memberitahu ibu hasil pemeriksaan setiap 6 jam
R/ : untuk memantau keadaan ibu serta ibu dapat mengetahui kondisinya
sehingga kecemasan ibu berkurang
Penuhi kebutuhan nutrisi ibu
R/ :  agar kebutuhan nutrisi ibu selama nifas terpenuhi
Berikan KIE tentang nutrisi ibu nifas
R/ :  untuk membantu proses pemulihan tubuh ibu pasca melahirkan,
serta membantu proses produksi ASI
Anjurkan ibu untuk istirahat
R/ :  untuk membantu proses pemulihan tubuh ibu
Berikan KIE tentang ASI EKSKLUSIF
R/ :  agar ibu mengerti dan mampu memberikan ASI eksklusif untuk
bayinya
Anjurkan ibu untuk menyusui bayinya secara on demand (sesuai keinginan bayi) atau sesuai kebutuhan Ibu. Apabila bayi tidur, berikan ASI setiap 2 jam, jarak pemberian ASI maksimal 4 jam
R/ :  untuk memenuhi nutrisi bayi dan mencegah terjadinya
hipoglikemia
Berikan KIE tentang teknik menyusui yang benar
R/ :  agar ibu paham dan mengerti teknik menyusui yang benar dan dapat dipraktekkan dirumah
Ajarkan ibu cara perawatan payudara
R/ :  agar ibu mengerti dan mampu marawat payudara
Berikan dan anjurkan ibu untuk minum obat sesuai yang telah diberikan
R/ :  untuk membantu proses pemulihan tubuh ibu

PELAKSANAAN
Tanggal:  14 Januari 2014
Pukul:  06.23 WIB

Mengobservasi keadaan ibu, meliputi KU, vital sign, kontraksi, PPV dan memberitahu ibu hasil pemeriksaan setiap 6 jam
Pukul 06.24 WIB
Memenuhi kebutuhan nutrisi ibu, meliputi makan (nasi + lauk pauk + sayur + buah) porsi 1 piring dan minum (air the + air putih) porsi 1 gelas
Pukul 06.25 WIB
Memberikan KIE tentang nutrisi ibu nifas meliputi :
Pemenuhan nutrisi bagi ibu nifas / ibu menyusui sangat penting  untuk pemulihan tubuh pasca persalinan, untuk cadangan tenaga, kesehatan yang optimum, mempersiapkan untuk dapat menyusui sehingga ASI untuk bayi berkecukupan
Permasalahan yang mungkin muncul akibat kekurangan nutrisi yaitu dapat menghambat pemulihan tubuh pasca persalinan, kelelahan, gangguan kesehatan dan kurangnya ASI
Karbohidrat
Manfaat:  sebagai sumber energi
Sumber:  padi – padian (gandum, dan beras) atau serelia,
umbi – umbian (kentang, singkong, ubi jalar), jagung, kacang – kacang kering dan gula
Kebutuhan :  sekitar 60 – 70 % dari seluruh kebutuhan kalori tubuh
Protein
Manfaat:  membantu dalam penyembuhan jaringan dan
produksi ASI
Sumber:  daging sapi, ayam, ikan / makanan hasil laut
lainnya, telur, susu, temped an kacang – kacangan
Kebutuhan:  10-20 % dari total kalori
Lemak
Manfaat:  membanu perkembangan otak bayi dan retina
mata
Sumber:  minyak jagung dan ikan
Kebutuhan:20-30 % dari total kalori
Serat
Manfaat:  mempermudah ekskresi, meningkatkan kekuatan otot, serta penambahan cairan tubuh
Sumber:  sayur dan buah – buahan
Kebutuhan:  20 mg/hari
Zat Besi
Manfaat:  mencegah anemia dan meningkatkan daya tahan tubuh
Sumber:  hati, sumsum tulang, telur dan sayuran hijau tua
Kebutuhan:  25 mg/hari
Iodium
Manfaat:  meningkatkan pertumbuhan fisik dan mental
Sumber:  garam beryodium
Kebutuhan:  200 mg/hari
Vitamin C dan A
Manfaat:  meningkatkan daya tahan tubuh, membantu
produksi ASI
Sumber:  vitamin A (hati, sayuran hijau tua dan kuning)
   vitamin C (buah/sayuran berwarna hijau dan
   kuning)
Kebutuhan:  vitamin A 850 mg/hari dan vitamin C 85 mg/hari
Cairan
Manfaat:  mencegah dehidrasi dan diproduksi menjadi ASI
Kebutuhan:  2,5 – 3 liter/hari
Kebutuhan kalori untuk ibu menyususi / ibu nifas selama satu hari yaitu ibu memerlukan peningkatan energy / kalori untuk memenuhi kebutuhan ibu dan produksi ASI sebanyak 2900 kalori
Pengaturan makan untuk ibu menyususi / ibu nifas selama satu hari, yaitu kebutuhan kalori 2900 kalori dapat dibagi menjadi 3 porsi makan pagi, siang, dan sore, disertai selingan
Cara memilih, mengolah dan menyajikan makanan secara benar yaitu :
Memilih bahan makanan yang masih segar
Jangan merendam sayuran yang sudah dipotong terlalu lama, agar vitamin B dan C tidak mudah larut dalam air
Selalu menggunakan peralatan masak yang bersih
Memasak sayuran jangan direbus terlalu lama, agar vitamin didalamnya tidak hilang
Masaklah daging dan ikan sampai benar – benar matang, mengolah daging dan ikan lebih baik di kukus / direbus / tim daripada digoreng
Jangan menggunakan peralatan untuk menyajikan makanan panas dari bahan plastic
Hindari menghangatkan makanan berkali – kali 
Apabila ibu memiliki pantangan terhadap suatu makanan tertentu kemungkinan makanan – makanan yang dipantang justru mengandung zat gizi yang diperlukan oleh tubuh ibu untuk menyusui misalnya ikan, telur dll
Contoh menu untuk ibu menyusui / ibu nifas yaitu nasi + lauk pauk (telur, tempe, daging, dll) + sayur + buah serta air putih
Pukul 06.30 WIB
Menganjurkan ibu untuk cukup istirahat, yaitu dengan tidur malam ±8 jam/hari, tidur siang ± 1 jam/hari
Pukul 06.31 WIB
Pengertian
ASi Eksklusif adalah bayi yang hanya diberi ASI saja, tanpa tambahan cairan / makanan, kecuali obat, vitamin dan mineral sampai umur 6 bulan
Manfaat ASI
Sebagai nutrisi
Sebagai daya tahan tubuh
Meningkatkan kecerdasan
Meningkatkan jalinan kasih sayang
Penghematan biaya, obat – obatan, tenaga dan sarana kesehatan
Menciptakan generasi penerus bangsa yang tangguh dan berkualitas
Zat kekebalan dalam ASI
Factor bifidus : mendukung proses perkembangan bakteri yang menguntungkan dalam usus bayi, dan mencegah pertumbuhan bakteri yang merugikan
Lactoferin : mengikat zat besi dalam ASI, sehingga zat besi tidak digunakan oleh bakteri pathogen untuk pertumbuhannya
Anti alergi
Mengandung zat antivirus polio
Membantu pertumbuhan selaput usus bayi sebagai perisai untuk menhindari zat – zat merugikan yang masuk dalam peredaran darah 
Komposisi ASI, meliputi
Kolostrum
Merupakan cairan yang pertama kali, kental dengan warna kekuningan
Disekresi hari 1-3, bila dipanaskan menggumpal
Merupakan pencahar yang ideal untuk membersihkan mekonium dari usus bayi dan mempersiapkan saluran pencernaan bayi
Lebih banyak mengandung karbohidrat, protein, mineral, anti bodi, memberikan perlindungan bagi bayi sampai usia 6 bulan 

Air susu masa peralihan
Merupakan ASI peralihan dari kolostrum ke ASI matur
Disekresi hari ke-4 sampai ke-10
Kadar protein makin rendah, kadar karbohidrat dan lemak semakin tinggi, volume meningkat
Air susu matur
ASI yang disekresi hari ke-10 dan seterusnya, komposisi relative konstan
Cairan putih kekuningan yang diakibatkan dari ca-casein, riboflavin, dan koroten
Tidak menggumpal jika dipanaskan
Terdapat anti microbial factor antara lain : antibody (kekebalan terhadap infeksi), protein dan hormon – hormon
Cara memperbanyak produksi ASI
Bayi menyusu setiap 2 jam selama 10-15 menit disetiap payudara
Bangunkan bayi, buka gedong / baju yang membuat rasa gerah, duduklah selama menyusui
Pastikan bayi menyusu dengan posisi yang baik (menempel pada ibunya) dan menelan secara aktif
Susui bayi ditempat yang tenang, nyaman, dan minumlah setiap kali menyusui
Tidur bersebelahan atau dekat dengan bayi sehingga dapat menyusui setiap saat
Ibu meningkatkan istirahat dan minum
Cara pemerasan ASI dengan tangan
Cuci tangan sampai bersih
Siapkan cangkir / gelas bertutup yang telah dicuci dengan air mendidih
Kompres payudara dengan handuk hangat dan masase dengan kedua telapak tangan dari pangkal kearah kalang payudara, ulangi pemijatan sampai merata diseluruh payudara
Dengan ibu jari disekitar kalang payudara bagian atas dan jari telunjuk pada sisi yang lain, lalu daerah kalang payudara ditekan kearah dada
Daerah kalang payudara diperas dengan ibu jari dan jari telunjuk, jangan memijat / menekan putting karena dapat menyebabkan nyeri / lecet
Ulangi tekan – peras – lepas, tekan – peras – lepas, pada mulanya ASI tak keluar, setelah beberapa kali ASI baru akan keluar
Ualngi gerakan pada kalang payudara pada semua sisi
Cara penyimpanan dan pemberian ASI perah
Diudara terbuka / bebas 6-8 jam
Dilemari es (4 0C) 24 jam
Dilemari pendingin / beku (-18 0C) 6 bulan
ASI yang telah didinginkan bila akan dipakai tidak boleh direbus, karena kualiatsnya akan menurun yaitu unsur  kekebalannya, ASI tersebut cukup didiamkan beberapa saat didalam suhu kamar, agar tidak terlalu dingin, atau dapat pula direndam wadah yang telah berisi air panas. Memberikan ASI perah dengan menggunakan sendok
Cara penerapan ASI Eksklusif pada ibu bekerja
Selama cuti hanya memberikan ASI saja
Sebelum masa cuti habis, ubah pola minum bayi dengan ASI perah
Sebelum berangkat bekerja susui bayi
Selama dikantor perah ASI selama 3-4 jam
Simpan dilemari es dan dibawa pulang
Setelah dihangatkan berikan dengan sendok
Pukul 06.36 WIB
Mengajurkan ibu untuk menyusui bayinya secara on demand (sesuai keinginan bayi) atau sesuai kebutuhan ibu. Apabila bayi tidur, berikan ASI setiap 2 jam dengan bangunkan bayi terlebih dahulu. Maksimal jarak pemberian ASI yaitu tidak boleh lebih dari 4 jam
Pukul 06.37 WIB
Memberikan KIE tentang teknik menyusui yang benar, meliputi :
Cuci tangan dengan air bersih yang mengalir
Ibu duduk dengan santai, kaki tidak boleh menggantung
Perah sedikit ASI dan oleskan keputing dan sekitarnya (areola) agar putting susu tidak lecet
Posisikan bayi dengan benar
Bayi dipegang dengan 1 lengan, kepala dilengkungan siku, bokong bayi ditahan dengan telapak tangan ibu
Perut bayi menempel ketubuh ibu
Mulut bayi berada didepan putting susu ibu
Lengan bayi yang dibawah merangkul tubuh ibu, jangan berada diantara tubuh ibu dan bayi, tangan yang diatas boleh dipegang ibu atau diletakkan diatas dada ibu
Telinga dan lengan yang diatas berada dalam 1 garis lurus
Bibir bayi dirangsang dengan jari kelingking agar mulut bayi terbuka, kemudian dengan cepat kepala bayi didekatkan dengan payudara ibu dan putting serta areola dimasukkan kedalam mulut bayi
Mengecek apakah perlekatan sudah benar
Dagu menempel payudara ibu
Sebagian besar areola yang berada dibawah masuk kedalam mulut bayi
Bibir bayi terlipat keluar
Pipi bayi membulat
Tidak boleh terdengar bunyi decak, hanya boleh terdengar bunyi menelan
Ibu tidak kesakitan
Bayi tenang
Pemberian ASI tidak boleh dijadwal, pada hari – hari pertama ASI belum keluar, sehingga bayi akan sering minta menyusui. Pemberian ASI sekitar selama 10-15 menit pada setiap payudara
Tidak memberikan minuman lain sebelum ASI keluar, karena dapat mengurangi keinginan bayi untuk menghisap
Setelah menyusui, sendawakan bayi dengan cara menepuk punggung bayi secara perlahan serta perah sedikit ASI dan oleskan didaerah puting susu dan areola
Mencuci tangan dengan air bersih dan mengalir
Pukul 06.40 WIB
Mengajarkan ibu cara merawat payudara, yaitu membersihkan payudara dengan air hangat tanpa disabun. Baik sebelum maupun setelah menyusui, oleskan sedikit ASI pada daerah putting dan areola. Menggunakan bra yang menopang seluruh payudara, dan tidak ketat
Pukul 06.41 WIB
Memberikan dan menganjurkan ibu untuk minum obat sesuai anjuran
Tindakan : Amoxilin 500 mg 3x1
Asam Mefenamat 500 mg3x1
Momilen1x1

EVALUASI
Tanggal :  14 Januari 2014
Pukul:  12.00 WIB
Telah dilakukan observasi keadaan ibu
Keadaan umum:  Baik
Kesadaran :  Composmentis

Vital Sign
TD:  110/80 mmHgS:  35,7 0C
N:  88 x/menitR:  24 x/menit
TFU: 2 jari dibawah pusat
Kontraksi uterus:  keras
Kandung kemih:  kosong
PPV:  lochea rubra 5 cc

Ibu mengatakan masih merasa mulas, masih mengeluarkan darah dari jalan lahir, dan belum bisa BAB.
Ibu mengerti bahwa kondisinya saat ini baik dan rasa mulas pada perut adalah normal, ibu terlihat tenang
Kebutuhan nutrisi ibu telah terpenuhi, ibu telah menghaiskan makan (nasi + lauk pauk + sayur) porsi 1 piring dan minum (air putih dan air teh) porsi 1 gelas pada jam 07.00 WIB dan 12.00 WIB
Ibu mengerti tentang KIE kebutuhan nutrisi ibu nifas dan bersedia memenuhi kebutuhan nutrisi
Ibu bersedia untuk beristirahat dengan cukup
Ibu mengerti tentang KIE ASI Eksklusif dan bersedia menerapkannya
Ibu mengerti dan bersedia menyusui bayinya secara on demand
Ibu mengerti tentang teknik menyusui yang benar dan mampu melakukannya dengan benar serta bersedia untuk menerapkannya
Ibu mengerti dan bersedia merawat payudara sesuai dengan anjuran serta ibu telah mampu merawat payudaranya
Ibu sudah meminum obat 2 kali pada pukul 07.00 WIb dan pukul 12.00 WIB
Terapi pukul 07.00 WIB
Amoxilin 500 gram 1 tablet
Asam mefenamat 500 gram 1 tablet
Terapi pukul 12.00 WIB
Amoxilin 500 gram 1 tablet
DATA PERKEMBANGAN I
Tanggal:  14 Januari 2014
Pukul:  12.00 WIB

SUBYEKTIF
Ibu mengetakan masih merasa mulas
Ibu mengatakan masih mengeluarkan darah dari jalan lahir
Ibu mengatakan belum BAB

OBYEKTIF
Keadaan umum:  Baik
Kesadaran:  composmentis
Vital Sign
TD:  110/80 mmHgS:  35,7 0C
N:  88 x/menitR:  24 x/menit
TFU
Kontraksi uterus:  keras
Kandung kemih:  kosong
PPV:  lochea rubra 5 cc

ASSESMENT
Ny. N usia 18 tahun P1A0 12 jam post partum normal

PLANNING
Tanggal:  14 Januari 2014
Pukul:  12.05 WIB
Mengobservasi keadaan ibu, meliputi KU, vital sign, TFU, kontraksi dan PPV, serta memberitahu ibu hasil pemeriksaan setiap 6 jam sekali
R/ :  untuk memantau keadaan ibu dan ibu dapat mengetahui keadaannya sehingga kecemasan ibu berkurang
Pukul 10.00 WIB
Keadaan umum: baik
Kesadaran:  composmentis
Vital sign
TD:  100/80 mmHgS:  36,7 0C
N:  86 x/menitR:  22 x/menit
TFU: 2 jari dibawah pusat
Kontraksi uterus:  keras
PPV:  lochea rubra 5 cc

Ibu mengatakanmasih merasa mulas, masih mengeluarkan darah dari jalan lahir, dan belum bisa BAB.
Menjelaskan bahwa kondisi ibu baik, dan rasa mulas tersebut adalah normal, hal itu merupakan proses kembalinya uterus ke bentuk sebelum hamil. Ibu mengerti dan ibu terlihat tenang
Memenuhi kebutuhan nutrisi ibu
R/ :  agar kebutuhan nutrisi ibu terpenuhi
Kebutuhan nutrisi ibu telah dipenuhi pukul 18.00 WIB. Ibu sudah menghabiskan makan (nasi + lauk pauk + sayur) porsi 1 piring dan minum (air putih dan air teh) porsi 1 gelas
Menganjurkan ibu untuk tetap memenuhi kebutuhan nutrisi untuk ibu nifas sesuai dngan anjuran yang telah diberikan dan menganjurkan ibu untuk mengonsumsi makanan berserat seperti buah – buahan dan sayuran segar. Serta minum air putih 8-12 gelas / hari (2,5 – 3 L) atau minum / gelas setiap selesai menyusui
R/ :  untuk membantu proses pemulihan tubuh ibu, membantu produksi ASI dan memperlancar BAB
Ibu mengerti dan bersedia melakukan anjuran yang diberikan
Menganjurkan ibu untuk tetap memberikan ASI Eksklusif utuk bayinya, serta menyusui secara on-demand (sesuai keinginan bayi) atau sesuai kebutuhan ibu. Apabila bayi tidur berikan ASI setiap 2 jam sekali dengan cara membangunkan bayi terlebih dahulu, jarak pemberian ASI maksimal 4 jam
R/ :  untuk memenuhi kebutuhan nutrisi bayi
Ibu mengerti dan bersedia melakukan anjuran yang diberikan 
Melanjutkan terapi
R/ :  untuk membantu proses pemulihan tubuh ibu
Ibu telah meminum obat terapi
Amoxilin 500 gram 1 tablet pukul 18.00 WIB
Momilen 1 tablet pukul 20.00 WIB
Apabila ibu mengalami salah satu tanda tersebut. Segera dating ke pelayanan kesehatan terdekat seperti Bidan, Dokter, RS, Puskesmas dll.
R/ :  agar ibu mengerti sehingga apabila mengalami salah satu tanda dapat segera kepelayanan kesehatan dan segera ditangani
Ibu mengerti dan bersedia melakukan anjuran yang diberikan 
Melanjutkan terapi
R/ : untuk membantu proses pemulihan tubuh ibu
Ibu sudah meminum obat pukul 06.30 WIB
Terapi :  Amoxilin 500 gram 1 tablet
   Asam Mefenomat 500 gram 1 tablet

DATA PERKEMBANGAN II
Tanggal:  14 Januari 2014
Pukul:  20.00 WIB

SUBYEKTIF
Ibu mengatakan masih merasa mulas
Ibu mengatakan masih mengeluarkan darah dari jalan lahir
Ibu mengatakan masih belum bisa BAB
OBYEKTIF
Keadaan umum:  Baik
Kesadaran:  composmentis
Vital Sign
TD:  100/80 mmHgS:  36,7 0C
N:  86 x/menitR:  22 x/menit
TFU:  2 jari dibawah pusat
Kontraksi uterus:  keras
PPV:  lochea rubra 5 cc

ASSEMENT
Ny. N usia 18 tahun P1A0 20 jam post partum normal

PLANNING
Tanggal:  14 Januari 2014
Pukul:  20.05 WIB
Mengobservasi keadaan ibu, meliputi KU, vital sign, TFU, kontraksi, PPV dan memberitahu ibu hasil pemeriksaan
R/ :  untuk memantau keadaan ibu dan ibu dapat mengetahui kondisinya sehingga kecemasan ibu berkurang
Pukul 06.00 WIB, tanggal 15 Januari 2014
Keadaan umum: baik
Kesadaran:  composmentis
Vital sign
TD:  110/90 mmHgS:  36,5 0C
N:  84 x/menitR:  22 x/menit
TFU: 2 jari dibawah pusat
Kontraksi uterus:  keras
PPV:  lochea rubra 3 cc
Ibu mengatakan masih merasa mules dan masih mengeluarkan darah dari jalan lahir, dan sudah BAB 1 kali pukul 05.00 WIB
Ibu mengerti bahwa kondisinya saat ini baik dan normal, ibu terlihat tenang.
Memenuhi kebutuhan nutrisi ibu
R/ :  agar kebutuhan nutrisi ibu terpenuhi
Kebutuhan nutrisi ibu telah dipenuhi pukul 06.30 WIB. Ibu sudah makan, jenis nasi+lauk pauk+sayur, porsi 1 piring dan minum jenis air putih dan air teh, porsi 1 gelas
Menganjurkan ibu untuk tetap memenuhi kebutuhan nutrisi ibu nifasdan menganjurkan ibu untuk mengonsumsi makanan yang tinggi serat seperti buah – buahan dan sayuran segar serta minum 8-12 gelas/hari (2,5 – 3L) atau minum 1 gelas setiap selesai menyusui
R/ :  untuk membantu proses pemulihan ibu, membantu proses produksi ASI, dan membantu memperlancar BAB
Ibu mengerti dan bersedia melakukan anjuran yang diberikan
Menganjurkan ibu untuk tetap memberikan ASI Eksklusif untuk bayinya serta menganjurkan ibu menyusui secara on-demand (sesuai keinginan bayi) atau kebutuhan ibu. Apabila bayi tidur, berikan ASI setiap 2 jam sekali dengan membangunkan bayi terlebih dahulu, jarak pemberian ASI maksimal 4 jam.
R/ :  agar kebutuhan nutrisi bayi terpenuhi
Ibu mengerti dan bersedia melakukan anjuran yang diberikan
Memberikan KIE tentang tanda bahaya nifas, meliputi :
Suhu tubuh ibu lebih dari 38 0C
Bengkak pada wajah, tangan dan kaki yang tidak hilang setelah istirahat
Pengeluaran per vaginam yang abnormal, yaitu banyak (lebih dari 2 pembalut dalam waktu 1-2 jam)
Pengeluaran cairan vagina yang berbau busuk
Sakit kepala, pandangan mata kabur yang tidak hilang setelah istirahat
Demam, muntah, sakit saat berkemih, atau merasa tidak enak badan
Kehilangan selera makan untuk waktu yang lama
Payudara merah, panas atau sakit
Merasa sedih dan atau merasa tidak mampu mengurus diri sendiri dan bayinya

DATA PERKEMBANGAN III
Tanggal:  15 Januari 2014
Pukul:  06.00 WIB

SUBYEKTIF
Ibu mengatakan masih merasa mulas
Ibu mengatakan masih mengeluarkan darah dari jalan lahirnya
Ibu mengatakan sudah BAB 1 kali pukul 05.00 WIB

OBYEKTIF
Keadaan umum:  Baik
Kesadaran:  composmentis
Vital Sign
TD:  110/90 mmHgS:  36,5 0C
N:  84 x/menitR:  22 x/menit
TFU:  2 jari dibawah pusat
Kontraksi uterus:  keras
PPV:  lochea rubra 3 cc

ASSEMENT
Ny. N usia 18 tahun P1A0 30 jam post partum normal

PLANNING
Memberitahu ibu hasil pemeriksaan
R/ :  agar ibu mengetahui keadaannya saat ini sehingga kecemasan ibu berkurang
Keadaan umum: baik
Kesadaran:  composmentis
Vital sign
TD:  110/90 mmHgS:  36,5 0C
N:  84 x/menitR:  22 x/menit
TFU: 2 jari dibawah pusat
Kontraksi uterus:  keras
PPV:  lochea rubra 3 cc
Ibu mengerti penjelasan yang diberikan bahwa ibu dalam kondisi yang baik dan normal, ibu terlihat tenang
Menganjurkan ibu untuk melakukan kunjungan ulang 1 minggu lagi pada tanggal 22 Januari 2014 atau jika ada keluhan
R/ :  untuk memantau kondisi ibu
Ibu bersedia melakukan kunjungan ulang 1 minggu lagi pada tanggal 22 Januari 2014 atau jika ada keluhan
Menyiapkan pasien pulang, meluputi :
Memberikan KIE tentang kebutuhan nutrisi ibu nifas
Memberikan KIE tentang ASI Eksklusif
Memberikan KIR tentang teknik menyusui yang benar
Menganjurkan ibu untuk meminum obat sesuai anjuran
Terapi:  Amoxilin 500 gram 3x1
   Asam Mefenomat 500 gram 1x1 (pagi hari)
   Momilen 1x1 (menjelang tidur)
R/ :  ibu sudah mendapatkan semua KIE dan bersedia meminum obat sesuai anjuran. Ibu sudah pulang pukul 07.30 WIB






Notification
Our site is getting a little tune up and some love
Done